Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Tokoh Penulis

I am obnoxious to each carping tongue Who says my hand a needle better fits, A Poet's pen all scorn I should thus wrong, For such despite they cast on Female wits.

(Saya terluka dengan setiap orang yang mengkritik dan mengatakan saya sebaiknya kembali menjahit saja [kembali ke dapur]. Semua orang berpikir saya akan merusak seni puisi karena mereka sangat menghina kecerdasan perempuan - Red.)

G.K. Chesterton, nama lengkapnya, Gilbert Keith Chesterton (lahir 29 Mei 1874, di London, Inggris -- meninggal 14 Juni 1936, Beaconsfield, Buckinghamshire), kritikus Inggris dan penulis bagian syair, esai, novel, dan cerita pendek, juga dikenal karena kepribadiannya yang riang dan tubuhnya yang gemuk.

Walker Percy dilahirkan di Birmingham, Alabama, pada tanggal 28 Mei 1916, dan meninggal dunia di Covington, Louisiana, pada tanggal 10 Mei 1990. Percy dikenal karena novel-novelnya yang berbau filosofis.

Elie Wiesel adalah penulis pemenang penghargaan Nobel, guru, dan aktivis, yang dikenal karena kisah memoar (memoar adalah kenang-kenangan yang menyerupai autobiografi dengan menekankan pendapat, kesan dan tanggapan pencerita atas peristiwa-peristiwa yang dialami serta tokoh-tokoh yang berhubungan dengannya - Red.)

Diringkas oleh: Santi T.

Nobertus Riantiarno (Nano) lahir pada 6 Juni 1949 di Cirebon, Jawa Barat. Terlibat dalam teater sejak 1965. Sesudah tamat SMA (1967), ia kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia, ATNI, Jakarta, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (1971). N. Riantiarno mendirikan Teater Koma, 1 Maret 1977, dan pernah menggelar sekitar 111 produksi panggung dan televisi hingga 2006.

Diringkas oleh: Santi T.

Diringkas oleh: N. Risanti

Dr. Gabriel Possenti Sindhunata atau yang akrab dipanggil Romo Sindhu, lahir pada tanggal 12 Mei 1952 di kota Batu, Malang, dari orangtua beretnis Tionghoa. Ibunya bernama Koo Soen Ling sementara bapaknya bernama Liem Swie Bie. Setelah menamatkan pendidikan dari Seminarium Marianum, Lawang, Malang, pada tahun 1970, Sindhunata pindah ke Jakarta dan memulai kariernya sebagai wartawan di majalah Teruna pada tahun 1974 -- 1977 serta harian Kompas pada tahun 1978. Pada tahun 1974 -- 1980, ia menempuh studi di STF Driyakarya, Jakarta, dan kemudian juga mendapat gelar sarjana dari Institut Filsafat Teologi Kentungan, Yogyakarta. Pada tahun 1992, ia mendapat gelar Doktor di bidang filsafat dengan disertasi mengenai pengharapan mesianik masyarakat Jawa dari Hochschule fur Philosophie, Philosophische Fakultat SJ, Munchen, Jerman.

Masyarakat Indonesia pasti sudah tak asing lagi dengan koran Kompas. Begitu mendengar frasa "koran Kompas", hal yang terbayang pastilah sebuah koran dengan konten dan materi penggunaan kertas yang sangat bonafit. Akan tetapi, apakah Anda mengenal seseorang dibalik kesuksesan surat kabar harian Kompas tersebut?

Diringkas oleh: Berlin B.

Remy Silado adalah seniman serba bisa yang dikenal dengan banyak nama pena: Dova Zila, Alif Danya Munsyi, Juliana C. Panda, Jubal Anak Perang Imanuel. Nama aslinya adalah Yapi Panda Abdiel Tambayong. Selain sebagai penulis, pria kelahiran Makassar, 12 Juli 1945 ini, juga dikenal sebagai musisi, dramawan, bahkan pelukis.

Dirangkum oleh: N. Risanti

Henrietta Marianne Katoppo lahir pada bulan Juni 1943 di Tomohon, Sulawesi Utara. Dibesarkan dalam keluarga yang mendukung kesetaraan gender dan budaya yang cenderung kebarat-baratan, menjadikan dirinya terlibat dalam dunia sastra dan isu-isu kemanusiaan sejak masa kecil. Ayahnya, Elvianus Katoppo, yang merupakan Menteri Pendidikan di Negara Indonesia Timur pada masa Republik Indonesia Serikat, menjadi orang yang memperkenalkannya pada pemikiran mandiri serta perspektif sejarah. Beliau sendiri merupakan salah satu tokoh pendiri Universitas Kristen Indonesia di Jakarta serta Lembaga Alkitab Indonesia pada tahun 1954.

Pages