Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Lloyd C. Douglas

Diringkas oleh: Yosua S. Yudo

Lloyd Cassel Douglas lahir di Columbia City, Indiana, terlahir dari pasangan Alexander Jacson Douglas, seorang gembala beraliran Lutheran, dan Sarah Jane (Cassel) Douglas. Lloyd C. Douglas menamatkan pendidikannya di Wittenberg Seminary di Springfield, Ohio. Setelah ditahbiskan, ia melayani sebagai gembala jemaat di North Manchester, Indiana. Pada tahun 1904, ia menikahi Bessie Porch, dan dari pernikahannya itu mereka memiliki dua anak perempuan: Besse dan Virginia, yang nantinya menerbitkan biografi orang tua mereka.

Pada tahun 1905, ia pindah ke Lancaster, Ohio, lalu pada 1908 ia pindah lagi ke Washington D.C. Sejak tahun 1911 sampai 1915, ia adalah pendeta sekaligus direktur yang mengepalai kegiatan keagamaan di University of Illinois. Setelah itu, Douglas menjadi gembala di First Congregational Church di Ann Arbor, Michigan. Banyak mahasiswa yang berasal dari University of Michigan yang ada di sekitar situ yang menghadiri khotbah-khotbahnya, ia dikenal dengan gaya naratifnya yang bersemangat. Selain kota itu, Douglas juga pernah menjadi gembala jemaat di Akron, Montreal, dan Los Angeles. Sebagian dari pengetahuan, terminologi dan prosedur medis yang terdapat pada buku-bukunya, ternyata dipelajari oleh Douglas ketika ia mengadakan kunjungan-kunjungan pastoral kepada pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit-rumah sakit praktik di daerah Midwestern.

Douglas menyelesaikan novelnya yang berjudul "Magnificent Obsession" ketika tinggal di Los Angeles dan diterbitkan tepat pada memburuknya ekonomi Amerika pada tahun 1929. Setelah 45 kali pencetakan, Penerbit Willet, Clark, and Colby menjual hak cetak novel itu kepada Penerbit Houghton Mifflin. Pada tahun 1931, novel tersebut masuk dalam daftar buku terlaris. Menyusul kesuksesan novel tersebut, Douglas akhirnya pensiun untuk menulis lebih banyak novel lagi. Selama awal kariernya sebagai penulis, Douglas memiliki prinsip-prinsip menulis seperti: "Jangan pernah memulai sebuah bab dengan percakapan. Mulailah sebuah halaman yang baru dengan hati-hati, mulailah dengan sebuah paragraf yang terdiri dari 3-4 baris tanpa percakapan. Tokoh-tokoh minor seharusnya diperlakukan dengan baik ..." ('Lloyd C. Douglas: Penulis buku laris, "The Robe," "Green Light," "Magnificent Obsession," adalah seorang yang ahli dalam hal mukjizat dan yang kariernya sendiri adalah mukjizat yang besar dalam kesusastraan' oleh Noel F. Busch, Time, 27 Mei 1946.) Douglas biasanya menulis 3.000 kata per hari, setengahnya adalah hasil dari penulisan ulang hari sebelumnya.

Beberapa novel karya Douglas juga telah diadaptasikan ke dalam layar lebar, "Magnificent Obsession" bahkan memiliki dalam dua versi. "Green Light" (1935) difilmkan pada tahun 1936 dan dibintangi oleh Errol Flynn. "The Robe" yang diterbitkan pada tahun 1942, ditulis mengikuti tradisi "Ben Hur" (1880) karya Lew Wallace dan "Quo Vadis" (1896) karya Henryk Sienkiewicz, telah terjual sebanyak 6 juta kopi. Gagasan untuk memulai novel itu datang dari seorang perempuan di Ohio, yang bertanya kepada Douglas apakah ia pernah mendengar tentang serdadu Romawi yang memenangkan jubah Yesus yang diundi saat peristiwa penyaliban. "Hal itu membuat saya berpikir dan memutuskan untuk menulis kisah itu."

Douglas pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa "Saya senang jika novel karya saya menghibur, akan tetapi karya itu tidak hanya ditulis untuk menghibur namun juga memberi inspirasi." Novel terakhirnya, "The Big Fisherman" (1948) bersetting di wilayah Palestina dan Kekaisaran Romawi pada zaman Perjanjian Baru dan terpusat pada Yesus, Petrus, dan sepasang kekasih; Esther dan Voldi. Kekaisaran Romawi pada zaman gereja mula-mula pun digambarkan dengan teliti. Bagi pembaca modern, gaya bercerita Douglas mungkin terasa terlalu tendensius. Tujuan utama Douglas adalah menyajikan pandangan Kristen dalam bentuk novel dan memasukkan aspek manusiawi ke dalam narasi Injil. Di lain pihak, karya-karyanya tidak selalu bersifat didaktis dan karakter Midwesternnya sangat menonjolkan logika, serta pengalaman-pengalaman praktikal.

Setelah istrinya meninggal pada tahun 1944, Douglas pindah dari Bel-Air di California ke rumah Betty, salah satu putrinya yang sudah bersuami di pinggiran Las Vegas, Nevada. Douglas tidak menyukai film adaptasi dari novelnya "The Robe", sehingga ia tidak mengizinkan sekuel novel itu ("The Big Fisherman") juga diadaptasi ke layar lebar sebelum ia meninggal, sehingga film itu dibuat pada tahun 1959 oleh Frank Borzage. Autobiografi Douglas berjudul "Time to Remember" (1951), yang memuat banyak filosofi hidupnya, dilanjutkan oleh kedua putrinya dan diterbitkan dengan judul "A Shape of Sunday" (1952). Douglas meninggal akibat penyakit jantung di Los Angeles pada 13 Februari 1951. Kata-kata terakhirnya adalah, "Aku bahagia." Douglas dimakamkan di Pemakaman Good Shepherd di Forest Lawn, Glandale, California. (t/Yudo)

Diterjemahkan dan diringkas dari:

Nama situs : Kirsjasto.sci.fi
Alamat URL : http://www.kirjasto.sci.fi/lcdougla.htm
Judul asli artikel : Lloyd C(assell) Douglas (1877-1951)
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 28 Agustus 2012