Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Kepemimpinan Kristen Saat Ini -- Tantangan dan Harapan

Penulis: Stenly Ginoga (Peserta Kelas Menulis Online "Penulis Kristen yang Bertanggung Jawab")

Kepemimpinan Kristen adalah topik atau isu yang pasti ketika dibahas akan sangat banyak pandangan, perbedaan, tetapi juga pasti akan ada persamaan bagi masing-masing orang, baik itu secara individu maupun institusi. Seperti yang banyak ditulis dalam artikel atau buku, bahkan kita dengar sendiri dari hampir semua orang bahwa kepemimpinan, entah sekuler atau Kristen, pasti sangat erat kaitannya dengan pengaruh. Namun, apakah benar demikian di lapangan?

Gambar: Kepemimpinan Kristen

Kalau saya bisa definisikan, kepemimpinan Kristen berarti melayani dengan kasih yang tulus tanpa pamrih. Hal itu mengacu dari teladan Tuhan Yesus. Pada zaman generasi milenial ini, saya pikir kepemimpinan Kristen ada pada situasi yang sungguh sangat memprihatinkan. Mengapa? Karena memiliki sebuah tantangan yang sangat berat. Saya melihat salah satu tantangan terbesar adalah krisis teladan atau role model yang tepat bagi zaman ini. Para pemimpin sangat sulit mengimbangi generasi milenial pada zaman ini dan mulai kehilangan pengaruhnya. Firman Tuhan seperti menjadi tidak relevan bagi generasi milenial zaman ini karena banyak faktor, contohnya ketika saya bertemu dan berbicara dengan generasi orang tua, mereka sering mengatakan bahwa anak-anak zaman ini cenderung malas, pegang handphone terus, susah diajak komunikasi, susah fokus, dan masih banyak lagi pengeluhan. Sedangkan kalau berbicara dengan anak-anak muda, mereka sering mengatakan orang tua sekarang tidak mengerti dunia kami, mereka sibuk dengan diri sendiri, bahkan nasihat mereka itu tidak "nyambung" dengan apa yang sedang kami alami saat ini. Lebih lanjut ketika berbicara dengan orang tua, banyak dari mereka menuntut anak-anak harus seperti ini dan seperti itu sesuai keinginan mereka tanpa mau tahu bagaimana sebenarnya dunia anak-anak (milenial) saat ini. bukankah pengaruh orang tua mulai hilang? Bukankah anak-anak tidak melihat lagi orang tua sebagai wakil Allah untuk didengar dan ditaati? Bukankah ada kesenjangan yang sangat besar di sini? Perspektif orang tua sangat bertolak belakang dengan anak-anak.

Kalau benar kepemimpinan Kristen adalah melayani dengan kasih yang tulus tanpa pamrih, harusnya para pemimpin/orang tua dengan rendah hati mau "turun" ke dunianya anak-anak milenial untuk mencari tahu apa sebenarnya kebutuhan utama mereka. Saya percaya kebutuhan itu salah satunya adalah perhatian dan pengarahan yang benar sesuai firman Tuhan. Kenyataan ini membuat kita harusnya berpikir dengan serius akan kepemimpinan Kristen yang efektif yang tepat sasaran saat ini. Namun, di sini, saya tidak menyalahkan orang tua, saya percaya bahwa nilai-nilai orang tua saat ini adalah produk dari nilai-nilai yang diajarkan orang tua mereka pada masa lalu, dan nilai itu juga yang mungkin diajarkan lagi kepada anak mereka yang mungkin saja benar, tetapi keliru dalam cara mengajarkannya. Ini juga adalah sebuah tantangan, bahwa para orang tua harus dibina dengan cara yang tepat agar bisa memimpin generasi milenial dengan cara yang tepat pula. Kemudian, dari sisi generasi milenial atau anak muda, kita bisa jadi teladan atau role model dengan beberapa cara, yaitu serius belajar untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan, tidak lagi menyontek saat ujian, sopan dan menghormati orang tua, dengan berani menolak ajakan-ajakan melakukan dosa dari teman sebaya, membuka diri terlibat dalam banyak organisasi untuk mengembangkan kepemimpinan, mempelajari firman Tuhan dengan tekun, baik secara mandiri maupun kelompok. Hal ini memerlukan mentor, jadi mari kita secara aktif berinisiatif untuk berdoa dan mencari pembimbing atau orang-orang yang kita rasa/pikir bisa mengarahkan kita ke arah yang semakin dekat dengan kehendak Tuhan.

Saya sebagai pelayan kaum muda masih sangat percaya bahwa harapan kepemimpinan Kristen di generasi ini masih sangat terbuka lebar untuk kita para orang tua kembali menjadi teladan dan role model yang berpengaruh bagi generasi milenial ini. Jika saja kita dengan rendah hati mau mengevaluasi diri, belajar dan diajar oleh kebenaran firman Tuhan untuk menjangkau generasi ini dengan cara yang tepat dan sesuai dengan kondisi. Kemudian, sebagai generasi milenial, kita pun harus terbuka dengan setiap teguran dan masukan dari orang tua karena sesungguhnya mereka adalah wakil Allah untuk membimbing kita menjadi semakin dewasa dan bertanggung jawab atas hidup ini. Sebagai generasi Kristen milenial, kita harus ingat bahwa kitalah tulang punggung untuk memimpin gereja, bangsa, dan negara pada masa yang akan datang.

Soli Deo gloria

Komentar