Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Genre, Bukan Kerangkeng Penulis

Shalom, Sahabat Penulis!

Ada seorang penulis muda yang berkata bahwa seorang penulis sebenarnya tidak memilih genre tulisannya, namun sebaliknya genre itulah yang "memilih" penulisnya. Jika direnungkan lebih dalam, mungkin kata-kata penulis muda itu ada benarnya, karena ketika seorang penulis menghasilkan sebuah karya, ia tidak memilih genre tulisannya, tetapi ia hanya menulis apa yang ada dalam hatinya. Genre adalah "rak buku" yang dibuat untuk mengategorikan karya-karya sastra berdasarkan strukturnya dan mempermudah masyarakat untuk mengenali serta mengapresiasi karya-karya sastra yang beredar. Namun demikian, batasan sebuah genre sebenarnya tidak membelenggu seorang penulis karena seorang penulis adalah pribadi yang bebas menulis apa yang ingin ditulisnya, lihatlah C.S. Lewis yang berhasil memukau pembacanya lewat serial fiksi Narnia yang ditulisnya, di lain kesempatan ia memberkati banyak orang lewat buku-buku teologinya yang dalam seperti Mere Christianity, ia pun menambah pengetahuan pembacanya lewat karya-karyanya yang bersifat akademis, atau melambungkan penikmat karyanya lewat kata-kata indah yang terangkai dalam puisi-puisi ciptaannya. Memang benar, genre seakan mengotak-ngotakkan karya sastra tetapi tidak menjadi kerangkeng yang dapat membatasi seorang penulis untuk mencipta.

Berkaitan dengan itu, pada edisi e-Penulis kali ini kami menyajikan artikel yang membahas tentang genre dalam literatur sastra secara global, yang kami harap dapat memberi wawasan kepada Sahabat sekalian. Di kolom pojok bahasa, kami sajikan tulisan Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, yang membahas pola pikir masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan perkembangan kosakata Bahasa Indonesia. Kiranya sajian kami di edisi ini dapat memberi manfaat kepada Sahabat sekalian. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Penulis,
Yosua Setyo Yudo
< yudo(at)in-christ.net >