Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Yesus, Hadirlah Dalam Pencarianku

"[Kata orang-orang majus itu,] '... Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.'... Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak." (Matius 2:2,7)

Alkitab adalah kitab yang berisi banyak pencarian dan penemuan, juga pengharapan dan penggenapan. Seluruh ciptaan mendambakan agar setiap manusia yang menderita tahu bahwa rencana Allah yang mulia, sempurna bagi mereka. Natal adalah jawaban Allah atas pengharapan dan pencarian setiap orang: baik itu pria, wanita, maupun anak-anak.

Yesus lahir dengan rendah hati dan tenang dalam hatiku. Peristiwa itu membuat surga melantunkan kata-kata pujian yang penuh sukacita.

Kehadiran Yesus dalam diriku mengakhiri perjuanganku yang melelahkan dalam mencari jati diri. Yesus adalah jawaban dari segala pencarianku akan kebenaran, makna hidup, panggilan hidup, pengertian, kebijaksanaan, serta pemulihan.

Bukan berarti seketika aku tahu segalanya. Namun, pengetahuan akan Yesus menjadi awal dari pencarianku selanjutnya. Sekarang aku tahu di mana harus mencari Dia. Ibarat orang yang memegang peta harta karun, aku telah menemukan satu titik di mana aku bisa mulai menggali.

Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah mencariku jauh sebelum aku mengenal-Mu. Terima kasih atas segala anugerah kehidupan, bahkan atas kegelisahanku saat aku melupakan-Mu. Terima kasih atas rencana-Mu yang begitu sempurna. Semakin aku mencari-Mu, semakin aku menemukan kasih-Mu yang tak habis-habisnya. Yesus, hadirlah dalam pencarianku.

"... engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu." (Ulangan 4:29)

Diambil dari:

Judul asli buku : Jesus, Be in My Christmas

Judul buku : Yesus, Hadirlah di Natalku
Penulis : Sarah Hornsby
Penerjemah : MB. Sri Sulistyowati, Andina M. Rorimpandey, dan Agnes Dewi A.
Penerbit : Gloria Graffa, Yogyakarta 2002
Halaman : 98 -- 99