Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Pojok Bahasa

Penggunaan Tanda Koma

Sumber : Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan

1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Misalnya:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
  • Satu, dua, ... tiga!

    2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
    kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti `tetapi`
    atau `melainkan`.
    Misalnya:

  • Edisi Publikasi: 
    Kolom Publikasi: 

    Bahasa Pasar Di Media Bisa Turunkan Kualitas Bahasa Indonesia

    Penggunaan bahasa pasar atau bahasa tidak baku di media, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas bahasa Indonesia di masyarakat. Demikian salah satu pendapat yang terlontar dalam diskusi di Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Jumat (23/10), menyoal penggunaan bahasa pasar dalam media.

    Setidaknya ada tiga faktor yang mendorong masuknya bahasa pasar dalam bahasa jurnalistik, bahasa yang digunakan para reporter, redaktur, dan pengelola surat kabar. Demikian diungkap Kristanto Hartadi, Pemimpin Redaksi Harian Sinar Harapan, dalam diskusi tersebut. selengkapnya... about Bahasa Pasar Di Media Bisa Turunkan Kualitas Bahasa Indonesia

    Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

    Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun memunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semuanya memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. selengkapnya... about Beberapa Ciri Bahasa Indonesia Baku

    Kesatuan

    "Wahai pemuda Indonesia, jika Tuanku Abdul Rahman bertanya kepadamu, 'Berapa jumlah pemuda Indonesia?' jawablah: 'Satu!'" Demikian gelegar pidato Bung Karno saat terjadi konfrontasi dengan Malaysia. Jawaban "Satu!" yang diberikan Bung Karno tentu bukan karena beliau malas menghitung berapa persisnya jumlah pemuda Indonesia saat itu. Juga bukan berarti Bung Karno kalah soal berhitung dibanding Rhoma Irama, hanya karena Bang Haji melantunkan "Seratus tiga puluh lima juta/Penduduk Indonesia ...."

    selengkapnya... about Kesatuan

    Penggunaan Partikel

    Penulis : Anton M. Moeliono

    Partikel adalah kata tugas yang dilekatkan pada kata yang mendahuluinya. Ada empat partikel, yakni sebagai berikut:

    1. PARTIKEL -KAH
    Kadang-kadang bersifat manasuka dan kadang-kadang bersifat wajib, bergantung pada macam kalimatnya. Kaidah pemakaiannya: selengkapnya... about Penggunaan Partikel

    Kolom Publikasi: 
    Edisi Publikasi: 

    Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

    Tayangan Sinetron (sinema elektronik) di sejumlah televisi swasta, diperkirakan memiliki andil dalam merusak Bahasa Indonesia. Hal itu terjadi karena di dalam dialognya, banyak menggunakan istilah-istilah asing serta bahasa pasaran (bahasa gaul).

    "Kondisi ini perlu dicermati, mengingat hal ini terjadi justru di tengah upaya pemerintah untuk membangun identitas diri sebagai suatu bangsa."

    Padahal, salah satu identitas diri bangsa adalah bahasa nasional yang kita akui sebagai media pemersatu bangsa," kata Kepala Kantor Bahasa Kalimantan Timur, Pardi Suratno, di Samarinda, Rabu. selengkapnya... about Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa

    Suarakan Bahasa Daerahmu!

    "Demam" berbahasa Indonesia sedang melanda daerah pedesaan. Para orang tua, terutama yang pernah tinggal atau menempuh pendidikan di kota, telah menggunakan Bahasa Indonesia kepada anak-anak mereka. Pilihan ini menyebabkan para anak lebih menguasai Bahasa Indonesia daripada bahasa daerahnya dan juga bahasa sukunya. Ada semacam kebanggaan pada diri orang tua, merasa hebat dan modern, ketika anaknya menguasai Bahasa Indonesia, dan justru tidak mengerti bahasa daerahnya. selengkapnya... about Suarakan Bahasa Daerahmu!

    Korelasi Bahasa dalam Manifestasi Hegemoni Politik

    Bahasa takkan pernah lepas dari wacana politik. Memilih memakai bahasa atau kata-kata tertentu, menekankan pengertian tertentu atas kata, bahkan memakai dialek tertentu tak lain dari berpolitik dalam maknanya yang paling dalam dan luas. Apabila disepakati bahwa sebagian tindakan manusia, termasuk tindakan-tindakan politik, dilakukan lewat dan dipengaruhi oleh penggunaan dan artikulasi kebahasaan, sudah sewajarnya apabila bahasa menempati posisi penting dalam telaah ilmu politik dan sosial. Khususnya dalam telaah politik, akhir-akhir ini pemahaman lewat wacana bahasa (language discourse) semakin mengakui pentingnya sebuah makna dalam bahasa, terutama setelah muncul pascamodernisme dan pascastrukturalisme dalam kancah filsafat dan epistemologi modern.

    selengkapnya... about Korelasi Bahasa dalam Manifestasi Hegemoni Politik

    Penggunaan Huruf Kapital

    Penulis : Dendy Sugono
    Huruf kapital (huruf besar) dipakai sebagai huruf pertama dalam:

     

    1. Petikan langsung.
      Contoh: Andi berkata, "Lihat Bu, apa yang telah saya buat di sekolah"
    Edisi Publikasi: 
    Kolom Publikasi: 

    Harapan Pada Bahasa

    Jika pertanyaan Shakespeare mengenai kandungan suatu nama dijawab di Indonesia, dapat dipastikan bahwa jawabannya panjang lebar. Memang, baik nama orang maupun nama tempat (toko, sekolah, dan sebagainya), dipilih dengan sangat saksama di Nusantara. Keadaan ini disebabkan adanya harapan bahwa suatu nama akan membawa berkah jika dipilih dengan matang. Itu sebabnya, penyanyi dangdut yang lagi terkenal bernama "Nurjannah" dan bukan "Narjunub", misalnya, dan toko sembako terdekat dinamakan "Makmur" dan bukan "Malang". Ditambah lagi, tetangga kita bernama "Pak Slamet" dan bukan "Pak Sakit", sedangkan perusahaan bus antarkota dinamakan "Langsung Jaya" dan bukan "Langsung Bahaya". selengkapnya... about Harapan Pada Bahasa

    Pages


    Subscribe to Pojok Bahasa