Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Pojok Bahasa

Nasionalisasi Singkatan

Akhirnya, semak hati (bingung, -red.) [saya] menjumpai dan membaca naskah dengan judul bermuatan singkatan asing seperti "CPO", "CSR", dan "MDGs" kiriman penulis artikel untuk diterbitkan di koran. Inilah bukti bahwa dengan satu gerak globalisasi, bahasa Indonesia bertarung dengan bahasa Inggris. Bertarung bukan dalam medan bahasa, melainkan dalam modal, perbankan, perdagangan, komunikasi, komputer, perdapuran, dan lain-lain. Di situ, bahasa dipertaruhkan. selengkapnya... about Nasionalisasi Singkatan

Alangkah Kacau-Balaunya Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini

"Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean Bahasa Indonesia." Kurang lebih begitulah bunyi ketiga Sumpah Pemuda 28 oktober 1928. Bunyi sumpah pemuda tersebut menyerukan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa terpenting untuk digunakan di kawasan wilayah NKRI. selengkapnya... about Alangkah Kacau-Balaunya Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini

Bahasa Lokal Kita yang Direndahkan

Penulis : Lie Charlie

Dirjen Ditjen Bina Produksi Departemen pernah menembuskan sepucuk surat kepada Kepala Lembaga Bahasa Indonesia. Isinya berhubungan dengan penggunaan istilah "lokal" (yang dinilai bercitra kurang positif atau inferior) untuk memaknai produk buah-buahan hasil kebun Tanah Air sendiri. selengkapnya... about Bahasa Lokal Kita yang Direndahkan

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Pake "kes" Apa "kad"?

"Bayarnya pake 'kes' apa 'kad'?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada 'river view'nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya.

"Bayarnya pake "kes" apa "kad"?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada "river view"nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya. selengkapnya... about Pake "kes" Apa "kad"?

AC, VCD, DVD, TV, UII, UGM, HP

Tidak diragukan lagi bahwa singkatan-singkatan seperti AC, VCD, DVD, dan TV sudah menjadi bagian integral dari bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa nusantara lain. Setiap hari, singkatan tersebut kita temui di berbagai konteks atau malah kita gunakan sendiri. Tentu ini sah-sah saja. Orang yang kreatif sekaligus menolak pengaruh bahasa Inggris yang terlalu dahsyat dalam bahasa Indonesia, pasti dapat mengajukan alternatif lain yang lebih menusantara. selengkapnya... about AC, VCD, DVD, TV, UII, UGM, HP

Soak

Ketika membaca sebuah berita di lembaran "Kabar Jabar" koran Republika terbitan 26 Desember 2012 halaman 26, saya dihentikan oleh sepotong kata: rutilahu. Saya balik ke awal. Ternyata "rutilahu" itu akronim dari rumah tidak layak huni. selengkapnya... about Soak

Kesalahan Berbahasa

Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai penyimpangan dari kaidah yang berlaku sehingga memengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan. Penyimpangan/kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut. selengkapnya... about Kesalahan Berbahasa

Adil Tidak Selalu Bijaksana

Penulis : Lie Charlie

Alkisah, Raja Salomo dihadapkan pada suatu perkara yang rumit. Seorang bayi sedang diperebutkan dua orang ibu. Mereka masing-masing mengaku sebagai ibu kandung bayi tersebut dan oleh karena itu berhak atasnya. Hakim-hakim seluruh negeri sudah angkat tangan dan kehilangan pegangan dalam memberikan keputusan. Maklum saja, saat itu belum ada teknologi uji DNA. selengkapnya... about Adil Tidak Selalu Bijaksana

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Ragam Tutur dan Kesantunan

Seorang mahasiswa di Semarang yang tidak mau disebut namanya, menanyakan bedanya rasa hormat dan rasa santun. Tingkat tutur atau "speech level" dalam masyarakat tutur Jawa, digunakan untuk menyampaikan rasa hormat ataukah rasa santun? Hadirnya bahasa ragam tutur yang sepertinya sekarang lebih banyak berkembang dan lebih banyak diminati daripada bahasa baku, harus dipahami sebagai fenomena bahasa yang bagaimana? Bagaimana gambaran perkembangan bahasa di masa mendatang, jika dikaitkan dengan fenomena bahasa itu? Mohon penjelasan!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa salah satu makna dari kata "hormat" adalah takzim, sopan. Demikian pula kata "sopan", salah satu maknanya adalah hormat, takzim. Kata santun, memiliki makna sopan dan halus budi bahasa atau tingkah lakunya. Sementara kata "takzim", memiliki makna amat hormat dan sopan. Dengan mencermati makna-makna tersebut, dapat disimpulkan bahwa di dalam sumber tersebut, tidak terlalu dibedakan pengertian hormat dan santun. selengkapnya... about Ragam Tutur dan Kesantunan

Ragam Bahasa Baku

Bahasa standar selamanya adalah bahasa tulisan.

Sutan Takdir Alisjahbana

Ragam bahasa baku itu merupakan ragam bahasa yang standar, bersifat formal. Tuntutan untuk menggunakan ragam bahasa seperti ini biasa ditemukan dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal, dalam tulisan-tulisan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi), percakapan dengan pihak yang berstatus akademis yang lebih tinggi, dan sebagainya. selengkapnya... about Ragam Bahasa Baku

Pages


Subscribe to Pojok Bahasa