Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Sastra Apokaliptik

Gaya penulisan apokaliptik tampaknya terinspirasi dari kitab-kitab nubuatan di Alkitab, khususnya Daniel. Apa arti pentingnya bagi kita sekarang?

Sastra Apokaliptik

Kitab Wahyu (El Apocalipsis dalam bahasa Spanyol) adalah contoh dari sastra apokaliptik. Mengapa beberapa literatur dalam gaya ini termasuk di dalam Alkitab?

Banyak nabi Perjanjian Lama diberi penglihatan oleh Allah tentang seperti apa nantinya keadaan masyarakat ketika Israel dan Yehuda kembali kepada Allah dan Kerajaan Allah didirikan di bumi. Aspek futuristik ini adalah tema yang umum.

Dalam penglihatan-penglihatan kepada para nabi ini, sesekali terdapat simbol-simbol yang menggambarkan kerajaan dan kekuasaan akhir zaman. Simbol-simbol seperti ini terutama sangat banyak didapati dalam kitab Daniel. Dalam Daniel 2, gambaran yang dilihat oleh Raja Nebukadnezar dalam mimpi ditampilkan untuk melambangkan empat kerajaan yang berkuasa di dunia. Dalam Daniel 7, empat binatang melambangkan empat kerajaan yang sama yang akan menguasai dunia.

Sastra apokaliptik

Kitab Wahyu, yang merupakan salah satu buku paling kontroversial dan paling sedikit dipahami di Alkitab, adalah juga penuh dengan simbol. Tidak seperti kitab-kitab lainnya di dalam Perjanjian Baru, Wahyu memiliki binatang simbolis dan keterangan waktunya adalah waktu sebelum kedatangan Kristus ke bumi dan apa yang Dia akan lakukan sesudahnya.

Gaya penulisan yang penuh dengan simbolisme dan penglihatan ini kemudian dikenal sebagai apokaliptik. Apokaliptik berasal dari kata "apokalupsis" Yunani, yang berarti "pengungkapan" atau "wahyu" (Wahyu 1:1).

Pengkritik kadang-kadang mencoba untuk meremehkan pentingnya bagian dari Alkitab yang ditulis dalam gaya apokaliptik dengan alasan bahwa kita bisa sangat yakin mengenai tulisan-tulisan ini adalah bahwa akhirnya kebaikan menang atas kejahatan.

Meskipun memang benar bahwa kebaikan jalan hidup Allah akan menang dalam jangka panjangnya, ada banyak lagi yang bisa kita peroleh dari kitab-kitab di Alkitab yang ditulis dalam gaya apokaliptik. Bagaimanapun, Allah Bapa menginspirasi gaya penulisan ini dalam Alkitab (2 Timotius 3:16) dan menggunakannya untuk menyampaikan isi kitab Wahyu (Wahyu 1:1).

Mengapa gaya ini digunakan dalam Alkitab?

Karena gaya penulisan apokaliptik melibatkan simbolisme yang membutuhkan interpretasi. Beberapa orang bertanya-tanya mengapa gaya ini dimasukkan dalam Alkitab. Bukankah akan lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipahami jika menggunakan pendekatan yang lebih langsung?

Mengomentari gaya apokaliptik di kitab Wahyu, buku "The Expositor's Bible Commentary" mengatakan, "Mengapa Tuhan menggunakan metode yang tampaknya membuat pesannya begitu tidak jelas? Jawabannya ada dua. Pertama, bahasa dan penggambaran tidak begitu aneh bagi pembaca abad pertama seperti halnya bagi pembaca masa kini. Kedua, topik pembicaraannya, dengan penglihatan sekilas masuk ke masa depan dan bahkan masuk ke surga itu sendiri memerlukan jenis bahasa yang digunakan oleh Yohanes. Hanya melalui simbolisme dan penggambaran, maka kita bisa memperoleh beberapa pemahaman tentang hal-hal yang Tuhan singkapkan (Pengantar Kitab Wahyu)".

"Penggunaan tulisan apokaliptik di Alkitab diilhami oleh Allah, dan gaya ini berfungsi sebagai media sastra yang sangat baik untuk menyampaikan peristiwa nubuatan masa depan. Fakta bahwa penipu juga menggunakan gaya yang sama tidak mengurangi nilai dari nubuat-nubuat di Alkitab." Sebagaimana dicatat oleh The Expositor's Bible Commentary, gaya apokaliptik itu terutama cocok untuk menggambarkan peristiwa masa depan. Gaya ini menjembatani sekitar 2.000 tahun dari saat penglihatan-penglihatan di dalam kitab Wahyu pertama kali tercatat sampai ke saat ini. Terminologi yang digunakan hari ini berbeda dari apa yang umum di abad pertama untuk menggambarkan tindakan politik negara, pemimpin agama, wabah penyakit, dan peperangan. Namun, melalui penelitian yang cermat tentang kitab Wahyu, kita dapat menerjemahkan simbol-simbol ke dalam terminologi abad ke-21.

Tulisan-Tulisan Nonkanonik

Gaya penulisan Alkitab tampaknya telah mengilhami sejumlah tulisan non-Alkitab. Ungkapan "sastra apokaliptik" digunakan untuk menggambarkan beberapa tulisan nonkanonik yang disebut Apokrifa.

Kitab-kitab yang membentuk Apokrifa disertakan di dalam beberapa Alkitab di antara kitab Perjanjian Lama dan Baru. Meskipun kitab-kitab ini bukan bagian dari firman Allah, beberapa dari mereka (misalnya 1 Makabe) memberikan perincian sejarah yang menarik. Perlu diperhatikan bahwa beberapa tulisan dari Apokrifa bertentangan dengan Alkitab dan bahwa karya-karya ini tidak pernah dikutip oleh para penulis Perjanjian Baru. Mereka tidak dianggap sebagai bagian dari Alkitab pada abad pertama.

Kitab-kitab lain dalam gaya apokaliptik disebut sebagai pseudepigrapha, karena identitas penulis yang sebenarnya sering disembunyikan. Menurut "The Message of Daniel" oleh Ronald S. Wallace, "Hal itu menambahkan wewenang pada pesan bagi penulis untuk menyembunyikan identitasnya dan untuk menempatkan pesan seolah-olah itu adalah nubuatan atau mimpi yang diberikan berabad-abad sebelumnya. ... Wahyu mereka kemudian menjelaskan rencana rahasia Allah bagi akhir zaman dengan penggunaan istilah dan simbol yang sama dengan yang digunakan dalam kitab Daniel" (1973, hlm. 24).

Pentingnya bagian dari Alkitab yang ditulis dalam gaya apokaliptik.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Karya sastra apokaliptik "terutama berasal dari Yahudi" dan muncul "selama periode antara 210 sM dan 200 M" (The International Standard Bible Encyclopedia, "Apocalyptic Literature Introduction ").

The International Standard Bible Encyclopedia juga menjelaskan bahwa "karya-karya pseudepigraphic ... memiliki banyak fitur yang sama. Yang paling mencolok adalah kemiripan mereka semua dengan yang ada di kitab Daniel." Serupa dengan kitab Daniel, banyak dari mereka menggambarkan penglihatan-penglihatan yang konon dilihat oleh penulisnya.

Singkatnya, penggunaan tulisan apokaliptik di Alkitab diilhami oleh Allah, dan gaya ini berfungsi sebagai media sastra yang sangat baik untuk menyampaikan peristiwa nubuatan masa depan. Fakta bahwa penipu juga menggunakan gaya yang sama tidak mengurangi nilai dari nubuat-nubuat di Alkitab. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Life, Hope, and Truth
Alamat URL : https://lifehopeandtruth.com/prophecy/understanding-the-book-of-daniel/apocalyptic-literature/
Judul asli artikel : Apocalyptic Literature
Penulis artikel : David Treybig
Tanggal akses : 10 Juni 2016

Komentar