Skip to main content

Menggunakan Strategi Membaca

Rencana Tindakan

Ketika Anda membaca, Anda ingin memahami apa yang Anda baca. Anda ingin menikmati apa yang Anda baca. Anda juga ingin dapat mengingat dan menggunakan informasi tersebut. Jadi, bagaimana Anda bisa menjadi pembaca yang lebih baik? Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan.

  1. Bacalah sesering mungkin.
  2. Bacalah apa saja (cerita, buku, koran, bahkan layar komputer).
  3. Ubahlah kecepatan Anda ketika membaca.
  4. Gunakan strategi-strategi membaca.

Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Membaca dan menulis adalah kegiatan yang sifatnya sangat personal. Ketika Anda punya minat kuat untuk membaca dan menulis, Anda sesungguhnya hanya berhadadapan dengan diri Anda. Jika Anda sudah berapi-api untuk membaca dan menulis, namun "bara api" yang berkobar di dalam diri Anda itu tiba-tiba padam, itu berarti yang memadamkannya adalah Anda sendiri.

Ada kemungkinan "api" itu padam karena Anda tak menemukan buku yang menyenangkan diri Anda. Sebuah buku yang ingin Anda baca mungkin saja tertemukan. Namun, Anda kemudian tidak dibuat senang oleh buku tersebut. Bahkan yang lebih parah, "api" membaca itu padam karena Anda disiksa oleh si buku. Kok bisa? Karena Anda tidak mencicipi lebih dahulu dan tidak bertanya kepada diri Anda secara tajam tentang alasan Anda ingin membaca buku tersebut.

Situs Pelitaku: Membaca Sambil Belajar Menulis

Seorang penulis pasti selalu ingin mendapatkan pelajaran berharga setiap hari. Membaca merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pelajaran tersebut. Setiap penulis pun pasti juga ingin menambah wawasan dan keterampilan menulisnya. Kami mengajak Anda untuk membaca seputar kepenulisan sekaligus belajar menulis dalam situs Pelitaku (Penulis Literatur Kristen dan Umum).

Ibadah dan Ibadat

Apa yang membedakan kata ibadah dengan ibadat? Cara yang paling gampang tentu dengan meraih kamus dan melihat apa yang dikatakan kamus tentang kedua kata tersebut. Maka cobalah membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga pada halaman 415. Pada halaman pertama dari daftar huruf I itu, kita langsung bertemu dengan kedua kata tersebut.

Baik ibadah maupun ibadat sepertinya bisa saling menggantikan. Pada lema ibadah, tercantum salah satu artinya ialah "ibadat". Demikian pula sebaliknya. Tapi benarkah keduanya bisa saling menggantikan? Belum tentu! Coba lihat pengertian lain yang ditawarkan oleh KBBI yang ukurannya memang besar itu.

Saling Berbagi Sesama Penulis

Sejak duduk di sekolah dasar, kita sudah dikenalkan dengan klub belajar (belajar kelompok). Kegiatan yang sangat menyenangkan dan para anggotanya dapat belajar dengan lebih cepat karena bisa saling melengkapi satu sama lain. Begitu pula dalam belajar menulis. Dengan membentuk klub menulis, kita dapat berkumpul bersama untuk menceritakan hasil tulisan dan mengispirasi satu sama lain untuk terus menulis. Bisa juga saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam menulis. Jika kita belajar sendiri, wawasan dan pengetahuan kita mungkin tidak seluas saat kita belajar bersama dalam klub menulis, dan kecepatan belajar kita tidak secepat saat kita bergabung di dalam klub menulis.

Bagaimana dan Mengapa Memulai Kelompok Menulis

Setelah tinggal di daerah pelosok di Colorado, saya sangat mendambakan satu kehidupan seperti yang saya lihat di kota -- terutama, salah satunya kemampuan untuk menjalin koneksi dengan penulis-penulis lain. Dengan bergabung dalam kelompok menulis atau klub penulis, Anda mendapat kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan menulis yang Anda miliki secara pribadi dan bersama-sama sebagai satu tim, mengasah keterampilan Anda, dan secara terus-menerus menambah pemacu untuk mengobarkan semangat Anda dalam mencari ilham.

Catatan dari Sebuah Klub Menulis

Salah satu hal yang membuat saya takjub pada hidup adalah ketika kita membiarkan hal-hal yang tak terduga datang. Kita seakan mengapung dengan keseimbangan "sempurna" di dalamnya. Tak ada dorongan berlebihan karena asa yang meluap-luap. Tak ada sesak karena penolakan dalam diri. Mengalir, begitu saja.

Seperti keberadaan saya di sebuah klub menulis ini. Tak terduga. Tanpa saya cari, tanpa saya tolak. Saya terima begitu saja, ketika ajakan dari seorang kawan itu menghampiri. Ini adalah klub menulis yang unik. Yang saya tahu, kebanyakan klub menulis di luar sana adalah sebuah klub yang lepas, hanya didasari oleh minat menulis. Tapi klub menulis ini dipayungi oleh satu organisasi dan berbicara atas nama satu sektor, HIV dan AIDS. Klub menulis ini bernama Klub Menulis Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), memiliki "tagline": Klub Menulis yang Menyenangkan.

Pdt. Weinata Sairin, M.Th.: Pelayanan Pendeta Penulis

Diringkas oleh: Davida Welni Dana

Tokoh penulis kali ini merupakan seorang pendeta yang juga aktif sebagai pengurus berbagai organisasi kekristenan, Pdt. Weinata Sairin, M.Th. Beliau juga adalah seseorang yang sangat berminat pada bidang sastra, jurnalistik, dan penulisan di bidang keagamaan, gereja, dan masyarakat.

Selain menulis pada berbagai media massa, ia menulis narasi Natal untuk Perayaan Natal KORPRI Pusat & ABRI sejak tahun 1990, dan bersama TB Silalahi, ia menulis naskah oratorium Natal KORPRI Pusat dan ABRI tahun 1995 dan 1996.

Menulis, Siapa Takut?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa tidak harus memiliki bakat khusus untuk dapat menjadi seorang penulis. Menjadi penulis merupakan pilihan, mau atau tidak? Nah, terkadang alasan tidak memiliki bakat inilah yang menjadi hambatan bagi para penulis pemula untuk mengepakkan sayap di dunia tulis-menulis. Merasa tidak percaya diri bahwa dia mampu menghasilkan sebuah tulisan yang dapat memengaruhi dunia membuatnya memilih untuk tidak menulis. Apakah Sahabat Penulis merupakan salah satu orang yang takut untuk mulai menulis?