Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Renungan yang Alkitabiah

Menulis renungan, menurut beberapa penulis Kristen, memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan kategori tulisan lainnya. Mengapa? Untuk menulis sebuah renungan dibutuhkan keahlian tertentu. Bukan hanya segi penyajian yang menarik, namun isi tulisan harus berbobot dan mengandung makna yang membangun. Bukan itu saja, untuk menghasilkan sebuah renungan yang baik, maka renungan itu harus setia dengan teks Alkitab dan tidak menyimpang dari arti sebenarnya. Jadi, renungan bukanlah tulisan yang sekadar berisi nasihat, penguatan, ataupun bersifat informatif. Renungan merupakan tulisan yang menyampaikan pesan firman Tuhan dan bagaimana pembacanya membuka hati untuk melaksanakan firman Tuhan tersebut dalam hidupnya.

Dalam edisi kali ini, e-Penulis memuat sebuah artikel tentang bagaimana caranya menulis sebuah renungan dengan langkah-langkah dan ide-ide kreatif yang dibagikan dalam format yang sederhana. Juga tersedia kolom Pojok Bahasa yang berisi tentang perbandingan antara sebuah tulisan dan lisan.

Redaksi Tamu e-Penulis,
Yonathan Sigit

"Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini." (Wahyu 1:19)

Komentar