Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Menulis Fiksi Kristiani Untuk Remaja

Hari ini, fiksi kristiani sudah lebih populer ketimbang 20 tahun yang lalu. Kini sudah banyak penerbit dan agen literatur yang memfokuskan spesialisasi mereka di fiksi kristiani untuk remaja, dan ada banyak majalah serta publikasi lainnya yang dapat menjadi pasar potensial bagi karya Anda. Karena itu, jika Anda benar-benar rindu menulis fiksi Kristiani untuk remaja, jangan menyerah ketika Anda mendapat beberapa penolakan dari penerbit. Tetaplah menulis cerita-cerita pendek atau naskah novel, dan kirimlah tulisan Anda ke berbagai agen dan penerbit, sebab Anda tidak akan pernah tahu kapan akan mendapat surat penerimaan atas karya Anda.

Untuk dapat menulis fiksi Kristiani bagi remaja, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

1. Mengeksplorasi Nilai-Nilai Kekristenan

Dalam menulis fiksi Kristiani untuk remaja, Anda perlu mengerti tentang nilai-nilai kekristenan yang mungkin lebih rumit daripada yang Anda pikirkan. Banyak-banyaklah membaca fiksi-fiksi kristiani di waktu senggang Anda, untuk mencari tahu bagaimana penulis lain menaruh nilai-nilai tersebut dalam karya mereka. Carilah cara-cara untuk dapat menjalin nilai-nilai itu ke dalam kisah dan plot Anda karena Anda pasti akan mengalami kesulitan di awal proses penulisan ini.

2. Susunlah Plot yang Meyakinkan

Hanya karena Anda menulis fiksi Kristiani untuk remaja, bukan berarti Anda tidak dapat menggunakan situasi-situasi yang nyata dalam karya Anda. Bahkan, jika Anda membuat plot Anda menjadi lebih nyata, karya Anda akan semakin menarik. Penerbit-penerbit (buku dan majalah) mencari fiksi-fiksi kristiani yang dapat membawa nilai-nilai kekristenan ke dalam kehidupan sehari-hari, yang mungkin dialami oleh para remaja.

3. Berusahalah untuk Tidak Menguliahi

Fiksi kristiani memiliki tujuan yang sama seperti jenis fiksi yang lain, yaitu diciptakan juga untuk menjadi hiburan. Jika plot, karakter, dialog, dan aspek-aspek lain dalam karya Anda tidak menghibur, tidak ada penerbit yang mau menerbitkan karya Anda. Jangan menuliskan pentingnya penguasaan diri atau tentang struktur Allah Tritunggal dalam karya Anda, tetapi gunakanlah nilai-nilai tersebut ke dalam plot Anda, sehingga pembaca remaja tidak menyadari bahwa mereka sedang mendapatkan pengajaran.

4. Jangan Menggunakan Kata-Kata yang Tidak Pantas

Banyak penulis fiksi remaja yang memakai kata-kata kasar, bermuatan seksual, dan gaya bahasa sekuler yang lain dalam karya mereka, tetapi Anda tidak diberi kebebasan yang sama ketika Anda menulis untuk remaja Kristen. Sebaliknya, gunakanlah perangkat kepenulisan yang lain untuk dapat membangun plot serta karakter ciptaan Anda. Anda harus mempertahankan karya Anda, agar tetap sesuai dengan segmen pembaca Anda dan tujuan yang ingin Anda capai.

5. Sempitkan Fokus Anda

Ketika Anda menulis fiksi untuk remaja Kristen, Anda tidak harus membuat setiap paragraf dalam karya Anda tentang kekristenan. Anda selalu dapat menambah urutan plot yang lebih spesifik dan nilai-nilai kekristenan dalam karya Anda. Misalnya, Anda dapat menulis tentang remaja Kristen yang tinggal di tempat terpencil di Timur Tengah karena ayahnya bekerja di sana, dan ada banyak hal yang harus dihadapi oleh kedua tokoh tersebut; cobalah untuk menceritakan seluruh permasalahan tersebut dengan gaya yang mencerminkan kekristenan. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Yahoo! Voices
Alamat URL : http://voices.yahoo.com/
Judul asli artikel : How to Write Christian Fiction for Teenagers
Penulis : Steve Thompson
Tanggal akses : 15 Juni 2012

Download audio