Simonetta Carr

Ditulis oleh: Yosua S. Yudo

Biografi adalah sebuah tulisan yang mengulas perjalanan hidup seorang tokoh penting; dari hari kelahirannya, karya-karyanya bagi masyarakat, hingga akhir hayat sang tokoh. Hari ini banyak kita jumpai buku-buku semacam itu, yang tidak hanya ditujukan kepada pembaca dewasa, tetapi juga kepada anak-anak. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat mengenal dan mengambil pelajaran dari kisah hidup tokoh penting tersebut. Pertanyaannya, dari semua buku biografi untuk anak yang beredar saat ini (bahkan yang diterbitkan penerbit Kristen sekalipun), berapa banyak yang memperkenalkan tokoh-tokoh gereja kepada anak-anak?

Salah seorang penulis yang mengerti betul betapa pentingnya pengenalan anak-anak terhadap tokoh-tokoh gereja adalah Simonetta Carr. Ia lahir dan dibesarkan di Italia dalam keluarga Katolik Roma. Sejak kecil, ia memiliki kerinduan untuk hidup saleh. Tidak hanya itu, ia bahkan bercita-cita menjadi orang suci (saint)! Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan bahwa ia bahkan membeli buku-buku untuk mencari tahu bagaimana untuk menjadi orang suci. Tetapi, setelah ia membaca sebuah buku tentang orang-orang suci, ia mempelajari bahwa kebanyakan wanita yang diangkat oleh gereja menjadi orang suci adalah mereka yang mengalami penderitaan (diperkosa atau dibunuh), dan hal itu membuatnya kehilangan keinginan tersebut. Sejak kecil, Simonetta Carr juga mendisiplin dirinya untuk mengingat, bahkan mencatat setiap dosa yang dilakukannya, agar ia tidak lupa pada saat pengakuan dosa. Kedisiplinan itu didorong oleh ketakutannya terhadap neraka.

Ketika berumur 18 tahun, ia bertemu dengan seorang penginjil wanita dari Amerika, yang mengajarnya mengenai keselamatan di dalam Kristus dan juga memberinya Injil Yohanes. Meskipun penginjil wanita tersebut menjelaskan tentang keselamatan di dalam Kristus, tetapi ia tidak mengarahkan Simonetta untuk bergereja di gereja tertentu, sehingga untuk beberapa tahun ia terombang-ambing dalam kebingungan mengenai hal-hal rohani. Pada tahun 1999, pada saat itu Simonetta merasakan pentingnya keanggotaan dalam sebuah gereja dan beribadah setiap minggunya di gereja yang menekankan pemaparan firman Allah dan mengadakan sakramen pada tiap minggunya. Atas anugerah Allah, ia akhirnya bergereja di "Reformed confessional". Kebingungan yang dihadapinya mengenai hal-hal rohani ketika remaja, menumbuhkan hasrat Simonetta untuk mengajarkan teologi ortodoks yang benar kepada anak-anak.

Kejadian yang mendorongnya untuk menulis biografi tokoh-tokoh gereja untuk anak-anak adalah ketika ia merasa kesulitan dalam menemukan bahan-bahan tentang biografi serta sejarah gereja untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran sejarah anak-anaknya (ia sendiri mengajar kedelapan anaknya di rumah). Simonetta menyadari bahwa sementara begitu banyak buku biografi untuk anak yang membahas kehidupan tokoh-tokoh terkenal seperti presiden, atlet, musisi, dan ilmuwan terkenal, hanya sedikit buku-buku biografi mengenai tokoh-tokoh gereja. Berbekal kesadaran tersebut serta kerinduan untuk menulis sebuah buku yang informatif, menekankan pemeliharaan Tuhan terhadap gereja serta doktrin-doktrin mengenai diri-Nya selama berabad-abad, sekaligus dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang merangsang imajinasi dan foto-foto untuk menolong anak-anak dalam menyadari fakta dalam biografi itu, Simonetta mulai melangkah.

Hal pertama yang dilakukannya untuk mewujudkan kerinduannya itu adalah menghubungi seorang pemuda di gerejanya, seorang lulusan bidang sejarah gereja, dan memintanya untuk bergabung. Namun orang tersebut tidak memberi tanggapan yang baik, sekalipun Simonetta telah membuat contoh buku dari idenya. Namun demikian, Simonetta tidak patah arang atas tanggapan negatif tersebut. Seorang sahabatnya bahkan memberinya semangat dan berkata kepadanya bahwa ia bisa mewujudkan impiannya itu tanpa bantuan pemuda itu.

Tokoh gereja yang pertama kali dibahasnya dalam seri "Christian Biographies for Young Readers"-nya adalah John Calvin. Tokoh itu dipilihnya karena saat itu adalah saat-saat menjelang peringatan ulang tahun John Calvin yang ke-500. Alasan kedua adalah karena ia ingin menyajikan biografi tokoh-tokoh itu dalam suatu urutan waktu, dari perkembangan gereja di abad ke-2 dan selanjutnya, sehingga ia bisa menunjukkan pula tantangan-tantangan yang dihadapi oleh setiap tokoh dalam zaman mereka masing-masing. Ia ingin agar anak-anak tidak hanya mengetahui fakta-fakta saja, melainkan terlibat dalam emosi yang disajikan dalam buku-bukunya itu. Tokoh-tokoh berikutnya yang dibahas dalam seri itu adalah Agustinus dari Hippo, John Owen, dan Athanasius.

Dalam mengerjakan buku-bukunya, Simonetta tidak bekerja sendirian. Di bukunya yang pertama, "John Calvin", ia mengakui bahwa anak-anaknya memiliki peran yang sangat besar. Mereka memberinya banyak masukan yang berharga, koreksi-koreksi, mereka bahkan membantunya dalam merencanakan ilustrasi dan foto-foto yang mendukung buku tersebut. Karena itulah, Simonetta menganggap bahwa buku itu tidak ditulis oleh dirinya sendiri, melainkan bersama-sama dengan kedelapan anaknya. Simonetta juga bekerja sama dengan ilustrator-ilustrator andal untuk menangani ilustrasi dalam buku-bukunya seperti Emanuele Taglieti, Wes Lowe, dan yang terakhir Matt Abraxas.

Kini Simonetta Carr telah menghasilkan lima buku biografi tokoh gereja untuk anak-anak, tiga di antaranya bahkan sudah diterjemahkan serta diterbitkan di Indonesia. Ia kini sedang menggarap bukunya yang terbaru. Simonetta Carr berharap bahwa buku-buku ini tidak hanya menjadi bacaan semata, melainkan juga menjadi alat untuk memperkenalkan tokoh-tokoh gereja Tuhan kepada anak-anak sejak masa muda mereka.

Sumber bacaan:

  1. "An Interview with Christian Biographer and Author, Simonetta Carr PLUS a Special Book Giveaway!" Dalam http://www.christinalangella.com
  2. "Interview with Simonetta Carr on her series Christian Biographies for Young Readers". Dalam http://heritagebooktalk.org
  3. "Interview with Simonetta Carr on John Calvin". Dalam
    http://heritagebooktalk.org
  4. "Interview with Simonetta Carr". Dalam http://www.christianbooknotes.com
  5. "Simonetta Carr". Dalam http://www.linkedin.com