Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

John Wycliffe

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Setelah tubuh John Wycliffe terkubur hampir selama 50 tahun, Uskup Lincoln memerintahkan agar sisa-sisa tubuhnya digali kembali dan langsung dibakar pada tahun 1492. Abunya dibuang ke sungai Swift. Kebencian terhadap Wycliffe bukanlah hal yang baru, melainkan kelanjutan dari apa yang dipikulnya selama hidupnya. Akan tetapi, mengapa kebencian ini bertahan begitu lama setelah kematiannya? Mari kita telusuri biografi singkat tentang kehidupan seorang teolog sekaligus penerjemah Alkitab ini.

John Wycliffe lahir di Ipreswell, Yorkshire di Inggris, kira-kira pada tahun 1320 - 1330. Tidak diketahui kapan tepatnya Wycliffe masuk universitas Oxford, yang sangat melekat dengannya sampai akhir hayatnya. Dia tertarik dengan ilmu sains dan matematika, tetapi dia juga mengikuti studi teologia, hukum gereja, dan filsafat. Bahkan para penentangnya mengakui kecerdasan dialektikanya.

Pada tahun 1368 dia menjadi rektor di Ludgershall di Buckinghamshire yang tidak jauh dari Oxford. Pada tahun 1372, dia meraih gelar Doktor dalam bidang Teologi. Gelar ini memperbolehkannya mengajar di bidang keilahian sistematik. Tentu saja bukan pendidikannya atau jabatannya yang memberikannya banyak musuh. Dia ditentang karena dia memahami sifat sejati untuk menjadi hamba Kristus. Walaupun mengalami berbagai kesulitan, dia tetap berjuang sebisa mungkin untuk memperluas kerajaan Sang Penyelamat.

Kecintaannya kepada kebenaran mendorongnya untuk mempertanyakan pandangan-pandangan gereja. Dia tidak hanya memperdebatkan sistem sakramen, tetapi dia juga mempertanyakan kekuasaan dan kekayaan gereja. Pada masa itu, Paus menuntut hak kepemilikan gereja di Inggris. Namun demikian, Wycliffe berpendapat bahwa harta milik gereja di Inggris adalah milik negara. Menurut Wycliffe, seharusnya gereja tidak memiliki harta milik duniawi, gereja harus hidup sederhana, seperti gereja pada masa Perjanjian Baru. Dia juga mempertanyakan penjualan surat-surat pengampunan dosa dan jabatan-jabatan gerejawi. Tidak hanya itu, Wycliffe menolak penyembahan para santo dan relik yang berbau takhayul. Puncaknya, dia mengguncangkan gereja pada waktu itu dengan menolak pandangan resmi tentang Ekaristi (doktrin transsubstansiasi) yang dikeluarkan oleh Konsili Lateran Keempat. Penolakannya ini menyebabkan dia kehilangan banyak pendukung. Kemudian, Wycliffe sendiri kehilangan kedudukannya di Oxford dan mendapat larangan untuk berkhotbah. Para pengikutnya juga diusir dari Oxford.

Wycliffe tidak gentar. Akibat pengusirannya ini, Wycliffe memanfaatkan waktunya untuk menerjemahkan Alkitab. Menurut Wycliffe, setiap orang harus diberi keleluasaan untuk membaca Kitab Suci dalam bahasanya sendiri. "Alkitab sangat diperlukan oleh semua orang, bukan hanya untuk para imam," tulisnya. Maka meskipun Gereja tidak setuju, dia bekerja sama dengan para ahli lainnya untuk menerjemahkan Alkitab bahasa Inggris pertama yang lengkap. Wycliffe berusaha membuat terjemahan Kitab Suci dari salinan Vulgata (Alkitab terjemahan bahasa Latin), agar orang-orang sebangsanya dapat memahaminya. Edisi pertama diterbitkan. Penerbitan kedua yang direvisi selesai setelah Wycliffe meninggal. Edisi itu dikenal sebagai "Alkitab Wycliffe", dan dibagi-bagikan dengan ilegal.

Tidak hanya melayani lewat terjemahan yang cemerlang, Wycliffe juga melayani orang-orang buta huruf di Inggris, dengan mengatur pendeta-pendetanya yang hidup sederhana, yang dikenal dengan sebutan Lollard. Para Lollard membaca Alkitab dan melakukan penginjilan. Walaupun mereka dianiaya, gerakan ini tetap berdiri sampai 250 tahun kemudian. Martin Luther -- Reformis Jerman dan John Huss -- tokoh kekristenan setelah Wycliffe, mendapatkan banyak manfaat dari karyanya.

Pada tahun 1984, Tuhan memanggilnya dalam damai di tempat tidurnya sendiri. Wycliffe adalah sosok yang sangat antusias untuk menyebarkan kebenaran firman Allah, dan dia memperlengkapi orang lain untuk berjalan bersamanya dalam kebenaran itu.

Dirangkum dari:

1. _______________. "John Wycliffe: A Man Ahead of His Time". Dalam http://www.wycliffe.org/

2. _______________. "Legacy". Dalam

http://www.wycliffe.edu/

3. Oeniyati, Yulia. "John Wycliffe". Dalam http://www.sabda.org/