Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Pesona Bahasa Komunikatif

Ingatkah Sahabat cerita Menara Babel dalam Perjanjian Lama? Kisah ini menggambarkan betapa kacau-balaunya manusia tanpa bahasa yang komunikatif. Barangkali, yang minta "batu" diberi "paku", yang minta "paku" justru diberi "batu". Maka patutlah kita syukuri dan manfaatkan pesona bahasa yang ada pada kita saat ini. Kita diberi alat komunikasi yang memungkinkan kita untuk berpikir, merangkai kata dan memahami sesama. Alangkah baiknya jika kita belajar untuk memakai anugerah ini secara komunikatif.

Dalamr edisi e-Penulis kali ini, kami mengajak Sahabat Penulis menggali lebih dalam tentang daya tarik bahasa yang komunikatif dalam artikel "Peranan Bahasa yang Komunikatif dalam Literatur". Selain itu, kami juga menyajikan tips "Memilih Kata" bagi Sahabat Penulis yang rindu bergelut dengan kata-kata. Jangan juga lewatkan tokoh penulis yang memunyai pengaruh luas dalam bidang penerjemahan, Eugene A. Nida. Semoga sajian edisi ini menambah wawasan Sahabat Penulis, selamat membaca!

Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Truly Almendo Pasaribu

< uly(at)in-christ.net >
http://fb.sabda.org/penulis

Intisari dari komunikasi adalah berbicaranya satu hati kepada hati yang lain.
-- Elizabeth Yates --