Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Logika dan Argumen

Apa yang dimaksud dengan argumen? Sebuah argumen yang baik terdiri dari beberapa hal berikut ini:

  • Sebuah klaim yang menyatakan posisi penulis mengenai permasalahan yang sedang dibahas.
  • Pengakuan akan perspektif yang berbeda dari sudut pandang yang dipegang penulis.
  • Serangkaian premis yang didefinisikan secara jelas untuk menggambarkan pola pikir argumen si penulis.
  • Bukti yang mengesahkan premis-premis atas argumen si penulis.
  • Kesimpulan yang meyakinkan pembaca bahwa argumen si penulis telah dijabarkan secara masuk akal dan menarik.

Jika argumen Anda memiliki sifat-sifat penting itu, Anda mungkin telah membangun sebuah argumen yang baik. Akan tetapi, "mungkin" tidaklah cukup untuk seorang pemikir muda seperti Anda. Lalu, bagaimana cara membuktikan bahwa argumen Anda benar-benar masuk akal?

Analisis Toulmin terhadap Argumen

Salah satu cara untuk memastikan keabsahan argumen Anda adalah dengan mengujinya menggunakan metode yang diciptakan oleh Stephen Toulmin -- beliau adalah seorang filsuf dan pendidik yang mengabdikan kariernya untuk mengembangkan analisis penalaran moral. Metode beliau didesain supaya kita dapat menilai keabsahan argumen mana pun yang kita temui. Namun, metode ini juga dapat dipakai untuk menentukan sejauh mana keabsahan argumen kita sendiri.

Toulmin mengklasifikasikan enam elemen penting dalam sebuah argumen. Tiga elemen yang terpenting (dan yang akan kita bahas dalam artikel ini) adalah klaim (claim), dasar argumen (grounds), dan pendukung (warrants). Klaim adalah argumen yang Anda tegaskan atau ajukan; yang termasuk dasar argumen adalah bukti-bukti yang mendukung klaim Anda; sedangkan pendukung adalah serangkaian alasan yang menjamin sebuah bukti dapat mendukung klaim yang Anda ajukan. Dari ketiganya, pendukung adalah aspek argumen yang paling "genting" karena di dalamnya terkandung banyak keyakinan dan asumsi yang dapat atau tidak dapat dinyatakan secara eksplisit.

Meninjau Dasar Argumen Anda

Dalam membangun sebuah argumen, Anda akan membuat klaim dan mengumpulkan bukti-bukti untuk meyakinkan pembaca Anda bahwa klaim yang Anda ajukan itu sah. Setelah mengumpulkan bukti-bukti atau alasan-alasan yang masuk akal untuk mendukung klaim, Anda perlu memeriksa kembali apakah bukti-bukti tersebut cukup untuk mendukung klaim Anda. Dengan kata lain, Anda harus benar-benar yakin bahwa bukti-bukti tersebut dapat menjamin klaim yang sedang Anda perjuangkan. Anda dapat memulai proses pemeriksaan ulang ini dengan meninjau kembali cara Anda memakai bukti-bukti tersebut.

Apakah Anda Menekan Bukti Anda?

Bukti yang tidak mendukung argumen seharusnya tetap diperhitungkan, bukan diabaikan. Pastikan bahwa Anda tidak membuang bukti yang Anda dapat melawan atau mengganjal argumen Anda.

Apakah Anda Memanipulasi Bukti?

Kadang-kadang, kita menggali informasi yang tidak terlalu dapat mendukung perspektif kita, tetapi bukti itu tetap kita butuhkan untuk mengokohkan argumen kita. Jika demikian, apakah diperbolehkan memanipulasi sebuah informasi agar dapat sesuai dengan tujuan kita? Tentu saja tidak! Kecuali jika Anda ingin mengungkapkan perbuatan tersebut pada pembaca dan menyerahkan penilaian kepada mereka; apakah manipulasi yang Anda lakukan adalah sesuatu yang adil atau tidak.

Tinjaulah kembali pokok utama dari argumen Anda dan pertimbangkan apakah masing-masing pokok utama tersebut cukup meyakinkan jika hanya dilihat dari bukti-buktinya saja. Pertimbangkan pula, apakah Anda hanya bertumpu pada retorika Anda semata untuk mendukung pokok utama tersebut. Jika ya, Anda mungkin perlu kembali kepada sumber bukti-bukti Anda.

Apakah Anda Menyertakan Terlalu Banyak Bukti?

Bacalah kembali makalah atau karya tulis Anda. Apakah Anda terlalu banyak mengutip sampai-sampai kutipan itu menenggelamkan buah pikiran Anda sendiri? Jika ya, mungkin argumen Anda telah tertimbun oleh argumen orang lain. Jika Anda merasa demikian, pembaca Anda pun akan kepayahan memahami informasi yang Anda sajikan karena mereka akan berusaha mencari argumen yang sebenarnya tidak ada dalam makalah Anda tersebut.

Apakah Anda Menggunakan Bukti yang Masih Berlaku dan Dapat Dipercaya?

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat menggunakan sumber yang sudah lama. Pertanyaan ini bermaksud menghindarkan Anda dari risiko yang disebabkan oleh penggunaan bukti yang nantinya dapat melemahkan perspektif Anda sendiri. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa sumber Anda benar-benar dapat dipercaya. Ingatlah peribahasa ini, "Anda tidak selalu dapat memercayai semua yang Anda baca." Peribahasa itu benar sekali, terutama ketika Anda berhadapan dengan informasi yang berasal dari internet; tempat orang-orang mengunggah apa pun, dan kadang-kadang tidak memikirkan tentang keabsahannya.

Apakah Bukti Anda Cukup Kuat untuk Menjamin Klaim Anda?

Pertimbangkan baik-baik, mengapa Anda percaya bahwa bukti Anda sudah cukup kuat. Apakah bukti-bukti tersebut berdasarkan penelitian yang Anda lakukan? Berdasarkan keahlian Anda dalam bidang tersebut? Ataukah pada asumsi dan kepercayaan umum? Jika bukti itu berdasar pada alasan yang terakhir, Anda perlu memeriksa kembali asumsi tersebut. Bahkan, kadang-kadang, Anda perlu menyediakan bukti pendukung tambahan/additional backing (elemen keempat yang disebutkan oleh Toulmin). Dua elemen sisanya adalah kemampuan untuk menetapkan syarat-syarat dalam situasi seperti apakah sebuah argumen dapat dianggap benar (qualifier), dan juga kemampuan menyusun bantahan (rebuttal) untuk menentukan syarat-syarat dalam situasi apakah sebuah argumen tidak dapat dianggap salah. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Dartmouth
Alamat URL : http://writing-speech.dartmouth.edu/learning/materials-first-year-writers/logic-and-argument#Toulmin
Judul asli artikel : Logic and Argument
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 21 April 2014