Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Tunjukkanlah Manfaat Membaca Buku dalam Bentuk Tulisan

Membaca dan menulis adalah kegiatan yang sifatnya sangat personal. Ketika Anda punya minat kuat untuk membaca dan menulis, Anda sesungguhnya hanya berhadadapan dengan diri Anda. Jika Anda sudah berapi-api untuk membaca dan menulis, namun "bara api" yang berkobar di dalam diri Anda itu tiba-tiba padam, itu berarti yang memadamkannya adalah Anda sendiri.

Ada kemungkinan "api" itu padam karena Anda tak menemukan buku yang menyenangkan diri Anda. Sebuah buku yang ingin Anda baca mungkin saja tertemukan. Namun, Anda kemudian tidak dibuat senang oleh buku tersebut. Bahkan yang lebih parah, "api" membaca itu padam karena Anda disiksa oleh si buku. Kok bisa? Karena Anda tidak mencicipi lebih dahulu dan tidak bertanya kepada diri Anda secara tajam tentang alasan Anda ingin membaca buku tersebut.

Kadang orang menyalahkan hal-hal di luar dirinya ketika dia tidak mau dan mampu membaca dan menulis. Benar, buku atau bacaan-bacaan lain yang ingin kita baca merupakan hasil karya orang lain. Namun, ketika kita tertarik untuk membaca karya orang lain, faktor apakah kemudian kita dapat menyerap isi buku dan merasakan kenikmatan ketika membaca, sepenuhnya bergantung pada diri kita sendiri.

Sekali lagi, cobalah cari sebanyak mungkin manfaat dari kegiatan membaca dan menulis yang dapat mengangkat diri Anda ke angkasa, melayang bersama keasyikan membaca dan menulis. Dan, di sini, saya ingin mengajak Anda untuk fokus pada satu manfaat yang sangat penting, yaitu menuliskan hasil-hasil menakjubkan setelah Anda selesai membaca beberapa halaman buku yang Anda pilih. Hasil tulisan atau "ikatan" yang berasal dari kegiatan membaca adalah salah satu manfaat yang sangat nyata.

Hasil tulisan atau "ikatan" itu dalah milik Anda. Saya senantiasa menganjurkan agar tulisan Anda bercerita soal apa yang Anda peroleh dari buku yang Anda baca adalah tulisan yang sifatnya sangat personal. Tulisan ini, cirinya, pertama, adalah ditulis atau disampaikan dengan menggunakan kata ganti orang pertama (aku atau saya). Contohnya adalah, "Saya mendapatkan buah pikiran yang menarik ketika membaca buku X karya A ini. Saya benar-benar tergugah dan merasakan gairah saya menyala-nyala untuk mempraktikannya."

Kedua, tulisan itu disampaikan dengan jujur dan melibatkan totalitas diri Anda yang membaca. Ingat, ketika membaca dan menulis, Anda hanya berhadapan dengan diri Anda. Tidak ada orang lain yang tampil nyata bersama Anda. Memang ada sih pengarang buku atau pemberi kata pengantar, misalnya, namun itu tidak tampil secara nyata. Hanya ada sesosok Anda, si pembaca, yang hadir dalam kehidupan membaca dan menulis Anda. Jadi, tulisan yang sangat personal adalah berkaitan dengan diri pribadi Anda yang terdalam. Kejujuran mutlak diperlukan di sini.

Ketiga, tulisan itu membangkitkan gairah diri pribadi Anda. Artinya, tulisan yang sangat personal tidak berhubungan dengan orang di luar diri Anda. Ia hanya berkaitan dengan diri pribadi Anda. Jadi, setelah Anda menggunakan kata ganti orang pertama dan Anda jujur dalam menyampaikan keadaan diri Anda ketika merasakan manfaatnya membaca sebuah buku, cobalah tujukkan tulisan itu kepada diri Anda sendiri. Tentu, Anda tak akan menulis yang tidak memberikan makna kepada diri Anda, bukan?

Yakinlah, manfaat membaca buku yang Anda sampaikan secara tertulis kepada diri Anda sendiri akan membangkitkan potensi membaca dan menulis yang luar biasa dalam diri Anda.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Mengikat Makna Sehari-Hari
Penulis : Hernowo
Penerbit : MLC, Bandung 2005
Halaman : 143 -- 145