Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Dunia Penulisan Kristen

Memperkuat Komitmen

Shalom,

Biasanya, awal tahun yang baru selalu menjadi momentum untuk memulai sebuah lembaran baru dalam kehidupan. Bagi para penulis, awal tahun yang baru bisa menjadi sebuah tonggak untuk lebih berkomitmen dalam menekuni dunia menulis. Redaksi e-Penulis berharap, dalam resolusi Anda tahun ini, ada komitmen untuk lebih produktif dalam menulis dan menelurkan karya-karya tulis yang semakin memuliakan Tuhan. selengkapnya... about Memperkuat Komitmen

Apakah Allah Memanggil Saya untuk Menulis?

Terakhir kali Anda berbicara kepada para penulis, dan saya ingin Anda melakukannya lagi. Bicaralah kepada kami yang adalah penulis (atau kami yang bercita-cita untuk melayani gereja sebagai penulis) tentang panggilan. Kebanyakan penulis Kristen tampaknya, menulis untuk mengekspresikan diri, bukan dari keyakinan secara sadar bahwa Allah telah memanggil mereka untuk menulis – tentu saja tidak dalam arti formal panggilan untuk melayani seperti pendeta. selengkapnya... about Apakah Allah Memanggil Saya untuk Menulis?

Bekerja = Melayani Tuhan

Apa yang membedakan bekerja dan pelayanan? Dari kacamata seorang Kristen, ketika bekerja kita melayani Tuhan, dan ketika kita melayani kita bekerja untuk Tuhan. Bekerja di bidang apa pun, setiap orang percaya harus punya hati seorang hamba Tuhan. Apa pun yang dilakukan adalah untuk menyenangkan hati Tuannya, Yesus Kristus Tuhan.

Dalam edisi e-Penulis bulan September ini, kami mengajak Pembaca terkasih, khususnya yang berprofesi sebagai editor untuk melihat bahwa yang terutama dalam profesi ini adalah kita melayani Tuhan. Selain melayani Tuhan, editor Kristen pun melayani penerbit, penulis, dan pembaca. Selengkapnya mengenai pelayanan editor Kristen dapat Anda simak dalam kolom Artikel. Simak pula tip-tip untuk membantu editor memperkuat pesan dari sebuah buku melalui pertanyaan-pertanyaan bantuan dalam kolom Tips. Kiranya, seluruh sajian dalam e-Penulis bulan ini menjadi berkat bagi Anda. selengkapnya... about Bekerja = Melayani Tuhan

Editor Kristen Rindu Melayani

Melayani sesama berarti membimbing, menghargai, dan memenuhi kebutuhan orang lain. Bagi editor, pelayanan adalah cara hidup. Melayani orang lain merupakan aturan main paling penting bagi editor, termasuk bagi editor Kristen. Editor Kristen melayani empat tuan: penerbit, penulis, pembaca, dan Tuhan.

1. Editor Melayani Penerbit selengkapnya... about Editor Kristen Rindu Melayani

Liturgis vs. Liturgos

Oleh: Andrea K. Iskandar

Dalam beberapa tahun belakangan ini di dalam ibadah-ibadah di kalangan Kristen di Indonesia diperkenalkan dengan sebuah istilah baru “liturgos” yang konon dimunculkan dalam bahasa Indonesia sebagai koreksi atas kata “liturgis”. Hingga kini di berbagai gereja dijumpai sejumlah ketidaksepahaman apakah kata “liturgis” atau “liturgos” yang lebih tepat dipakai. Untuk menghindari perdebatan ini, ada yang mengambil jalan tengah dengan menggunakan istilah “pemimpin liturgi” atau “worship leader” atau “MC”.

Oleh: Andrea K. Iskandar selengkapnya... about Liturgis vs. Liturgos

Tugas-Tugas Penyunting Kristen

  1. Seorang penyunting percaya sebuah buku yang baik dapat dibuat lebih baik lagi.

  2. Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya bisa menjadi petunjuk objektif bagi penulis.

  3. Tidak takut mengatakan apa yang ia pikirkan tentang sebuah naskah dengan jujur, sekaligus menjaga perasaan penulis.

  4. Waspada dalam perhatiannya pada setiap kata, setiap kalimat, dan setiap tanda baca di dalam karya penulis.

  5. Menyuarakan karya penulis dengan nada yang lebih simpatik.

  6. Menyesuaikan diri dengan penulis, bukan sebaliknya.

  7. Perlu waktu. Tulisan yang baik membutuhkan waktu, demikian juga menyunting.

  8. Memiliki telinga bagi gaya penulis.

  9. Adalah pembaca yang paling objektif bagi buku yang akan diterbitkan.

  10. Paham bahwa tulisan yang jelas adalah penting bagi pikiran yang jernih.

  11. Mencoba menjadi penulis kedua tanpa mengubah istilah-istilah awal yang digunakan penulis.

  12. Menegaskan keunikan penulis.

  13. Dengan lembut memangkas keangkuhan, penilaian subjektivitas, kekeraskepalaan, maupun "kegaringan" penulis.

  14. Berkata, "Saya menambahkan ini untuk menunjukkan apa yang menurut saya salah, bukannya memaksakan yang menurut saya benar."

  15. Tidak pernah berkata, "Sudah saya bilang!"

Jangan Menulis Hanya untuk Diterbitkan

Bagi kita yang menyukai kata-kata, kita tertarik pada bunyi keyboard dan penguraian makna di halaman. Kita merasa hidup saat kita menyusun kata-kata menjadi kalimat; beberapa dari kita bahkan merasa lebih dekat dengan Allah saat kita menghidupi iman kita dengan menuliskannya. Waktu yang dihabiskan untuk menulis terasa penting, bahkan kudus. selengkapnya... about Jangan Menulis Hanya untuk Diterbitkan

Tiga Simbol Natal

Ada tiga simbol yang berarti Natal -- yang benar-benar bermakna Natal.

Yang pertama adalah buaian bayi. Dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh manusia, Alkitab menggambarkan Tuhan dalam bentuk manusia dalam sosok seorang bayi kecil! Di sana, di Bethlehem, dalam buaian yang berisi harapan dan impian dunia yang sedang sekarat, tangan kecil dan montok yang mengenggam jerami dalam palungan-Nya itu akan menyembuhkan mata yang buta, telinga yang tuli, dan meredakan keganasan lautan; kaki-kaki kecil itu akan mengantarkan-Nya ke tempat mereka yang sedang sakit dan membutuhkan. Kaki-kaki itu juga yang akan dipaku di kayu salib Kalvari. Palungan di Bethlehem yang terpencil menjadi penghubung yang mengikat dunia yang terhilang kepada Tuhan yang penuh kasih. selengkapnya... about Tiga Simbol Natal

Melayani Dia Melalui Pena

Di tengah-tengah seminar Langkah Pemuda di Tengah Pergolakan Dunia, seorang mahasiswi Sastra Inggris Universitas Nasional Jakarta, yang juga menjadi salah seorang peserta seminar itu, memberiku selembar kertas. Aku terkejut. Aku belum begitu akrab dengan dia. Aku baru mengenalnya dua hari. Ya. Pada saat seminar itu saja. Namanya Inge! selengkapnya... about Melayani Dia Melalui Pena

Literatur Kristen Lebih Penting daripada Bangunan Gedung Gereja

Akhir bulan Juni 1997 yang lalu, Pdt. Peter Wongso diundang oleh Sinode GKKK sebagai pembicara utama Retret Pimpinan Kalam Kudus di Kaliurang, Yogyakarta. Sebelum melanjutkan perjalanan pelayanannya ke manca negara, beliau sempat singgah di SAAT beberapa hari. Dalam persinggahan tersebut redaksi majalah HUT GKKK Semeru Malang ke-30 yang diwakili Pdt. Timotius Witarsa, mewawancarai beliau. Petikannya adalah sebagai berikut:

Red : Apakah makna literatur Kristen bagi Bapak? selengkapnya... about Literatur Kristen Lebih Penting daripada Bangunan Gedung Gereja

Pages

Komentar

Subscribe to Dunia Penulisan Kristen