Pojok Bahasa

Implementasi Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini

Diringkas oleh: Berlian Sri Marmadi

Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang, termasuk anak-anak. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya melalui berbahasa. Keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui bahasa, anak dapat mengekspresikan pikiran, sehingga orang lain memahaminya dan menciptakan suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak. Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Sebelum mempelajari pengetahuan lain, anak perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik. Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung keberaksaraan di tingkat yang lebih tinggi. selengkapnya... about Implementasi Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini

Membangun Bangsa dengan Bahasa Indonesia

Istilah pembangunan bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan di bidang ekonomi, tetapi juga di bidang politik, sosial, dan budaya. Ada tiga hal yang harus diperhatikan. Hal pertama yang paling penting adalah kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Semakin kita jauh dari proklamasi tahun 1945, mengharuskan kita untuk senantiasa memperkaya kosakata bahasa Indonesia karena permasalahan kita semakin banyak dan kompleks sifatnya. selengkapnya... about Membangun Bangsa dengan Bahasa Indonesia

Register Wisata dan Permainan Bahasa

Sdr. Yuliantoro, pekerja pers sekaligus peminat pariwisata yang tinggal di Surakarta, menanyakan hal-hal berikut: selengkapnya... about Register Wisata dan Permainan Bahasa

Engdonesian

Bahasa Indonesia, seperti bangsa Indonesia, sejak dari sono-nya merupakan gado-gado alias campuran atawa indo bin blasteran, binti hibrid. Dalam bahasa kita, mengalir lancar istilah Melayu, Jawa, India, China, Arab, Portugis, Belanda, Inggris, dan seterusnya. Sama sekali ini bukan cela, noda, atau bencana. Tapi juga bukan barang unik, atau berkah istimewa. Itu ciri milik semua bahasa dan bangsa mutakhir.

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Murahnya Janji

Saya pernah menyimak iklan sebuah klinik transplantasi rambut yang terpasang di koran ini. Klinik itu menawarkan rambut kepada para orang botak dengan slogan: "Bukan janji, tapi pasti!" Di koran ini juga seorang pelanggan mengirim surat pembaca yang isinya mengeluhkan pelayanan salah satu bank nasional. Penawaran kartu kredit yang diterima penulis surat itu dianggap "hanya janji". Mari kita telusuri kata janji sesaat. selengkapnya... about Murahnya Janji

Ampersand (Tanda "&")

Kawan baik saya, Tony Rudyansjah, pada Juni lalu menerbitkan bukunya "Alam, Kebudayaan & Yang Ilahi". Buku itu menelusuri ihwal teori-teori sosial dan budaya dari masa klasik sampai modern. Sebagai perangkat ilmu, berbagai teori itu terus-menerus dikembangkan para ahli sehingga melahirkan turunan, pencabangan, dan pengingkaran terhadap teori induknya. Kata pengantar dan kutipan pendapat teman sejawat Tony di Program Pascasarjana Antropologi Universitas Indonesia, memperlihatkan arti penting buku itu sehingga tak perlu ditambah-tambah lagi di sini. selengkapnya... about Ampersand (Tanda "&")

Nasionalisasi Singkatan

Akhirnya, semak hati (bingung, -red.) [saya] menjumpai dan membaca naskah dengan judul bermuatan singkatan asing seperti "CPO", "CSR", dan "MDGs" kiriman penulis artikel untuk diterbitkan di koran. Inilah bukti bahwa dengan satu gerak globalisasi, bahasa Indonesia bertarung dengan bahasa Inggris. Bertarung bukan dalam medan bahasa, melainkan dalam modal, perbankan, perdagangan, komunikasi, komputer, perdapuran, dan lain-lain. Di situ, bahasa dipertaruhkan. selengkapnya... about Nasionalisasi Singkatan

Alangkah Kacau-Balaunya Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini

"Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean Bahasa Indonesia." Kurang lebih begitulah bunyi ketiga Sumpah Pemuda 28 oktober 1928. Bunyi sumpah pemuda tersebut menyerukan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa terpenting untuk digunakan di kawasan wilayah NKRI. selengkapnya... about Alangkah Kacau-Balaunya Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini

Bahasa Lokal Kita yang Direndahkan

Penulis : Lie Charlie

Dirjen Ditjen Bina Produksi Departemen pernah menembuskan sepucuk surat kepada Kepala Lembaga Bahasa Indonesia. Isinya berhubungan dengan penggunaan istilah "lokal" (yang dinilai bercitra kurang positif atau inferior) untuk memaknai produk buah-buahan hasil kebun Tanah Air sendiri. selengkapnya... about Bahasa Lokal Kita yang Direndahkan

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Pake "kes" Apa "kad"?

"Bayarnya pake 'kes' apa 'kad'?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada 'river view'nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya.

"Bayarnya pake "kes" apa "kad"?" tanya pelayan hotel di Yogyakarta. Saya kebingungan. "Kad, Visa-kad?" Masih kebingungan. Istri saya yang arif menengahi, "Pakai kartu, Mbak." Akhirnya saya menangkap maksudnya: Bayarnya pakai tunai (cash) atau kartu (card)?

Tidak lama setelah kejadian memalukan itu, kami diberi "voucher" untuk menikmati "welcome drink" di dekat "pool". Dan, tambah pelayan tadi itu, "Kamar kita ada "river view"nya, lo." Ia pun menjelaskan cara-cara "check-out" nanti dan sekalian minta melihat "identity card" saya. selengkapnya... about Pake "kes" Apa "kad"?

Pages


Subscribe to Pojok Bahasa