Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kebanggaan Seorang Indonesia Sejati

Ditulis oleh: Yudo

Kita tahu, bahwa Indonesia tidak berdiri di atas pengorbanan kelompok tertentu saja. Negeri ini adalah negeri yang diperjuangkan oleh orang-orang dari kelompok agama, suku, dan ras yang beragam atas kesatuan rasa tak ingin dijajah lagi dan keinginan untuk diperlakukan dengan terhormat sebagaimana manusia lainnya. Kita berbeda-beda, tetapi disatukan oleh rasa cinta yang sama.

Sebagai para penulis muda Indonesia, bagaimana kita melanjutkan perjuangan ini? Berikut ini adalah pendapat saya mengenai hal-hal yang harus kita miliki untuk dapat memberi sumbangsih kepada bangsa dan negara sebagai seorang penulis muda Indonesia:

1. Menyadari identitas sebagai seorang warga negara Indonesia: Ini yang terpenting. Dengan menyadari hal itu, kita akan menyadari hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. Salah satu tes sederhana atas kesadaran ini adalah bertanya kepada diri sendiri, apakah kita hafal teks Pancasila dan lagu Indonesia Raya? Apakah Merah Putih hanya sekadar warna bagi Anda? Jika Anda "lulus" tes itu, tanggung jawab Anda adalah untuk membuat orang lain merasakan hal yang sama.

2. Kemauan mempelajari sejarah bangsa: Bagi saya, sejarah bangsa kita memang tidak mudah ditelusuri, tetapi itu seharusnya tidak menjadi halangan yang menghentikan kita. Ada banyak pahlawan sejati yang kisahnya bisa kita angkat dan jadikan teladan bagi negeri ini. Tak sedikit pula aksi heroik murni yang layak mendapat penghormatan dan diceritakan kembali, untuk mengingatkan bahwa kita memang adalah bangsa bermartabat, yang berdiri di atas perjuangan dan kerja keras. Kita hanya bisa menemukan dan mengangkat semua permata itu jika kita mau menggali sejarah.

3. Kesadaran bahwa kita memang "bhinneka" sekaligus "tunggal": Seorang pelukis dapat mengungkapkan keindahan dalam kesatuan lukisan itu jika ia memiliki banyak pilihan warna. Begitu pula Indonesia, negara kita adalah sebuah mozaik yang terdiri dari berbagai agama, suku, budaya, dan ras. Perbedaan bukanlah "tembok pemisah", melainkan sebuah kekayaan sudut pandang untuk melangkah maju jika kita mau menghargainya. "Bhinneka Tunggal Ika" tidak asal disematkan pada lambang negara kita. Ia ada di sana untuk mengingatkan bahwa kita adalah bangsa yang kaya. Lalu, mengapa kita tidak mengangkat "Bhinneka Tunggal Ika" dalam tulisan kita?

Saya percaya bahwa kita adalah putra-putri yang diperjuangkan oleh para penulis besar bangsa ini, dan sudah seharusnya kita mewarisi semangat nasionalisme mereka. Kiranya ide-ide ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk dapat mempersembahkan yang terbaik kepada bangsa ini. Semoga kita dapat memandang Sang Merah Putih dengan bangga, sebagai seorang Indonesia sejati.

Sumber bacaan:

  1. Pragiwaksono, Pandji. 2011. "Makna Nasionalisme". Dalam http://pandji.com/

  2. Darmayana, Hiski. 2012. "Nasionalisme ala Soekarno". Dalam http://www.berdikarionline.com/opini/

  3. Setiawan, Aris. 2012. "Mewujudkan Indonesia Lahir Kembali". Dalam http://gerakanindonesiamenulis.blogspot.com/

  4. Samego, Indria. "Menumbuhkan (Kembali) Nasionalisme Melalui Nilai-Nilai Kearifan Lokal". Dalam http://www.setneg.go.id/