Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Kreatif Menulis tentang Natal (II)

DARI REDAKSI
Sensasi Surat Ucapan Natal

Ketika saya masih duduk di bangku sekolah menengah umum, tradisi mengirim kartu Natal/surat Natal masih cukup banyak dilakukan. Menyenangkan sekali ketika mendapat surat Natal, sebab dalam surat itu saya dapat merasakan adanya harapan-harapan, doa, kesaksian tentang kasih Allah, dan tentunya ucapan selamat Natal yang sesekali disertai gambar-gambar lucu buah karya lukisan tangan. Meski itu pengalaman dahulu, tidak ada salahnya jika kita kembali menilik sensasi sebuah surat ucapan Natal.

Pada edisi ini, kita akan belajar bagaimana menulis surat Natal yang autentik. Pada era ini, sepertinya surat Natal terkesan kuno atau ketinggalan, tetapi keautentikan isi surat Natal bisa menjadi ucapan Natal yang tidak terlupakan bagi pembacanya. Mengapa bisa demikian? Mari membaca edisi ini selengkapnya.

Tidak lupa, segenap redaksi e-Penulis mengucapkan Selamat Natal kepada Sahabat e-Penulis. Kiranya kasih Allah senantiasa menyertai kita semua. Terima kasih pula atas kebersamaan kita dalam setiap sajian e-Penulis selama setahun ini. Kiranya sajian kami dapat menjadi berkat bagi Sahabat. Sampai jumpa pada 2018 ya. Tuhan Yesus memberkati.


Santi T.

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Santi T.

Topik: