Seni Drama adalah Anugerah Allah
DARI REDAKSI: Seni Drama adalah Anugerah Allah
Pada edisi e-Penulis bulan lalu, kita telah belajar bahwa teater atau drama bisa menjadi sarana untuk memberitakan Kabar Baik. Lantas, bagaimana kita bisa memaksimalkan seni peran ini supaya menjadi pelayanan yang efektif bagi Kerajaan Allah? Sajian e-Penulis kali ini akan memaparkan secara gamblang mengenai hal ini.
Menyampaikan Kebenaran Melalui Drama atau Teater
Bagi pecinta seni peran, dunia drama dan teater memang sangat menarik. Drama dan teater bisa menjadi arena istimewa untuk mengekspresikan pesan kepada orang lain. Bagaimana jika drama atau teater digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan kebenaran? Jika ada di antara Sahabat e-Penulis yang mencintai seni peran, apa yang akan Anda lakukan melalui drama dan teater bagi kemuliaan Tuhan? Sajian e-Penulis ini akan membuka wawasan dan hati kita untuk mengembalikan seni peran, drama dan teater, bagi kemuliaan Tuhan. Apakah cukup hanya dengan berperan sebaik mungkin?
Pentingnya Pelayanan Literatur
Pelayanan literatur sangat penting untuk mendukung pemberitaan Injil. Apakah Anda sudah terlibat dalam pelayanan literatur di gereja? Atau, Anda memiliki kerinduan untuk memulai, melanjutkan, bahkan membangkitkan kembali pelayanan literatur di gereja? Edisi e-Penulis kali ini mengajak setiap orang percaya untuk lebih lagi memedulikan pelayanan literatur di gereja, terutama yang berfokus pada karya-karya sastra Kristen.
Bersua Natal dalam Perubahan
Natal telah datang kembali. Setiap tahun, dia mengunjungi kita. Seperti seorang kerabat yang lama tidak bertemu, akankah Natal berkomentar kepada kita, "Wah, kamu sekarang sudah berubah ya? Sudah semakin dewasa." Atau, justru dia akan bertanya, "Kamu kok tidak berubah ya? Masih seperti yang dulu." Tentu saja semua pertanyaan Natal itu ada dalam konteks perubahan secara rohani.
Yuk, Menulis Tentang Natal dalam Berbagai Media!
Salah satu kelebihan penulis ialah ia bisa melihat atau menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda, lalu menuliskan hasil pengamatannya itu menjadi sebuah tulisan yang menarik.
Buku Panduan Itu Penting!
Sebuah produk bisa digunakan dengan benar, tepat, dan maksimal jika penggunanya membaca buku panduan penggunaan produk. Sebuah kue dianggap enak, nikmat, dan seimbang (gizi) jika pembuatnya mengikuti aturan porsi bahan dan prosedur pembuatan kue dengan benar.
Buku Sebagai Media Komunikasi
Media komunikasi terus berkembang. Apabila pada masa prasejarah orang-orang menuliskan apa yang ada dalam pikiran mereka pada lempengan batu, papirus, atau perkamen, pada masa modern saat ini orang-orang bisa menuliskannya di kertas/buku, bahkan media digital. Sebagai salah satu bentuk media komunikasi, buku menjadi media yang efektif untuk memberikan informasi. Sebagai contoh, buku pedoman. Buku ini berisi informasi dan petunjuk bagi pembaca untuk mengetahui sesuatu secara lengkap. Anda ingin memahami lebih jauh tentang buku pedoman? Silakan menyimaknya dalam kolom Artikel yang telah kami sajikan.
Menjadi Pelaku Bahasa Indonesia yang Baik
Jika pertanyaan "Siapakah yang bertanggung jawab melestarikan bahasa Indonesia?" diajukan ke masyarakat Indonesia, bisa diyakini bahwa sembilan puluh persen akan mengetahui jawabannya dengan benar. Ya, para penutur asli bahasa Indonesialah yang sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kelestarian bahasa Indonesia. Namun, kenyataannya, tanggung jawab itu belum sepenuhnya dipikul oleh segenap bangsa, seperti yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda. Bahkan, orang-orang yang bergelut dengan bahasa Indonesia sendiri pun masih banyak yang abai terhadap penggunaan bahasa Indonesia mereka dan terhadap kelestarian bahasa Indonesia. Sepertinya, bangsa Indonesia memang belum siap menghadapi hujan serangan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dalam kehidupan berbahasa mereka.
Bahasa yang Beradaptasi
Laiknya organisme hidup, bahasa tidak hentinya berkembang dengan melahirkan istilah-istilah baru. Tumbuh dalam ekosistem teknologi yang semakin maju dan tumbuh pesat, bahasa dipaksa beradaptasi dengan memunculkan kosakata baru untuk memperkenalkan produk-produk teknologi. Kita mengenal kata "gawai" beberapa tahun lalu sebagai "pekerjaan" atau "perkakas", tetapi sekarang kita juga memakainya sebagai padanan dari "gadget". Ini hanya satu contoh kecil saja, masih ada bidang-bidang lain yang membutuhkan adaptasi bahasa oleh bahasa Indonesia. Meski mencampurkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, lebih banyak diterapkan oleh penutur bahasa Indonesia sekarang, bukan berarti menciptakan kosakata baru bahasa Indonesia menjadi tidak penting. Sebaliknya, kondisi ini seharusnya menantang para penutur bahasa Indonesia untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia.