Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Beradu Argumen melalui Tulisan

Ditulis oleh: Berlin B.

Sekitar bulan Maret yang lalu, cukup ramai dibicarakan tentang sebuah program acara di salah satu stasiun televisi di Indonesia yang mendapatkan perlawanan cukup keras dari berbagai kalangan. Beberapa butir tudingan yang ditujukan pada program acara tersebut adalah tidak mendidik, tidak bermutu, dan ada aktivitas yang dapat mengarah ke pornografi. Jelas, topik seperti ini akan menimbulkan pro dan kontra. Mungkin, Anda juga sempat mengikuti kasus ini dan menempatkan diri pada pihak pro atau kontra, atau bahkan menjadi "golput". Dari kasus inilah, kemudian muncul tulisan-tulisan yang mendukung dan melawan program tersebut. Di pihak mana pun Anda, pertanyaannya sama: Bagaimana kita menyampaikan argumen yang baik melalui sebuah tulisan? Tentu ini bukan hanya untuk menanggapi kasus yang sudah berlalu ini, melainkan untuk belajar mengembangkan suatu sikap dewasa yang mengedepankan cara damai, dalam hal ini melalui tulisan, dalam menyampaikan pendapat.

Jika sering mencermati fenomena sosial, atau fenomena apa pun, di sekitar, kita pasti pernah menentukan satu sikap terhadap satu fenomena. Nah, bagaimana kita menyampaikan sikap, posisi, atau argumen kita melalui tulisan? Di dunia ilmu bahasa, ini sering disebut dengan tulisan argumentatif atau persuasif. Berikut ini adalah tip yang dapat kita gunakan untuk menuliskan argumentasi kita.

1. Topik

Pemilihan topik dalam tulisan argumentatif akan sangat menentukan apakah tulisan Anda akan banyak dibaca dan mendapatkan "feedback" atau tidak. Orang-orang cenderung tertarik pada hal-hal yang "berdekatan" dengan mereka, misalnya keluarga dan pendidikan, meski tidak menutup kemungkinan topik lain yang lebih kontroversif seperti "outsourcing", eutanasia, aborsi, dan sebagainya. Pilihlah satu topik yang sangat menarik minat Anda, dan lebih baik yang sedang populer saat Anda menuliskannya, meskipun tidak harus. Tidak masalah apakah Anda setuju dengan topik tersebut atau tidak. Ingatlah bahwa tujuan menulis sebuah tulisan argumentatif adalah untuk mencoba menyakinkan orang lain, membuat orang lain setuju dengan fakta-fakta yang kita kemukakan, menerima argumen dan kesimpulan kita, dan mengadopsi cara berpikir kita. Tulisan argumentatif adalah jenis tulisan yang didesain untuk memiliki kekuatan mengubah pikiran orang lain tentang suatu topik tertentu. Ini berarti bahwa menyampaikan satu argumen melalui tulisan adalah sama dengan mengungkit pikiran, perspektif, bahkan keyakinan orang lain keluar dari tempat yang selama ini dihuninya. Jelas ini bukan suatu pekerjaan yang mudah karena argumentasi yang Anda sampaikan tentu akan beradu dengan keyakinan atau cara pandang yang sudah orang lain miliki, mungkin sejak lama. Jika argumen Anda lemah, tidak menutup kemungkinan justru Andalah yang akan kehilangan argumentasi dan menjadi "follower" mereka. Anda harus menyadari betapa kuatnya orang-orang memegang apa yang mereka yakini sehingga tulisan Anda harus lebih kuat dari itu. Jadi, pilihlah topik yang Anda sukai dan benar-benar Anda kuasai secara mendalam.

2. Lakukan Penelitian Menyeluruh

Selain membutuhkan pemikiran yang analitis dan kemampuan menulis yang baik, argumen yang kuat juga memerlukan informasi pendukung, fakta, bahkan bukti yang kuat dan akurat. Dua keahlian yang pertama dibutuhkan untuk menguatkan argumen Anda dengan melihat topik dari berbagai sudut pandang dan menyusunnya ke dalam paragraf-paragraf yang mengarah pada kesimpulan yang Anda inginkan. Namun, argumen Anda hanya akan semakin kuat jika Anda melakukan penelitian sebanyak mungkin untuk mendapatkan sumber-sumber penguat argumen.

Setelah menentukan topik yang akan Anda angkat, buatlah daftar dua sisi dari topik tersebut, sisi positif dan sisi negatif. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi dari keduanya dan tentukan informasi di sisi mana yang paling akurat dan meyakinkan menurut Anda. Sikap objektif akan sangat menolong untuk tahapan ini karena objektivitas Anda mungkin akan membuat Anda berubah haluan. Sebelumnya, mungkin Anda telah memutuskan untuk menulis sisi positif dari sebuah topik, tetapi ketika Anda melakukan penelitian dan menemukan bahwa sisi negatif topik tersebut memiliki informasi yang lebih akurat dan dapat dipercaya, Anda beralih posisi menjadi kontra terhadap topik tersebut. Bungkuslah argumen Anda, beserta semua informasi dan fakta itu, dalam paragraf afirmatif untuk mendapatkan keyakinan dari pembaca. Menggunakan kata "mungkin" dalam tulisan argumentatif akan memperlihatkan bahwa Anda kurang yakin dengan argumen Anda. Ini akan menjadi celah bagi pembaca untuk melakukan serangan balik terhadap argumen Anda, dengan asumsi bahwa Anda tidak terlalu menguasai bagian tersebut. Diksi yang afirmatif dapat Anda gunakan untuk menutup celah semacam ini.

3. Perhatikan Audiensi Anda

Pahami bahwa Anda hendak "menerjunkan padi ke suatu wilayah masyarakat yang mayoritas mengonsumsi jagung sebagai makanan pokok". Anda sedang menawarkan sesuatu yang baru dalam kelompok itu. Dengan memperhatikan dan mempelajari audiensi yang akan dihadapi, Anda dapat memikirkan seperti apa keyakinan mereka dan strategi apa yang sebaiknya digunakan untuk memperkenalkan dan membuat mereka menerima "padi" yang Anda tawarkan. Mengenal audiensi juga menolong Anda untuk memprediksi poin-poin mana sajakah yang akan menarik perhatian paling banyak. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa poin-poin tersebut sudah memiliki antisipasi yang kuat dan tepercaya untuk kemungkinan "serangan balik" yang ada. Jadi, Anda harus mempelajari kedua sisi topik dengan sama baiknya. Jangan hanya mempelajari sisi yang Anda pro, tetapi pelajari juga sisi kontranya dengan baik.

4. Format

Pengenalan audiensi memang bermanfaat untuk menemukan strategi pemaparan tulisan argumentatif. Namun, Anda perlu menyusunnya ke dalam paragraf yang baik untuk menggiring pembaca pada kesimpulan yang Anda inginkan. Biasanya, paragraf awal esai argumentatif akan berisi tentang pengenalan umum topik yang dibicarakan dan pendapat Anda mengenai hal itu. Pembaca harus tahu bahwa Anda sudah mempelajari topik tersebut dan Anda memiliki pemikiran yang terbuka dan "fair".

Pada paragraf selanjutnya, Anda dapat memaparkan sejarah dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mendapatkan solusi dari topik yang diangkat, termasuk beberapa sumber yang Anda pakai untuk memaparkan keduanya. Sebaiknya, gunakan sumber yang dapat dipercaya baik oleh Anda maupun pembaca Anda. Pembaca Anda harus mengetahui betapa pentingnya topik yang Anda angkat. Sebab itu, pada paragraf ketiga, Anda dapat memaparkan akibat atau dampak dari topik yang Anda bicarakan apabila itu dilakukan atau tidak. Cobalah untuk menunjukkan minimal 3 argumen terkuat mengapa pendapat Anda perlu dipertimbangkan. Anda harus sedemikian rupa memastikan bahwa pembaca menyadari bahaya dari pengabaian terhadap argumen Anda. Ini tentu membutuhkan pemaparan yang jelas, akurat, dan disertai bukti atau contoh, bila ada. Sampaikan kesimpulan Anda pada paragraf terakhir untuk mempertegas argumen Anda, sekaligus mengajak pembaca untuk menyetujuinya. Kesimpulan yang ditarik dari fakta-fakta, statistik, dan penjelasan yang baik akan sangat menyakinkan pembaca bahwa argumen Anda perlu dihargai, atau bahkan diikuti.

Itulah beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam menulis esai argumentatif. Semoga bisa menolong Anda untuk mengemukakan argumen dengan lebih baik melalui tulisan. Selamat mencoba.

Sumber bacaan:

Bang Zendy. "Cara Membuat Argumentative Essay (Argumentatif)".
Dalam http://googlekejam.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-argumentative-essay.html

_____. "Writing Strong Argument Papers".
Dalam http://web.clark.edu/martpe/writing_strong_argument_papers.htm

_____. "Argument".
Dalam https://writingcenter.unc.edu/handouts/argument/

_____. "Persuasive or argumentative essays".
Dalam http://www.studygs.net/wrtstr4.htm