Pada Konferensi Nasional The Gospel Coalition 2013 di Orlando, saya akan bergabung dengan teman-teman editor Collin Hansen dan Jennifer Lyell dalam diskusi panel "Pertemuan Fokus" tentang "Cara Agar Diterbitkan" (9 April 2013). Kami akan membahas beberapa hal dan mencoba menjawab beberapa pertanyaan.
Terus terang, diskusi tentang cara agar diterbitkan tidak akan berarti jika sejak awal Anda tidak bisa menulis dengan baik.
Berikut adalah dua saran jika Anda ingin meningkatkan tulisan Anda:
1. Bacalah kumpulan kutipan tentang "20 Great Writers on the Art of Revision," ("20 Penulis Hebat tentang Seni Revisi" - Red.) ini, dan tanamkan prinsipnya dengan jelas di kepala Anda.
2. Beli, baca, dan terapkan tulisan "Joseph Williams's Style: The Basics of Clarity and Grace." ("Gaya Joseph William: Dasar-Dasar Kejelasan dan Keapikan" - Red.) (Tersedia buku panduan/buku kerjanya juga.)
Berikut ini ringkasan dari poin-poin utamanya:
Sepuluh Prinsip untuk Menulis dengan Jelas

- Bedakan aturan tata bahasa yang pasti dari yang tidak jelas.
- Gunakan subjek untuk menamai karakter dalam cerita Anda, hindari abstraksi.
- Gunakan kata kerja untuk menyebutkan tindakan penting karakter, identifikasi tindakan dan hindari nominalisasi.
- Awali kalimat Anda dengan unit informasi yang sudah familier, gunakan fragmen pengantar dan klausa subordinat pada awal kalimat.
- Munculkan kata kerja utama sedini mungkin:
- Tempatkan unit informasi baru yang kompleks pada akhir kalimat, sediakan transisi untuk sampai ke sana.
- Awali suatu bagian dengan kalimat pembuka yang konsisten dengan topik/subjek pembahasan.
- Jangan bertele-tele:
- Kendalikan penyebaran kata
- Lebih dari semua itu, menulislah kepada orang lain seperti Anda ingin orang lain menulis kepada Anda.
- Hindari frasa dan klausa pengantar yang panjang dan rumit.
- Hindari subjek abstrak yang panjang.
- Hindari menyela koneksi antara subjek-kata kerja.
- Kurangi kata-kata yang tidak bermakna dan berulang serta implikasi yang jelas dan kalimat klise.
- Masukkan arti sebuah frasa ke dalam satu atau dua kata.
- Pilihlah kalimat afirmatif dibanding kalimat negatif.
- Jangan menempelkan lebih dari satu klausa bawahan ke klausa inti.
- Perpanjang kalimat dengan pengubah yang bersifat meneruskan, menyimpulkan, dan bebas.
- Perpanjang kalimat dengan struktur koordinat setelah kata kerja.
Sepuluh Prinsip Menulis Secara Koheren
- Dalam pendahuluan Anda, doronglah pembaca untuk membaca secara saksama dengan menyatakan sebuah masalah yang harus mereka pedulikan.
- Nyatakan maksud Anda secara jelas, solusi untuk masalah, biasanya dituliskan pada akhir pendahuluan.
- Dalam hal itu, perkenalkan konsep-konsep penting yang akan Anda kembangkan berikutnya.
- Buatlah jelas di mana setiap potongan/bagian dimulai dan diakhiri.
- Buatlah segala penjelasan di bawahnya relevan dengan poin Anda.
- Susunlah masing-masing potongan dengan cara yang jelas dan masuk akal bagi pembaca Anda.
- Bukalah setiap potongan/bagian dengan segmen pengantar singkatnya sendiri.
- Letakkan poin dari setiap potongan/bagian pada akhir segmen pembuka itu.
- Awali suatu bagian dengan kalimat pembuka yang konsisten dengan topik/subjek pembahasan.
- Buat koneksi lama/baru yang kohesif antar kalimat.
Jika Anda menemukan daftar semacam ini membantu, inilah daftar lain yang berasal dari buku karya Roy Peter Clark, "Writing Tools: 50 Essential Strategies for Every Writer" ("Alat Menulis: 50 Strategi Esensial untuk Setiap Penulis" - Red.)
I. Mur dan Baut
1. Mulailah kalimat dengan subjek dan kata kerja.
Nyatakan maksud utama di awal kalimat, lalu biarkan elemen penjelasan yang lebih lemah dituliskan berikutnya.
2. Urutkan kata-kata untuk penekanan.
Tempatkan kata-kata yang kuat pada bagian awal dan akhir kalimat.
3. Aktifkan kata kerja Anda.
Kata kerja yang kuat mewakili tindakan, menghemat penggunaan kata, dan mengungkapkan para pemain.
4. Jadilah pasif-agresif.
Gunakan kata kerja pasif untuk menunjukkan "korban" dari tindakan.
5. Perhatikan kata-kata keterangan tersebut.
Gunakan kata-kata itu untuk mengubah arti kata kerja.
6. Kurangi penggunaan "-ings" (tata bahasa untuk hal-hal yang sedang dilakukan atau dahulu sedang dilakukan - Red.).
Pilihlah pola tata bahasa simple present (tata bahasa menunjukkan hal yang terjadi pada masa sekarang) atau simple past (tata bahasa menunjukkan hal yang terjadi pada masa lalu).
7. Jangan takut menggunakan kalimat yang panjang.
Bawa pembaca dalam perjalanan bahasa dan makna.
8. Tetapkan suatu pola, lalu buat elemen yang tak terduga.
Bangun konstruksi paralel, tetapi kemudian masukkan sesuatu yang mengejutkan.
9. Biarkan tanda baca mengontrol kecepatan dan ruang.
Pelajari aturannya, tetapi sadarilah bahwa Anda memiliki lebih banyak pilihan daripada yang Anda pikirkan.
10. Potong yang besar, lalu yang kecil.
Potong kalimat yang tidak bermakna, lalu buang kata-kata yang tidak efektif.
II. Efek khusus
11. Pilihlah yang sederhana dibandingkan yang bersifat teknis.
Gunakan kata, kalimat, dan paragraf yang lebih pendek untuk menjelaskan poin-poin yang rumit.
12. Berikan ruang pada kata-kata kunci.
Jangan ulangi kata khusus, kecuali Anda menginginkan efek tertentu.
13. Bermainlah dengan kata-kata, bahkan dalam cerita-cerita serius.
Pilih kata-kata yang penulis biasa hindari, tetapi yang dipahami pembaca kebanyakan.
14. Berikan detail yang memikat.
Gali detail yang konkret dan spesifik yang menarik bagi setiap indra.
15. Perhatikan nama.
Nama-nama yang menarik akan mendapat perhatian penulis -- dan pembaca.
16. Carilah gambar asli.
Hindari hal-hal yang klise dan kreativitas tingkat dasar.
17. Coba gunakan bahasa kreatif yang tidak biasa digunakan.
Buatlah daftar kata-kata, yang terpikirkan secara spontan dari satu kata ke kata yang lain, dan terkejutlah dengan bahasa.
18. Atur tempo dengan panjang kalimat.
Variasikan kalimat untuk memengaruhi kecepatan pembaca.
19. Variasikan panjang paragraf.
Buat paragraf pendek atau panjang -- atau lakukan "bergantian"- agar sesuai dengan maksud Anda.
20. Pilihlah jumlah elemen yang sesuai dengan tujuan.
Satu, dua, tiga, atau empat: Masing-masing mengirimkan pesan rahasia kepada pembaca.
21. Ketahuilah kapan harus merendah dan kapan harus melebih-lebihkan.
Ketika topiknya sangat serius, tulislah dengan merendah; ketika tidak serius, silakan melebih-lebihkan.
22. Naik turun dalam hal abstraksi.
Pelajari kapan harus menunjukkan, kapan harus memberi tahu, dan kapan harus melakukan keduanya.
23. Sesuaikan suara Anda.
Bacalah draft dengan keras.
III. Cetak biru
24. Bekerjalah berdasarkan sebuah rencana.
Susunlah daftar bagian-bagian besar dari karya Anda.
25. Pelajari perbedaan antara laporan dan cerita.
Gunakan yang pertama untuk memberikan informasi, dan yang kedua untuk memberikan pengalaman.
26. Gunakan dialog sebagai bentuk aksi.
Dialog memajukan narasi; kutipan menundanya.
27. Ungkapkan ciri setiap karakter.
Tunjukkan karakteristik melalui adegan, detail, dan dialog.
28. Letakkan hal-hal aneh dan menarik di samping satu sama lain.
Bantulah pembaca belajar dari kontras yang ditunjukkan.
29. Tandai peristiwa dramatis atau kesimpulan yang kuat.
Tanamkan petunjuk penting sejak awal.
30. Untuk menghasilkan ketegangan, gunakan alur cerita internal yang menggantung.
Untuk mendorong pembaca, buatlah mereka menunggu.
31. Susunlah karya Anda dengan berpusat pada pertanyaan kunci.
Cerita yang bagus membutuhkan sebuah mesin, sebuah pertanyaan yang dijawab melalui tindakan bagi pembaca.
32. Tempatkan koin emas di sepanjang jalan.
Hadiahi pembaca dengan poin-poin yang tinggi, terutama di bagian pertengahan.
33. Ulangi, ulangi, ulangi.
Pengulangan yang dilakukan dengan sengaja akan menghubungkan setiap bagian.
34. Tulislah dari sudut sinematik yang berbeda.
Ubah buku catatan Anda menjadi "kamera".
35. Laporkan dan tulis dalam bentuk adegan.
Kemudian, sejajarkan mereka dalam urutan yang bermakna.
36. Campurkan beberapa modus naratif.
Gabungkan bentuk-bentuk cerita menggunakan "garis putus-putus".
37. Dalam tulisan pendek, jangan sia-siakan satu suku kata pun.
Bentuklah karya yang lebih pendek dengan cerdas dan cantik.
38. Gunakan arketipe dibanding stereotip.
Gunakan simbol yang halus, bukan canang yang gemerincing.
39. Menulis menuju akhir.
Bantulah pembaca menutup lingkaran makna.
IV. Kebiasaan yang Bermanfaat
40. Buat konsep pernyataan misi untuk karya Anda.
Untuk mempertajam pembelajaran Anda, tuliskan tentang tulisan Anda.
41. Ubah penundaan menjadi latihan.
Rencanakan dan tuliskan itu terlebih dahulu di kepala Anda.
42. Kerjakan pekerjaan rumah Anda lebih dahulu dengan baik.
Bersiaplah untuk hal-hal yang diharapkan -- dan yang tidak diharapkan.
43. Bacalah, baik bentuk maupun isinya.
Cermati teknis penulisan suatu teks.
44. Hemat benang.
Untuk proyek-proyek besar, simpanlah hal-hal yang dibuang orang lain.
45. Bagilah suatu proyek panjang menjadi beberapa bagian.
Kemudian, kumpulkan potongan-potongan itu menjadi sesuatu yang utuh.
46. Perhatikan semua keterampilan yang mendukung karya Anda.
Untuk melakukan yang terbaik, bantu orang lain melakukan yang terbaik.
47. Rekrutlah kelompok pendukung Anda sendiri.
Buatlah kelompok pendukung untuk mendapat umpan balik.
48. Batasilah kritik diri dalam naskah awal.
Lakukan itu selama proses revisi.
49. Belajarlah dari kritikus Anda.
Berikan toleransi, bahkan terhadap kritik yang tidak masuk akal.
50. Miliki alat-alat untuk pembuatan karya Anda.
Buatlah meja kerja menulis untuk menyimpan alat-alat menulis Anda.
(t/N. Risanti)
| Diterjemahkan dari: | ||
| Nama situs | : | The Gospel Coalition |
| Alamat situs | : | https://thegospelcoalition.org/blogs/justin-taylor/principles-for-writing-clearly-and-coherently |
| Judul asli artikel | : | Principles for Writing Clearly and Coherently |
| Penulis artikel | : | Justin Taylor |