Bahan Belajar Kristen Online dapatkan di:live.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Mengajar dengan Pesan Moral

Shalom,

Pesan moral, ketika kita masih kanak-kanak, ia menunggu kita di akhir setiap cerita dongeng yang kita baca atau dengarkan. Saat kita beranjak dewasa, ia lebih suka menyembunyikan diri di antara jalinan dialog dan berkelebat di sela-sela tokoh-tokoh cerita, lalu diam-diam mengajar kita tentang keagungan sifat-sifat manusia sekaligus menunjukkan kebobrokannya. Tak bisa dimungkiri, pesan moral adalah "roh" dalam karya fiksi semacam novel, novela, dan cerpen maupun dalam karya nonfiksi naratif semacam biografi atau catatan harian seorang tokoh. Sang penulis sedang mengajar kita ketika kita menikmati karyanya. Tetapi tunggu dulu, apakah pesan moral harus disiapkan terlebih dahulu oleh penulis sebelum menciptakan karyanya? Apakah pesan moral itu harus dinyatakan secara verbal dalam sebuah karya? Ataukah kesimpulan mengenai pesan yang terkandung dalam sebuah karya diserahkan sepenuhnya kepada pembaca? Simaklah artikel yang kami sajikan dalam edisi ini untuk mengetahui jawabannya.

Di kolom Pojok Bahasa, kami menyajikan artikel yang mengupas tentang ragam bahasa baku, yang ternyata tidak hanya terdiri atas satu jenis saja. Kiranya sajian kami dalam edisi ini menjadi berkat bagi Sahabat sekalian. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Penulis
Yosua Setyo Yudo
< yudo(at)in-christ.net >

"Cerita yang berkualitas pasti disukai banyak orang. Inilah yang selalu terjadi dan akan terus terjadi." (Robert McKee)

Komentar