Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Pojok Bahasa

Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda atau nomina, termasuk pronomina dan frasa nominal. Namun, tidak semua deret nomina berupa kalimat, sebab dapat juga deret tersebut hanya berupa frasa. Perhatikan contoh berikut.

(1a) Buku keluaran Badan Bahasa itu.

(1b) Buku itu keluaran Badan Bahasa.

Kata counter (Inggris) berarti toonbank, meja pajangan/kedai, kasir. Kata tersebut mengandung pengertian bahwa counter bukanlah toko, melainkan meja/kedai kecil tempat menjual barang-barang. Dengan demikian, di dalam toko bisa terdapat beberapa counter/kedai kecil yang menjual barang-barang, misalnya counter kosmetik, obat-obatan, dan majalah.

Salah kaprah berarti sesuatu yang tidak benar, tetapi dilakukan oleh banyak orang sehingga tampak seolah-olah benar dan biasa. Salah kaprah sering terjadi dalam bahasa komunikasi yang lebih mengutamakan pemahaman komunikatif daripada tata bahasa baku. Pesan memang telah sampai kepada komunikan, meskipun tata bahasa dan makna sebenarnya kacau. Salah satu di antara salah kaprah dalam berbahasa adalah pemakaian kata "dirgahayu" dalam setiap momentum peringatan hari ulang tahun kelahiran sesuatu, selain manusia (anniversary bukan birthday).

Dari kata dasar jual dapat dibentuk kata berjualan. Di samping itu, terdapat pula kata jualan yang sering diperlakukan sama dengan kata berjualan. Benarkah penggunaan kata seperti itu?

Setelah kata pergantian dan penggantian yang membuat kita bingung, kita juga dibingungkan dengan pemakaian kata yang benar antara perajin atau pengrajin, perusak atau pengrusak? Pemakaian kata ini sangat bersaing di masyarakat.

Kalau Anda mencari arti frasa "auktor intelektualis" di Kamus Besar Bahasa Indonesia, setidaknya yang versi daring, Anda tak akan menemukannya. Yang akan Anda temukan hanya aktor intelektual. Menurut KBBI, aktor intelektual adalah otak berbagai tindakan yang menyimpang (seperti kerusuhan, pembakaran, pembunuhan).

Dalam dunia tulis-menulis, kita tidak asing lagi dengan istilah kamus. Selain itu, ada pula tesaurus. Kamus dan tesaurus merupakan rujukan yang biasa digunakan untuk mencari makna kata. Apa perbedaan keduanya?

Diringkas oleh: Santi T.

Para penutur bahasa Indonesia harus menggunakan kosakata dengan tepat supaya dapat menghasilkan pembicaraan yang enak didengar. Jika penggunaan kosakata tidak tepat, pembicaraan akan membingungkan pendengar. Pemilihan kata yang kurang tepat akan membuat kalimat menjadi samar-samar atau bahkan menggelikan dan bisa juga dari segi kaidah penulisan kata, kata tersebut tidak termasuk kata baku.

Perhatikan judul artikel yang ditayangkan di situs daring sebuah grup media nasional. "Andiren: Kenal ataupun Nggak, Penilaian tentang Mike Sama Rata". Selintas tak ada yang aneh. Akan tetapi, kalau ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada kesalahan di judul tersebut.

Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai penyimpangan dari kaidah yang berlaku sehingga memengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan. Penyimpangan/kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1. Hiperkorek
Kesalahan berbahasa karena "membetulkan" bentuk yang sudah benar sehingga menjadi salah.
Contoh:

  • utang (betul) --> hutang
  • pihak (betul) --> fihak

Pages