Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Berekspresi pada Era Digital

Ditulis oleh: Santi T.

Setiap orang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan dirinya, baik secara verbal (percakapan), melalui seni, olahraga, maupun tulisan. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai jenis seni, olahraga, peristiwa yang pernah aktual, bahkan berbagai genre karya tulis yang bisa kita nikmati hingga saat ini. Namun, kita perlu mengetahui, mengapa setiap orang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan dirinya.

1. Untuk menunjukkan siapa kita.

Setiap orang ingin diakui keberadaannya. Mereka ingin dikenal oleh orang lain. Dengan mengekspresikan dirinya, baik melalui tindakan maupun perkataan, seseorang berharap bisa menunjukkan siapa dirinya, dan diterima oleh orang lain.

2. Untuk menunjukkan bahwa masing-masing kita adalah unik.

Tuhan menciptakan kita sebagai pribadi yang unik. Setiap orang memiliki perbedaan dan keunikannya masing-masing, dan mereka memiliki kebutuhan untuk menunjukkan hal itu kepada orang lain.

3. Untuk menunjukkan bahwa kita memiliki "suara".

Dalam hidup berdampingan dengan orang lain, seseorang memiliki kebutuhan untuk menyampaikan pemikiran/gagasannya. Setiap orang memiliki "suara" untuk didengar dan pemikiran untuk dipertimbangkan, yang kesemuanya itu mengandung pesan untuk disampaikan kepada orang lain.

4. Untuk berbagi berkat Tuhan.

Setiap orang bisa menjadi saluran berkat Tuhan ketika dia bisa mengekspresikan dirinya dengan benar. Keberadaan seseorang sebagai makhluk pribadi dan sosial bisa dipakai oleh Tuhan untuk membagikan sesuatu yang tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain, bahkan untuk kemuliaan Tuhan.

Setiap orang bisa mengekspresikan dirinya dengan banyak cara. Namun, yang terpenting dari hal ini adalah esensi dari ekspresi itu sendiri, yaitu pesan yang ingin disampaikan. Setiap orang ingin mengekspresikan dirinya karena memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain.

Gambar: Berekspresi pada Era Digital

Saat ini, kita hidup pada era digital dengan perkembangan teknologi yang sudah sangat maju. Akses bagi seseorang untuk bisa mengekspresikan dirinya sangat terbuka lebar, mudah dilakukan, dan divergen. Media/alat yang bisa digunakan untuk mengekspresikan diri pun sangat beragam. Tidak hanya media/alat tertentu, kombinasi dan integrasi dari beberapa media, yang kita sebut sebagai multimedia, juga sudah tersedia untuk memenuhi kebutuhan ini. Lantas, bagaimana kita, sebagai penulis Kristen, bisa mengekspresikan diri dengan benar di tengah arus teknologi ini?

1. Hidup dalam terang firman Tuhan.

Firman Tuhan adalah satu-satunya dasar hidup orang percaya, dan kita percaya bahwa segala sesuatu yang tertulis di sana adalah kebenaran. Karena itu, penulis Kristen harus hidup dalam terang firman Tuhan supaya pesan-pesan yang akan dihasilkan bersumber dari hikmat dan tuntunan-Nya. Setiap tulisan yang kita hasilkan seharusnya merupakan ekspresi dari kebenaran-Nya.

2. Bersekutu dengan anak-anak Tuhan yang lain.

Pergaulan/komunitas yang kita ikuti memberi pengaruh yang cukup signifikan dalam banyak hal, seperti cara berpikir, kebiasaan, dan tujuan hidup. Penulis Kristen perlu bijaksana ketika bergabung dalam suatu komunitas. Pastikan bahwa kita bergabung dalam komunitas yang benar yang dapat membuat kita bertumbuh, baik dalam pengetahuan, keterampilan, maupun kerohanian. Selain itu, penulis Kristen perlu bersekutu dengan anak-anak Tuhan yang lain supaya dapat saling menguatkan dan membagikan hal-hal (pesan) baik di antara mereka.

3. Mengasah keterampilan membuat pesan.

Penulis yang baik adalah penulis yang selalu menghargai setiap proses berlatih menulis. Penulis yang sudah mumpuni pun tetap memerlukan latihan menulis supaya keterampilannya semakin terasah. Dengan demikian, setiap tulisan yang dia hasilkan semakin tajam dalam menyampaikan pesan. Hal ini juga berlaku bagi penulis Kristen. Melalui tulisan-tulisannya, penulis Kristen bisa membagikan dan menyebarluaskan pesan kebenaran (firman Tuhan) kepada pembacanya dengan sajian yang berkualitas.

4. Berkarya untuk menjadi saksi Tuhan.

Penulis Kristen adalah pembuat pesan. Apa pun genre tulisan yang kita tekuni, esensi dari ekspresi tulisan-tulisan kita adalah pesan yang dapat membangun dan membawa seseorang kepada kebenaran yang sejati. Jadilah saksi Tuhan melalui tulisan-tulisan yang kita hasilkan.

Audio: Bereskpresi pada Era Digital PPT: Bereskpresi pada Era Digital

Sumber referensi: