Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Pojok Bahasa

Tentang Penerjemah

Fasih berbahasa asing tidak dengan sendirinya mampu menerjemahkan. Penguasaan bahasa sasaran sangat penting. Kemampuan menerjemahkan bertumpu pada pengalaman, bakat, dan pengetahuan umum: gabungan pengetahuan atau inteligensi (kognitif), rasa bahasa (emotif), dan keterampilan menggunakan bahasa (retoris). selengkapnya... about Tentang Penerjemah

Kekecualian Linguistik

Keteraturan matematis dan paradigmatis dalam bahasa adalah sesuatu yang mustahil dan karena itu, belajar bahasa harus bersiap menghadapi beragam kekecualian.

Para pengguna bahasa tak menyadari bahwa sejumlah kekecualian itu sebenarnya sebuah anomali, melawan logika kebahasaan. Pengguna bahasa tak mempertanyakan lagi hukum janggal dalam beberapa aspek kebahasaan itu. selengkapnya... about Kekecualian Linguistik

Pentingnya Berbahasa Indonesia Baku

Malam minggu ini, saya menemukan tayangan waras dari Metro TV, yaitu Idenesia; Ide untuk Indonesia yang dipresenteri Yovie Widiyanto, seorang musisi berkualitas dari Indonesia yang ternyata punya kemampuan mengarahkan acara dengan bagus. Nggak menyangka saya. Tayangan yang baru saya sadari itu membahas tentang bahasa baku Indonesia dengan tema, kalau tidak salah "Bahasa Indonesia Bisa Juga Gaul". selengkapnya... about Pentingnya Berbahasa Indonesia Baku

Penggunaan Tanda Koma

Sumber : Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
  • Satu, dua, ... tiga!

    2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
    kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti `tetapi`
    atau `melainkan`.
    Misalnya:

  • Edisi Publikasi: 
    Kolom Publikasi: 

    Bahasa Pasar Di Media Bisa Turunkan Kualitas Bahasa Indonesia

    Penggunaan bahasa pasar atau bahasa tidak baku di media, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas bahasa Indonesia di masyarakat. Demikian salah satu pendapat yang terlontar dalam diskusi di Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Jumat (23/10), menyoal penggunaan bahasa pasar dalam media.

    Setidaknya ada tiga faktor yang mendorong masuknya bahasa pasar dalam bahasa jurnalistik, bahasa yang digunakan para reporter, redaktur, dan pengelola surat kabar. Demikian diungkap Kristanto Hartadi, Pemimpin Redaksi Harian Sinar Harapan, dalam diskusi tersebut. selengkapnya... about Bahasa Pasar Di Media Bisa Turunkan Kualitas Bahasa Indonesia

    Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

    Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun memunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semuanya memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. selengkapnya... about Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

    Kesatuan

    "Wahai pemuda Indonesia, jika Tuanku Abdul Rahman bertanya kepadamu, 'Berapa jumlah pemuda Indonesia?' jawablah: 'Satu!'" Demikian gelegar pidato Bung Karno saat terjadi konfrontasi dengan Malaysia. Jawaban "Satu!" yang diberikan Bung Karno tentu bukan karena beliau malas menghitung berapa persisnya jumlah pemuda Indonesia saat itu. Juga bukan berarti Bung Karno kalah soal berhitung dibanding Rhoma Irama, hanya karena Bang Haji melantunkan "Seratus tiga puluh lima juta/Penduduk Indonesia ...."

    selengkapnya... about Kesatuan

    Penggunaan Partikel

    Penulis : Anton M. Moeliono

    Partikel adalah kata tugas yang dilekatkan pada kata yang mendahuluinya. Ada empat partikel, yakni sebagai berikut:

    1. PARTIKEL -KAH
    Kadang-kadang bersifat manasuka dan kadang-kadang bersifat wajib, bergantung pada macam kalimatnya. Kaidah pemakaiannya: selengkapnya... about Penggunaan Partikel

    Kolom Publikasi: 
    Edisi Publikasi: 

    Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

    Tayangan Sinetron (sinema elektronik) di sejumlah televisi swasta, diperkirakan memiliki andil dalam merusak Bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena di dalam dialognya, banyak menggunakan istilah-istilah asing serta bahasa pasaran (bahasa gaul).

    "Kondisi ini perlu dicermati, mengingat hal ini terjadi justru di tengah upaya pemerintah untuk membangun identitas diri sebagai suatu bangsa."

    Padahal, salah satu identitas diri bangsa adalah bahasa nasional yang kita akui sebagai media pemersatu bangsa," kata Kepala Kantor Bahasa Kalimantan Timur, Pardi Suratno, di Samarinda, Rabu. selengkapnya... about Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

    Suarakan Bahasa Daerahmu!

    "Demam" berbahasa Indonesia sedang melanda daerah pedesaan. Para orang tua, terutama yang pernah tinggal atau menempuh pendidikan di kota, telah menggunakan Bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Pilihan ini menyebabkan para anak lebih menguasai Bahasa Indonesia daripada bahasa daerahnya dan juga bahasa sukunya. Ada semacam kebanggaan pada diri orang tua, merasa hebat dan modern, ketika anaknya menguasai Bahasa Indonesia, dan justru tidak mengerti bahasa daerahnya. selengkapnya... about Suarakan Bahasa Daerahmu!

    Pages


    Subscribe to Pojok Bahasa