e-Penulis 093/September/2011

Menulis Sebagai Panggilan Hati

Dengan menulis, kita sudah mengukir sebuah sejarah yang akan diingat oleh generasi kita. Dengan menulis, kita sudah memberikan penghargaan pada setiap peristiwa yang terjadi dan tidak terlewat tanpa makna. Seorang penulis tidak hanya menulis karena sebuah profesi ataupun sepiring nasi, namun seorang penulis akan terus menulis karena itu panggilan hati, dan sudah menjadi nadi yang terpatri dalam perjalanan hidupnya.

Berbicara tentang kepenulisan, dalam edisi kali ini, e-Penulis akan menyajikan sebuah artikel menarik tentang bagaimana menulis dengan berpadanan pada firman Tuhan. Banyak hikmat yang kita dapat dari Alkitab tentang dunia kepenulisan. Kita bukan hanya sekadar menulis, namun ada hikmat Firman Tuhan yang memberkati setiap pembacanya. Tuhan memberkati.

Redaksi Tamu e-Penulis,
Jonathan Sigit selengkapnya... about Menulis Sebagai Panggilan Hati

Tritunggal Dalam Kewartawanan (Kepenulisan)

Iman Kristen mengenal Tritunggal yaitu Allah Bapa, Allah Putra (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus. Di dalam praktik kewartawanan, jurnalis Kristen pun paling tidak harus melakukan tiga hal penting, yaitu baca, tulis, dan tulis ulang atau revisi.

A. Baca

Ada orang yang mengatakan bahwa guru/dosen baru itu hanya menang 1 malam dengan murid/mahasiswanya. Mengapa demikian? Karena belum berpengalaman mengajar, mereka terpaksa harus belajar lagi satu malam sebelum mengajar keesokan harinya. Istilahnya "Sistem Kebut Semalam" (SKS). selengkapnya... about Tritunggal Dalam Kewartawanan (Kepenulisan)

T. S. Eliot

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Thomas Stearn Eliot adalah penulis Amerika-Inggris yang sangat berpengaruh pada abad 20. Dia adalah salah satu penyair, kritikus, penulis naskah, editor, dan penerbit yang terkemuka. Puisi yang paling terkenal "The Waste Land", merupakan karyanya yang mencerminkan kegelisahan dunia modern.

Saat bekerja sebagai juru tulis di sebuah bank, dia menulis koleksi puisi pertamanya, "Prufrock and Other Observations" (1917). Dalam koleksi itu, terdapat salah satu puisi yang cukup terkenal "The Love Song of J. Alfred Prufrock". Kemudian, "The Waste Land" (1922), "Ash Wednesday" (1930), and "Four Quartets" (1943) mengikuti kesuksesan karya pertamanya. Tidak hanya itu, dia juga menjadi pendiri dan editor majalah sastra, Criterion. Dia menulis drama "Murder in Cathedral" (1935) dan "The Cocktail Party" (1949). Tidak hanya itu, dia juga menuliskan syair untuk anak-anak "Old Possum's Book of Practical Cats" (1939). Bagaimanakah latar belakang kehidupan penulis ini?

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Thomas Stearn Eliot adalah penulis Amerika-Inggris yang sangat berpengaruh pada abad 20. Dia adalah salah satu penyair, kritikus, penulis naskah, editor, dan penerbit yang terkemuka. Puisi yang paling terkenal "The Waste Land", merupakan karyanya yang mencerminkan kegelisahan dunia modern.

Saat bekerja sebagai juru tulis di sebuah bank, dia menulis koleksi puisi pertamanya, "Prufrock and Other Observations" (1917). Dalam koleksi itu, terdapat salah satu puisi yang cukup terkenal "The Love Song of J. Alfred Prufrock". Kemudian, "The Waste Land" (1922), "Ash Wednesday" (1930), and "Four Quartets" (1943) mengikuti kesuksesan karya pertamanya. Tidak hanya itu, dia juga menjadi pendiri dan editor majalah sastra, Criterion. Dia menulis drama "Murder in Cathedral" (1935) dan "The Cocktail Party" (1949). Tidak hanya itu, dia juga menuliskan syair untuk anak-anak "Old Possum"s Book of Practical Cats" (1939). Bagaimanakah latar belakang kehidupan penulis ini? selengkapnya... about T. S. Eliot

Penulismuda.Com

Menulis adalah hak semua orang -- kaum tua, anak muda, bahkan anak-anak. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa untuk menjadi penulis berbobot, kita harus melewati "fase-fase pertumbuhan". Seorang penulis profesional nan mahir pun, tidak dengan sendirinya mencapai sukses. Mereka pasti pernah mengalami berbagai kegagalan dan jatuh bangun dalam menyusun, serta mengembangkan tulisan yang berkualitas. selengkapnya... about Penulismuda.Com


Subscribe to e-Penulis 093/September/2011