Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Register Wisata dan Permainan Bahasa

Sdr. Yuliantoro, pekerja pers sekaligus peminat pariwisata yang tinggal di Surakarta, menanyakan hal-hal berikut:

  1. Brengosnya tebal, radionya stereo, for younya kecil sekali, dalam dunia pariwisata berarti komisinya besar, uang tipnya banyak, dan uang tipnya sedikit sekali. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
  2. RUOK, UP2U, AN3DISC, 267BISNIS merupakan bentuk sandi are you okay, up to you, antigadis, relasi bisnis. Gejala pemakaian demikian ini apakah dapat juga dijelaskan secara linguistik?

Bapak Nurwisodo kembali menyampaikan persoalan seperti berikut ini:

  1. Yang benar "gadis berlesung pipit itu cantik sekali" ataukah "gadis berlesung pipi itu cantik sekali"?
  2. Gejala corat-coret dengan memanfaatkan bahasa seperti terdapat pada tempat-tempat umum, tembok-tembok bangunan, WC umum, dinamakan permainan bahasa ataukah main-main dengan bahasa?

Di dalam realitasnya, bahasa digunakan berbeda-beda oleh setiap warga masyarakat bahasa. Perbedaan itu ditentukan oleh aneka faktor, baik yang sifatnya individual, sosial, regional, maupun nasional. Perbedaan bahasa yang disebabkan oleh macam-macam faktor itu disebut variasi bahasa. Lalu, variasi yang penentu utamanya faktor sosial disebut dengan register. Pakar tertentu menyatakan bahwa register sejajar dengan gaya atau style. Maksudnya, variasi bahasa itu berkaitan sangat erat dengan situasi komunikasi. Situasi tersebut dipengaruhi oleh faktor waktu, tempat, maksud, tujuan, dll.. Lazimnya, register ditandai oleh hadirnya kosakata khusus yang terkait dengan bidang tertentu. Misalnya, bidang pariwisata memiliki register yang tidak sama dengan bidang kedokteran, pendidikan, penerbangan, dll..

Ungkapan brengosnya tebal, radionya stereo, for younya kecil sekali merupakan contoh register wisata. Kata Jawa "brengos", dalam bahasa Indonesianya "kumis" digunakan untuk menyatakan "komisi". Lalu, "tebal" memiliki kesejajaran referen dengan "banyak". Dengan demikian, "brengosnya tebal" dapat bermakna "komisinya banyak". Kata "radio" berdekatan sekali dengan kata "tape" yang lazim dilafalkan [tip]. Kata "tip" dalam dunia wisata berarti uang kecil yang diberikan ekstra, biasanya sebagai tanda terima kasih atas pelayanan memuaskan. Lalu, "stereo" lazim dilawankan dengan "mono". Dalam bidang audio, "stereo" menunjuk pada kualitas suara yang lebih bagus daripada "mono". Istilah "radionya stereo" dalam konteks ini menyatakan maksud "uang tipnya besar". Kita pun dapat cepat menerka maksud dari "for younya kecil sekali" dalam konteks ini. Ungkapan lain yang tidak terus terang dikatakan bentuk senyatanya itu jumlahnya masih sangat banyak. Pemakaian bahasa demikian itu dalam sosiolinguistik disebut dengan register bahasa.

Pertanyaan kedua dari Sdr. Yuliantoro pernah dijelaskan dalam edisi terdahulu. Intinya, manusia memang boleh bermain dengan bahasa, tetapi hanya di dalam batas-batas tertentu. Bermain dengan bahasa yang demikian itu tidak serta-merta merupakan pelecehan bahasa. Bahkan, bermain dengan bahasa dalam batas tertentu dapat merupakan pemarkah kecerdasan seseorang dalam berbahasa. Semakin cerdik bermain, semakin cerdas berpikir. Pakar tertentu bahkan beranggapan, terdapat korelasi dekat sekali antara berpikir, bermain, dan berbahasa.

Sebagai contoh, 267BISNIS dapat dimaknai sebagai relasi bisnis. Letak permainannya pada penggabungan lafal kata biasa dengan notasi lagu. Orang yang tidak cepat menangkap gabungan itu akan dapat menjadi bingung sekali. Demikian pula terhadap bentuk RUOK yang sebenarnya merupakan gabungan huruf yang bentuk lengkapnya adalah are you okay. Semakin cerdas, semakin mudah dan cepat seseorang menangkap objek yang dimainkan. Orang yang demikian pasti akan merasa sangat mudah menangkap maksud AND3DISC UP2U, 1/3RENG/ TKTDW, dll.. Gejala pemakaian bahasa itu dalam linguistik pragmatik disebut language game atau permainan bahasa.

Bermain dengan menggunakan bahasa dalam batas tertentu memang baik. Akan tetapi, akan menjadi lain jika hal tersebut digunakan dengan tanpa batas dan sembarangan. Bisa dibayangkan, betapa menjengkelkan kalau di sepanjang pembicaraan, orang terus-menerus bermain-main dengan bahasa. Juga, jika di setiap tempat, orang bermain-main dengan bahasa semau-maunya lewat corat-coret yang tidak jelas maksud dan tujuannya. Itulah yang dalam hemat kami disebut bermain-main dengan bahasa. Hal yang semacam itu tidak lagi dinamakan language game, tetapi disebut language gaming.

Terakhir, yang benar adalah kalimat "gadis berlesung pipi itu cantik sekali". Istilah "lesung pipi" dekat dengan kata bahasa Jawa "lesung". Kata tersebut menunjuk pada seperangkat alat tumbuk tradisional terbuat dari batu cukup besar yang dilubangi di bagian tengahnya. Selain digunakan untuk menumbuk padi, lesung tersebut bisa juga digunakan untuk menumbuk bahan-bahan jamu tradisional. Semakin lama, lubang lesung itu akan menjadi semakin dalam. Tetapi semakin dalam lubangnya, justru lesung itu semakin indah bentuknya dan semakin optimal fungsinya. Karena keindahannya itulah, kata "lesung" lalu digunakan untuk menyebut tipe pipi, yang tampaknya berlubang di sisi kiri maupun kanannya.

Diambil dari:

Judul buku : Bulir-Bulir Masalah Kebahasaindonesiaan Mutakhir
Judul bab : Masalah-Masalah Ekstrabahasa
Penulis : Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum.
Penerbit : Dioma, Malang 2003
Halaman : 115 -- 118