Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Kasus Penulisan Tanda Baca: Dispasi atau Tidak?

Mungkin salah satu informasi yang paling banyak menghadirkan kesalahan ejaan adalah undangan. Kalau Anda melihat undangan-undangan rapat gereja, undangan pernikahan, undangan sunatan, dan lain-lain, kasus-kasus penulisan tanda baca menjadi sesuatu yang banyak dijumpai. Sebut saja, misalnya, penggunaan titik dua (:). Tak jarang ditemukan penulisan yang sebagai berikut.

Hari/tanggal : Senin, 30 April 2007
Tempat : Wisma Kartini
Pukul : 17:00 - selesai

Bahkan sesekali dijumpai pula penulisan garis miring (/) seperti di bawah ini.

Hari / tanggal : Senin, 30 April 2007
Tempat : Wisma Kartini
Pukul : 17:00 - selesai

Satu hal yang perlu disoroti dalam penulisan titik dua pada contoh di atas ialah adanya spasi sebelum tanda-tanda baca tersebut ditulis. Pada contoh pertama, ada spasi yang memisahkan "hari/tanggal" dengan tanda titik dua. Lalu pada contoh kedua, tidak hanya masalah dengan tanda titik dua saja, tapi juga garis miring.

Jelas penulisan keduanya tidak tepat. Seharusnya, penulisan tanda-tanda baca tersebut tidak diantarai spasi. Pada kasus tanda titik dua, spasi hanya diberikan pada bagian yang hendak diterangkan, dijelaskan, atau dirinci. Namun, pada tanda garis miring, tidak ada spasi yang mengantarai bagian sebelum dengan sesudahnya; semuanya ditulis serangkai.

Hanya saja, dalam undangan-undangan tersebut, untuk menjaga kerapian, memang tanda titik dua selalu dibuat berurut. Untuk kasus seperti ini, spasi hanya dimungkinkan hanya pada bagian yang tidak terlalu panjang, dalam contoh di bawah ini ialah "tempat" dan "pukul".

Hari/tanggal : Senin, 30 April 2007
Tempat : Wisma Kartini
Pukul : 17:00 - selesai

Tidak hanya pada tanda titik dua dan garis miring, pada tanda kurung pun sering dijumpai adanya spasi dengan bagian yang dikurung. Jadi, kadang kita menemukan, misalnya:

Pukul : 17:00 ( 5 sore )

yang seharusnya dituliskan:

Pukul: 17:00 (5 sore).

Setidaknya, ada dua penjelasan yang mungkin untuk kedua kasus ini. Pertama, kesalahan ketik, sebagai penjelasan yang paling sederhana. Meski demikian, bila kesalahan serupa muncul terlalu sering, hal itu tentu berarti bahwa yang menuliskan undangan tersebut memang memiliki pemahaman yang keliru. Kemungkinan kedua, spasi justru digunakan untuk memudahkan pembaca untuk melihat informasi yang hendak disampaikan.

Diambil dari:

Nama situs : Corat-Coret Bahasa Indonesia
Penulis : indonesiasaram
Alamat URL : http://indonesiasaram.wordpress.com/2007/04/29/kasus-penulisan-tanda-baca-dispasi-atau-tidak/