Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kecuali, Selain, dan Termasuk

"Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 005/PUU-IV/2006 menyuratkan bahwa hakim konstitusi tidak termasuk hakim yang berada di bawah pengawasan Komisi Yudisial. Dengan kata-kata lain dapat disimpulkan bahwa "Komisi Yudisial (KY) berwenang mengawasi hakim, kecuali hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ada juga media massa memberitakan bahwa "KY berwenang mengawasi hakim selain hakim MK."

Pemakaian kata-kata "kecuali" dan "selain" oleh penutur bahasa Indonesia memang ada kalanya keliru atau tertukar. Padahal ketidakcermatan begini berpotensi menimbulkan salah tafsir amat hakiki dan riskan, sebab kedua kata sesungguhnya memiliki fungsi saling berlotak belakang. Kata "kecuali" bersifat mempersempit (eksklusif dan disintegratif), sedangkat kata "selain" bersifat memperluas (inklusif atau komplementaris).

Perhatikan pemakaian kedua kata dalam contoh-contoh kalimat berikut.

  1. Semua murid hadir, kecuali Ali.

  2. Semua murid hadir, selain Ali.

    Kalimat pertama mengandung makna "semua murid hadir, tetapi Ali tidak hadir", sedangkan kalimat kedua menyiratkan arti "semua murid hadir, (termasuk) Ali juga hadir". Kekeliruan yang paling sering terjadi adalah pada penggunaan kata "selain". Maka perlu diingat bahwa kata selain bersifat mempergabungkan, bukan mempersisihkan.

    Demi menghindari kekeliruan penggunaan kata "selain", sangat disarankan selalu memasangkan kata "selain" dengan kata "juga" atau "pula", serta menjadikan pola tersebut sebagai acuan buku. Maka, kalimat kedua pantas diubah menjadi: "Semua murid juga hadir, selain Ali." Atau, "Semua murid hadir pula, selain Ali."

    Untuk menggantikan kata "selain" dapat dipakai kata "termasuk" tetapi hanya untuk beberapa kasus. Simak kalimat- kalimat berikut.

  3. Semua murid hadir, termasuk Ali.

  4. Selain pandai, dia juga sopan.

  5. Termasuk pandai, dia juga sopan.

  6. Selain memasak, saya mencuci pula.

  7. Termasuk memasak, saya mencuci pula.

  8. Saya juga memasak, selain mencuci.

  9. Saya juga memasak, termasuk mencuci.

  10. Kalimat No. 5, 7, dan 9 adalah kalimat janggal/rancu. Kalimat No. 2 dapat digantikan dengan kalimat No. 3. Di sini benar, kata "selain" dapat disubtitusi denan kata "termasuk". Tetapi kata "selain" dalam kalimat No. 4, 6, dan 8 tidak serta merta dapat diisi dengan kata "termasuk" sebagaimana tersinyalir merancu pada kalimat No. 5, 7, dan 9.

    Diperlukan sedikit pemahaman logika matematika di sini. Kata "termasuk" hanya berfungsi menggabungkan satu kata kepada kata lain yang bermakna lebih luas (sesuai dengan konsep "himpunan bagian" dalam matematika), tetapi tidak dapat mempersatukan dua kata yang berbeda maknanya. Sedangkan kata "selain" dapat dipergunakan untuk mempertautkan sebuah kata, baik kepada kelompok makna lebih besar maupun terhadap kata lain yang bermakna berbeda (sebagaimana hakikat irisan dua himpunan dalam matematika).

    Kalimat No. 5 janggal, sebab kata "pandai" dan "sopan" merupakan dua kata dengan makna berbeda, sehingga tidak dapat dipersatukan oleh kata "termasuk". Kalimat No. 7 dan No. 8 juga demikian. Arti kata "memasak" dan "mencuci" tidak saling terkait dan makna kata yang satu tidak lebih sempit atau lebih luas daripada makna kata yang lain. "Memasak" dan "mencuci" adalah dua kata yang sama sekali berbeda maknanya.

    Berikut penggunaan kata "termasuk" yang afdol.

  11. Termasuk bertutur halus, ia juga sopan.
  12. Saya juga mengurus rumah, termasuk mencuci.

  13. "Bertutur halus" merupakan salah satu kelakuan yang tergolong "sopan" dan "mencuci" adalah bagian dari keseluruhan pekerjaan "mengurus rumah", maka kata-kata tersebut dapat disiasati membentuk kalimat dengan memanfaatkan kata "termasuk".

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama majalah : Intisari, Edisi April 2007
Penulis artikel : Lie Charlie
Halaman : 90 -- 91