Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Apa Itu "Flash Fiction"?

Belum lama ini, sebuah penerbit di Indonesia meluncurkan buku yang diklaim sebagai "flash fiction". Sebenarnya, apa yang disebut dengan flash fiction, yang akrab disingkat sebagai "flashfic"? Tulisan berikut akan mengulas seluk-beluk flash fiction.

Flash fiction sering disebut dengan nama lain "sudden fiction", "micro fiction", "postcard fiction" atau "short-short fiction". Jenis fiksi ini adalah subgenre dari cerita pendek (cerpen). Ciri khas dari genre ini adalah jumlah kata yang lebih sedikit. Cerpen yang biasa kita kenal memiliki jumlah kata berkisar 2.000 -- 20.000 kata. Sedangkan flash fiction memiliki jumlah kata kurang dari 2000 kata sehingga secara umum flash fiction yang ditulis akan berkisar antara 250 -- 1500 kata. Sebagai panduan, biasanya flash fiction dimaksudkan untuk dibaca dalam sekejap (flash).

Cerita singkat

Karena jumlah kata yang sedikit, sering kali flash fiction memiliki cara yang berbeda untuk membentuk cerita yang dibawanya. Jika dalam novel atau cerpen tradisional kita bisa membangun karakter protagonis, antagonis, setting, konflik, dan penyelesaian dengan leluasa; [dalam flash fiction], elemen-elemen tersebut sering kali bisa dihilangkan.

Sebenarnya, flash fiction sudah ada sejak lama, namun karena perkembangan internet dan blog yang menghendaki karya yang terus-menerus di-update, flash fiction mulai mendapat tempatnya. Kemudian, beberapa majalah mulai memuatnya, dan setelah itu mulai merambah buku.

Versi lain dari flash fiction adalah "micro fiction" atau "short-short fiction". Berbeda dengan yang lain, kalau kita membuat micro fiction, semua elemen cerita harus muncul, yaitu karakter, setting, konflik, dan penyelesaian. Ini lebih repot lagi. Kadang-kadang, kalau dibaca, micro fiction ini malah terasa seperti puisi dalam bentuk prosa. Micro fiction ini memiliki jumlah kata berkisar 300 kata.

Micro fiction sudah pendek, ternyata ada yang lebih pendek lagi yaitu "nano fiction". Nano fiction berasal dari istilah yang diperkenalkan oleh R. Sean Borgstrom untuk mendeskripsikan sesuatu yang dipakai dunia game. Beberapa tahun lalu, kita mungkin pernah gemar memainkan permainan kartu "Magic: The Gathering". Kalau dilihat, di bagian bawah kartu tertulis beberapa kata yang menceritakan tentang karakter yang ada pada kartu. Seperti itulah nano fiction. Walaupun cuma separagraf, kata-kata yang tercantum dalam kartu tersebut mendeskripsikan motif, atmosfer permainan, dan latar belakang karakter tersebut.

Karya sastra mempunyai banyak genre.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Beberapa jenis flash fiction terbentuk berdasar jumlah kata yang boleh dipakai. Misalnya "55 fiction", yang jumlah katanya harus 55 kata. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang (tidak termasuk judul). Kemudian, ada "Drabble", yang jumlah katanya harus 100 kata. Kalau dipikir-pikir, repot juga kalau harus menulis dibatasi sebanyak sekian kata. Semua kata harus dipikirkan kegunaannya supaya efektif. Tidak boleh membuat tulisan dengan gaya mendayu-dayu karena bisa membuat kata-kata yang dipakai bertambah banyak.

Diambil dan disunting dari:
Nama situs : Long Journal
Alamat URL : https://longjournal.wordpress.com/2008/05/11/apa-itu-flash-fiction/
Penulis : Didik Wijaya
Tanggal akses : 7 Desember 2013

Komentar