Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Cara Membaca Mazmur dan Kitab-Kitab Puisi Lain di Alkitab

Puisi adalah seni yang sedang sekarat. Sedikit orang yang menulis, membaca, atau bahkan tahu bagaimana membuat puisi jika mereka mencobanya. Pembuatan puisi membutuhkan hati, imajinasi, dan kemampuan untuk duduk dalam tekanan. Dalam budaya yang cenderung lebih memperhatikan satu baris kalimat dari pidato yang panjang saat ini, orang-orang telah kehilangan kemampuan penting untuk membaca dengan merenungkan dan membaca berulang kali seperti yang diperlukan untuk membaca puisi.

Ini adalah kebutaan budaya yang sangat tragis. Tidak mampu untuk menikmati puisi berarti Anda tidak dapat berdiam dalam dunia Alkitab karena begitu banyak bagian dari Alkitab yang merupakan puisi.

Gambar: Psalm

Jelas ada puisi-puisi yang membentuk kitab Mazmur, tetapi puisi juga tersebar di hampir keseluruhan tiap kitab dalam Alkitab dalam satu atau cara yang lain. Para nabi hampir seluruhnya menulis dalam bentuk puisi, dan beberapa teologi terdalam di dalam Perjanjian Baru dibuat dengan menggunakan bentuk paralelisme dalam teks Yunani yang berkutat pada warisan Puisi Ibrani yang kaya (lihat Filipi 2 misalnya). Yesus sendiri menggunakan puisi lebih daripada sumber lainnya untuk membingkai dan menjelaskan tindakan-Nya pada dunia Yahudi di mana Ia tinggal.

Memahami kitab puisi di Alkitab adalah penting untuk memahami Alkitab secara keseluruhan.

Saya mengalami kesulitan belajar membaca puisi dalam Alkitab. Selama bertahun-tahun saya berjuang. Kitab Puisi di alkitab tidak berbentuk sajak. Ia tidak memiliki irama. Bahkan, setelah saya mempelajari bahasa asli Alkitab, saya tetap mengalami kesulitan.

Hal yang membantu untuk memahami puisi Alkitab adalah dengan belajar tentang fitur puisi di Alkitab yang disebut paralelisme. Paralelisme pada dasarnya berarti bahwa satu baris puisi memiliki hubungan langsung dengan baris lain dalam puisi, dan harus dibaca dalam hubungan tersebut untuk dapat dipahami. Arti dalam bagian ini tidak hanya pada baris-barisnya sendiri, tetapi dalam rentang yang dibuat di antara dua baris. Ini seperti menciptakan sebuah persepsi kedalaman dengan melihat kebenaran melalui kedua mata.

Paralelisme dapat berfungsi dalam beberapa cara. Beberapa tahun yang lalu, seorang guru di seminari, Robert L. Hubbard, Jr., membantu saya untuk memahami hal tersebut dengan lebih baik dengan menggunakan simbol "=", "<", dan ">". Saya akan membaca sebuah puisi dan membuat salah satu dari ketiga tanda itu di samping setiap baris untuk membantu saya berpikir tentang hubungan di antara dua baris. Saya akan menjelaskan apa arti dari masing-masing simbol di bawah ini.

Jika sebuah baris puisi adalah = dengan baris yang mengikutinya maka bagian dari kedua baris tersebut dapat dipertukarkan. Baris kedua MENGGEMAKAN baris pertama.

Contoh puisi semacam ini dapat ditemukan dalam Amos 8:10.

Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan,
dan segala nyanyianmu menjadi ratapan.;

Gambar: Amos

Anda dapat menukar Perayaan dengan Nyanyian atau perkabungan dengan Ratapan dan maknanya tetap hampir sama.

Anda juga dapat melihat bentuk perbandingan semacam ini di mana baris kedua sebenarnya mencoba untuk MENGONTRASKAN baris pertama. Dalam situasi ini, bagian-bagiannya tidak begitu banyak dipertukarkan, tetapi berada dalam tegangan langsung antara satu sama lain secara semantik. Dalam kasus seperti ini, Anda mungkin dapat menggunakan tanda "≠".

Jika baris puisi adalah > dengan baris yang mengikutinya. Baris kedua digunakan untuk memenuhi syarat baris pertama, dan membantu membawa baris pertama dalam kejelasan atau kelengkapan yang lebih jauh. Hal ini dapat dilakukan dengan memenuhi syarat waktu pada baris pertama, alasan untuk baris pertama, atau sarana pada baris pertama. Dengan kata lain, baris kedua dapat menunjukkan bagaimana, mengapa, atau kapan baris pertama muncul.

Contoh ini diberikan dalam Amos 5:20.

Bukankah hari TUHAN itu kegelapan,
dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?

Baris kedua memperdalam pemahaman baris pertama.

Jika baris puisi adalah < dengan baris yang mengikutinya. Baris pertama digunakan untuk memperkenalkan baris kedua, dan baris kedua memperluas atau melengkapi baris pertama. Ini dapat digunakan untuk melanjutkan baris pertama, membandingkan sesuatu di baris pertama, mengintensifkan sesuatu di baris pertama, dan menentukan sesuatu di baris pertama (ini dapat bersifat spasial, bersifat penjelasan, untuk efek dramatis, atau memberikan tujuan dari baris pertama).

Contoh ini diberikan dalam Amos 7:11.

Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang
dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan.

Satu rangkaian dari ayat ini menjabarkan serangkaian peristiwa. Baris pertama terjadi dan kemudian baris kedua terjadi. (t/N. Risanti)

Diambil dari:
Nama situs : Patheos (Hosting the Conversation on Faith)
URL : http://www.patheos.com/blogs/billykangas/2015/01/how-to-read-the-psalms-and-other-biblical-poetry.html
Judul asli artikel : How to Read the Psalms and other Biblical poetry
Penulis artikel : Billy Kangas
Tanggal akses : 14 Desember 2016