Skip to main content

Menulislah dengan Detail dan Cermat

Detail membuat tulisan Anda hidup! Perhatikanlah nasihat Tolstoy:

"Saya tidak memberitahu. Saya tidak menjelaskan. Saya menunjukkan."

Kata-kata Anda harus menghidupkan gambaran di benak Anda. Gambaran yang penuh warna, atau kalau mungkin, gambaran yang Anda telusuri seperti detektif yang hebat. Menurut Jack Cappon, seorang penyunting di Associated Press (AP), "warna" adalah perkara yang menyangkut detail -- terkadang detail yang kecil-kecil. Jules Loh dari AP, dalam sebuah profil Herbert Hoover, mengamati bahwa di meja kerja Hoover ada sebuah kotak yang berisi selusin pensil yang diserut tajam; sebuah detail yang biasanya tak luput dari pengamatan para penulis yang baik. Namun, Loh juga melihat bahwa penghapus di semua pensil itu hampir habis dipakai. Detail ini bercerita lebih banyak tentang Hoover daripada hal-hal yang tampak jelas: warna dasinya, kilap sepatunya, dll..

Membuat Garis Besar yang Detail

Membuat dan menggunakan garis besar yang detail adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan saat menulis artikel Anda. Dengan ini, Anda dapat mengatur ide-ide Anda terlebih dahulu untuk memastikan bahwa konten Anda akan mengalir dengan lancar.

Berikut adalah bagaimana Anda dapat membuat garis besar yang detail.

1. Pilih topik.

Tentukanlah topik apa yang akan Anda tulis. Pastikan bahwa itu adalah sesuatu yang akan mencapai tujuan Anda dan sesuatu yang akan menangkap perhatian target pembaca Anda.

2. Penelitian yang mendalam.

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah penelitian secara mendalam terhadap topik pilihan Anda. Anda dapat menggunakan blog, forum, situs, buku elektronik, dan lain-lain sebagai sumber informasi. Anda juga dapat melakukan wawancara dan berbicara dengan orang-orang yang Anda targetkan. Semakin banyak informasi yang Anda kumpulkan, semakin baik.

Memperkuat Komitmen

Shalom,

Biasanya, awal tahun yang baru selalu menjadi momentum untuk memulai sebuah lembaran baru dalam kehidupan. Bagi para penulis, awal tahun yang baru bisa menjadi sebuah tonggak untuk lebih berkomitmen dalam menekuni dunia menulis. Redaksi e-Penulis berharap, dalam resolusi Anda tahun ini, ada komitmen untuk lebih produktif dalam menulis dan menelurkan karya-karya tulis yang semakin memuliakan Tuhan.

Sepuluh Perintah Untuk Penulis Kristen

Dari mana Anda memulainya?

Bila Anda adalah seorang penulis Kristen, maka Anda memunyai ukuran tambahan dalam hal tanggung jawab menuliskan kata-kata yang sesuai dengan hati Tuhan. Standar integritas dan kebenaran yang lebih besar juga menjadi tanggung jawab Anda kepada Tuhan dan juga pembaca Anda. Oleh sebab itu muncullah standar kesempurnaan yang terus berkembang dalam penerbitan Kristen bagi seluruh penulis Kristen. Dengan seluruh harapan-harapan ini maka bagaimana Anda mulai menulis kata-kata Anda yang mencerminkan hati Tuhan?

Grace Livingston Hill, Novelis yang Setia Menyampaikan Pesan Tuhan

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Grace Livingston Hill dikenal publik sebagai "Ratu Novel Kristen". Banyak orang yang mengaguminya. Grace adalah anak tunggal seorang pastor Presbiterian yang lahir sehari setelah peristiwa penembakan Presiden Abraham Lincoln. Grace mulai mengenal tulisan melalui buku cerita yang dibacakan orang tuanya.

Grace memutuskan untuk menjadi penulis setelah suaminya meninggal. Pengalamannya menjanda memberikan kontribusi besar dalam tulisan-tulisannya. Dalam 1 tahun, rata-rata ada dua novel yang ditelurkannya. Novel pertamanya adalah "A Chautauqua Idyl" (1887). Kemudian ia menulis "The Witness" (Saksi) (1939) yang menarik perhatian harian Sunday School Herald dan yang membuat banyak orang menjadi percaya kepada Kristus serta memperbarui komitmen iman Kristen mereka. Ada juga "A Girl to Come Home To" (Gadis yang Pulang ke Rumah) yang bercerita tentang seorang veteran yang pertama kali melihat pertempuran berdarah lalu menjadi kecewa. Imannya lalu dikuatkan kembali sepulangnya dari medan perang. Sementara buku terakhir Grace yang terbit adalah "Where Two Ways Meet" (Tempat Dua Jalan Bertemu). Selain menulis novel, ia juga menulis kolom religius, "The Christian Endeavor Hour", dan berkolaborasi dengan Evangeline Booth untuk menulis "The War Romance of Salvation Army" (Romans Perang Bala Keselamatan) (1918).

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Grace Livingston Hill dikenal publik sebagai "Ratu Novel Kristen". Banyak orang yang mengaguminya. Grace adalah anak tunggal seorang pastor Presbiterian yang lahir sehari setelah peristiwa penembakan Presiden Abraham Lincoln. Grace mulai mengenal tulisan melalui buku cerita yang dibacakan orang tuanya.

Grace memutuskan untuk menjadi penulis setelah suaminya meninggal. Pengalamannya menjanda memberikan kontribusi besar dalam tulisan-tulisannya. Dalam 1 tahun, rata-rata ada dua novel yang ditelurkannya. Novel pertamanya adalah "A Chautauqua Idyl" (1887). Kemudian ia menulis "The Witness" (Saksi) (1939) yang menarik perhatian harian Sunday School Herald dan yang membuat banyak orang menjadi percaya kepada Kristus serta memperbarui komitmen iman Kristen mereka. Ada juga "A Girl to Come Home To" (Gadis yang Pulang ke Rumah) yang bercerita tentang seorang veteran yang pertama kali melihat pertempuran berdarah lalu menjadi kecewa. Imannya lalu dikuatkan kembali sepulangnya dari medan perang. Sementara buku terakhir Grace yang terbit adalah "
WHERE Two Ways Meet" (Tempat Dua Jalan Bertemu). Selain menulis novel, ia juga menulis kolom religius, "The Christian Endeavor Hour", dan berkolaborasi dengan Evangeline Booth untuk menulis "The War Romance of Salvation Army" (Romans Perang Bala Keselamatan) (1918).

Menembus Media Massa

Shalom,

Para penulis yang menorehkan tinta di berbagai halaman media cetak maupun yang berhasil menulis buku tidak serta merta mencapai kesuksesannya dengan mudah. Mereka tidak lain adalah para pejuang yang tak mengenal putus asa. Bukan hanya tenaga yang mereka korbankan, namun juga waktu, uang, dan perasaan. Tak sedikit penulis sukses yang harus bolak-balik ke kantor pos atau penerbit untuk mengirimkan tulisannya. Alih-alih tulisannya dimuat, malah surat penolakan yang datang. Lantas, apakah cukup sampai di sini? Tidak! Kita harus memiliki ketekunan dan kesabaran jika kita ingin tulisan kita menembus media massa. Ingat, selama ada keinginan pasti ada jalan.

Kiat Menulis di Media Massa

"Ambisi tidak akan pernah menghasilkan apa-apa sampai ia dipadukan dengan kerja keras." (NN)

Barangkali banyak orang beranggapan menulis di media massa (surat kabar, majalah, tabloid, dll.) itu sulit. Sebaliknya, tidak sedikit yang berpendapat menulis di media massa itu gampang. Tidak mudah untuk menilai mana yang benar, mana yang salah. Sangat boleh jadi keduanya benar. Atau, mungkin yang benar rumusannya: gampang-gampang sulit; atau sulit-sulit gampang. Maksudnya, memang menulis di media massa itu tidak mudah, namun bukan berarti sulit melulu sehingga mustahil orang melakukannya. Kalau orang mau mengakui unsur kesulitannya, mau mendekatinya, bersedia merangkulnya, dan tidak henti-henti menjajalnya, maka lama- lama akan bisa atau terasa menjadi gampang. Sebaliknya, kalau orang beranjak dengan anggapan bahwa menulis di media massa itu gampang, bahkan karenanya lalu menggampangkan (menganggap segalanya gampang, dengan nada congkak), maka justru akan menjadi sulit, karena dia tidak bakal menghasilkan apa-apa, alias berhenti di tempat, stagnan.

Bagaimana Caranya Agar Tulisan Saya Diterbitkan?

Kebanyakan penulis pasti berharap tulisannya diterbitkan karena melihat tulisan sendiri dicetak dan dijual merupakan dukungan yang luar biasa atas panggilan, dan (sepertinya) dapat menambah pendapatan. Saya ingin memberitahukan kepada Anda bagaimana caranya sehingga tulisan saya diterbitkan dan memberikan komentar umum berdasarkan pengalaman saya.

Saya selalu ingin menulis. Saya senang menciptakan tokoh dan alur cerita dan saya suka dengan ide pengembangan orang yang menarik dan menempatkannya dalam situasi yang tak biasa atau menantang. Kira-kira 10 tahun yang lalu, saya membaca cerita pendek tentang malaikat penjaga. Gagasan tersebut membangkitkan minat dan saya mulai berpikir tentang malaikat- malaikat, khususnya menurut pandangan Kristen.