Mengenal Karya Adaptasi
Shalom,
Adaptasi literatur bukanlah hal yang asing dalam dunia kepenulisan kita, tetapi sejauh mana Anda mengenal karya adaptasi? Apa saja kriterianya? Bagaimana cara membuat adaptasi yang baik? Di edisi ini, kami menyajikan artikel untuk membawa Pembaca lebih mengenal lagi tentang adaptasi dalam dunia literatur. Jangan lewatkan juga kolom Pojok Bahasa yang kali ini membahas tentang akronim dalam masyarakat kita. Akhir kata, selamat membaca edisi ini, semoga bermanfaat bagi Pembaca sekalian. Tuhan Yesus memberkati!
Guru + Bahan Ajar = Kemajuan Pendidikan
Shalom,
Pemilihan judul di atas agaknya tidak berlebihan mengingat begitu besarnya peranan guru dan materi pelajaran bagi peningkatan hasil belajar para murid. Judul tersebut juga menyatakan bahwa guru tanpa bahan ajar yang memadai akan kesulitan dalam memperlengkapi anak didiknya, dan sebaliknya, bahan ajar yang mutakhir sekalipun juga tidak dapat banyak berguna tanpa adanya guru yang rela merendahkan diri untuk terus belajar demi murid-muridnya.
Mengenal Buku Teks Pelajaran
Shalom,
Buku teks pelajaran tidak dapat dipisahkan dari dunia akademis. Sejak Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi, kita selalu membutuhkan buku ini untuk menolong kita memahami mata pelajaran atau mata kuliah yang disampaikan. Namun, seberapa jauh kita mengenal definisi buku teks pelajaran? Dan, bagaimana kriteria buku teks yang baik?
Berbagi Manfaat dengan Dunia
Shalom,
Menulis seharusnya adalah cara kita untuk mengekspresikan diri sekaligus untuk berbagi manfaat kepada masyarakat di sekitar kita. Pada edisi e-Penulis kali ini, kami menghadirkan tip sederhana yang dapat Ada praktikkan untuk menyusun karya-karya Anda sedemikian rupa sehingga tidak hanya saling bertautan satu sama lain (yang menunjukkan identitas Anda), tetapi juga agar karya-karya Anda dapat bermanfaat bagi orang lain. Di kolom Tokoh Penulis, kami menghadirkan sosok Jules Verne, seorang penulis yang dijuluki sebagai "Bapak Fiksi Ilmiah".
Menghidupkan Kembali Karya yang Telah "Mati"
Karya sastra memang tak 'kan lekang oleh waktu. Ada banyak cara untuk "menghidupkan kembali" karya-karya lama kita, yang mungkin sudah tidak diingat orang lagi. Pada satu sisi, ini memberi kesempatan bagi karya tersebut untuk kembali "eksis" di era yang berbeda. Di sisi lain, sang penulis pun akan mendapatkan keuntungan materi dari kemunculan kembali karya-karya lamanya. Salah satu cara untuk membangkitkan kembali karya-karya sastra kita yang "sudah mati" adalah dengan membuat omnibus. Apa itu? Silakan simak sajian kami dalam edisi ini.