Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Menulis Jurnal


Hari Buruk Anda

Teman lama Anda, Bobbi Jones, memberitahu semua orang bahwa kaos kaki Anda tidak cocok. Ibu Anda memberi Anda bekal roti keju dan dua potong wortel selama 3 hari berturut-turut. Anda tidak pernah mendapat kesempatan untuk memukul selama jam olahraga. Dan ketika pulang dari sekolah, map kesayangan Anda tertinggal di bis. Ulangi apa yang saya katakan: "Hari ini adalah hari yang buruk, menjengkelkan, dan tidak menyenangkan!"

Bagaimana seharusnya Anda menghadapi hari yang seperti itu? Anda bisa saja langsung mengudap, "nongkrong" di depan TV, atau memukul-mukul bantal Anda. Tetapi apa yang terjadi saat Anda tidak bisa lagi mengudap atau menonton siaran televisi? Hari Anda akan tetap menjengkelkan.

Inilah yang Akan Saya Lakukan

Setelah mengudap, saya akan mengeluarkan jurnal pribadi saya dan menulis tentang semua yang telah terjadi. Menulis membantu saya memilah-milah pikiran-pikiran saya. Menulis membantu saya tetap terkendali. Menulis membantu mengubah hari-hari yang tidak menyenangkan menjadi lebih baik. Dan saya hampir selalu merasa lebih baik saat saya selesai menulis.

Mengapa Anda Sebaiknya Menulis Jurnal Pribadi?

Ada banyak alasan menulis dalam sebuah jurnal. Anda bisa:

  1. membuat catatan tentang hal-hal menarik dari apa yang Anda lihat dan dengar;
  2. mengumpulkan ide-ide untuk membuat cerita, puisi, dan laporan;
  3. melatih kemampuan Anda dalam menulis;
  4. menghadapi hari yang tidak menyenangkan; dan
  5. menghidupkan kembali saat-saat menyenangkan yang pernah Anda alami.

Berikut bagaimana cara memulainya.

  1. Kumpulkan peralatan yang diperlukan.

    Yang Anda butuhkan adalah sebuah buku catatan dan beberapa bolpoin atau pensil (atau komputer).

  2. Carilah waktu dan tempat khusus untuk menulis.

    Bangunlah pada pagi hari dan menulislah dalam keheningan rumah Anda. Menulislah secara rutin selama berada di sekolah atau berbaring di tempat tidur setelah makan malam. Lihatlah hasilnya.

  3. Menulislah setiap hari.

    Menulislah dengan bebas, galilah pikiran dan perasaan Anda saat muncul dalam pikiran Anda. Jangan khawatir pada apa yang Anda katakan atau bagaimana Anda mengatakannya. Teruslah menulis selama Anda bisa (setidaknya 5 -- 10 sekali menulis).

  4. Tulislah hal-hal yang penting bagi Anda.

    Tulislah sesuatu yang menganggu Anda atau sesuatu yang ingin Anda ingat. Tulislah tentang apa yang Anda lakukan akhir pekan lalu atau sesuatu yang konyol yang Anda lihat. Tulislah sesuatu dan kemudian lanjutkan ke hal yang lain.

  5. Simpanlah tulisan Anda.

    Tuliskan tanggal di bagian atas halaman kertas setiap kali Anda menulis. Bacalah jurnal Anda terus-menerus. Garis bawahi ide-ide yang menurut Anda menarik atau mengejutkan dan ide-ide yang kira-kira ingin Anda tulis lagi di masa yang akan datang.

Sekilas Tentang Penulisan Jurnal

Penulisan jurnal bisa berhasil bila Anda bisa merefleksikan atau benar-benar memikirkan pengalaman-pengalaman Anda dan belajar dari pengalaman-pengalaman itu. Saat Anda bisa melakukan hal ini, tulisan Anda menjadi lebih menarik dan penuh kejutan.

Refleksi

Berpikir dan menulis dengan cara-cara berikut ini akan membantu Anda menggali dan merefleksikan pengalaman-pengalaman Anda.

Menanyakan:

Saat Anda menulis, tanyakan pada diri Anda sendiri beberapa pertanyaan ini: "Apa yang menyenangkan atau menarik tentang pengalaman ini?" "Bagaimana perasaan saya terhadap pengalaman itu sekarang?" Atau tanyakan saja pada diri Anda sendiri "mengapa?" pada poin-poin yang berbeda dalam tulisan Anda, dan cobalah untuk menemukan beberapa jawabannya.

Pikirkan:

Pikirkan juga tentang apa yang sudah Anda pelajari dari suatu pengalaman. Bandingkan pengalaman itu dengan pengalaman-pengalaman lain yang sudah pernah Anda alami. Pikirkan hal-hal apa yang telah Anda lakukan dengan cara yang berbeda, atau apa yang Anda harapkan dari pengalaman-pengalaman itu di masa yang akan datang?

Paksalah Diri Anda Sendiri

Bila Anda memaksa diri Anda sendiri untuk menulis, Anda pasti akan menemukan beberapa hal-hal menarik.

  1. Terus lanjutkan.

    Saat Anda mulai menulis jurnal, berilah tanda di mana Anda terakhir menulis jurnal. Saat Anda menemukan suatu ide yang mengejutkan Anda, cobalah untuk lebih banyak menulis tentang ide itu. Saat Anda merasa bahwa Anda telah mengatakan semua yang tahu tentang suatu hal, teruslah menulis setidaknya beberapa baris lagi.

  2. Buatlah hubungan.

    Bila ingin suatu tantangan, cobalah untuk menghubungkan antara ide-ide yang tampaknya sangat berbeda. Anda juga bisa menghubungkannya dengan peristiwa-peristiwa di berita, film, lagu, dll..

Jenis-Jenis Jurnal

Bila Anda senang menggali pikiran Anda dalam jurnal pribadi, Anda juga bisa menulis di salah satu jurnal istimewa berikut ini.

  1. Jurnal Dialog
    Dalam jurnal dialog, Anda dan seorang teman, orang tua, atau guru saling menulis tentang pengalaman-pengalaman yang Anda miliki, buku-buku yang pernah Anda baca, atau ide-ide yang Anda tanyakan.

  2. "Diary"
    "Diary" adalah suatu catatan pribadi tentang peristiwa-peristiwa harian yang terjadi. (Anda mencatat hal-hal pribadi di "diary").

  3. Log Belajar
    Dalam log belajar atau jurnal kelas, Anda bisa menulis tentang mata pelajaran, misalnya matematika dan ilmu pengetahuan, untuk membantu Anda memahaminya dengan lebih baik.

  4. Jurnal Respons
    Apakah Anda pernah memiliki perasaan yang kuat tentang cerita atau buku yang Anda baca? Anda bisa menuliskan perasaan ini di jurnal respons.

  5. Jurnal Peristiwa Khusus
    Anda mungkin ingin menulis tentang pengalaman-pengalaman Anda saat ikut serta dalam suatu olahraga, saat bersiap menyambut anggota keluarga baru, atau saat mengerjakan proyek khusus. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Judul buku : Writers Express
Judul asli artikel : Writing in Journals
Penulis : Dave Kemper, Ruth Nathan, Patrick Sebranek
Penerbit : Write Source, Massachusetts 1995
Halaman : 105 -- 108