Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Loading

Bagaimana Menyunting Tulisan Anda Sendiri (Swasunting)

Apabila draf tulisan Anda terlihat kaku dan kurang baik, hal itu bisa diperbaiki dengan suntingan yang baik. Karena menyewa seorang editor tidaklah selalu dimungkinkan, sering kali Anda mendapat "kesempatan" untuk menyuntingnya sendiri. Setiap kali Anda bergulat dengan ide-ide, frasa, dan kata-kata sifat untuk menaruh gambaran yang Anda maksud ke dalam pikiran pembaca, Anda akan menghargai bahwa menulis adalah hal yang sulit.

Menyunting merupakan pekerjaan yang sangat melelahkan -- suntingan yang baik biasanya memerlukan waktu yang lamanya hampir sama dengan penulisan draf tulisan itu sendiri. Meski demikian, hasilnya setimpal dengan upaya yang dilakukan saat menyunting.

Menyunting adalah proyek yang harus dilakukan berulang kali dan benar-benar membutuhkan kesabaran. Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan dalam menyunting. Urutan langkah yang Anda ambil dalam menyunting akan memengaruhi gaya tulisan Anda; lakukan sedikit percobaan untuk mengetahui urutan langkah-langkah mana yang paling baik menyunting tulisan Anda. Anda akan menyadari bahwa Anda sebenarnya sedang menyunting ketika Anda secara positif sudah muak dan lelah membaca ulang tulisan Anda.

  1. Sinonim

    Belilah tesaurus terbaik yang bisa Anda temukan. Sebuah tesaurus akan membantu jika tesaurus itu memiliki bagian "kategori" yang memungkinkan Anda untuk membaca secara ide besar. Bacalah tulisan Anda dan carilah persamaan kata yang paling cocok/tepat untuk menggambarkan maksud Anda. Namun, Anda harus berhati-hati, ingatlah bahwa masing-masing pembaca memiliki tingkat pengetahuan yang tidak sama dan mungkin menghindari kata-kata yang terlalu rumit.

  2. Simile dan Metafora

    Pakailah simile dan metafora jika memungkinkan, namun usahakan tetap sesuai dengan konteks tulisan Anda. Terkadang, metafora yang terlalu luas (atau simile yang terlalu menyolok) dapat mengacaukan gagasan utama tulisan Anda. Jangan memadukan metafora dengan membandingkan sesuatu dengan cerek teh hanya untuk kemudian membandingkannya dengan sebuah mobil.

  3. Cek Kamus

    Baca tulisan Anda, jika Anda kurang begitu yakin dengan arti suatu kata, carilah arti kata tersebut di dalam kamus. Saya sendiri beberapa kali terkejut saat saya menggunakan satu kata berkali-kali hanya untuk membuat tulisan terlihat bagus dan kemudian menemui bahwa maknanya benar-benar berbeda dari yang saya maksud.

  4. Bacalah Keras-keras

    Anda tidak perlu membacanya keras-keras di depan orang lain. Mengherankan, bahkan saat Anda duduk di sofa sendirian dan membacanya, Anda bisa segera menemukan frasa dan kata-kata yang janggal yang sangat sering Anda gunakan.

  5. Tindakan dan Kalimat Aktif

    Tulisan Anda akan menjadi jelas bila Anda menyusun kalimat Anda dengan pola subjek-predikat-objek; tulislah sebuah tindakan daripada mendeskripsikan situasi. Gunakan komputer Anda untuk mencari kata-kata kerja yang diawali dengan "di" -- tulisan Anda akan lebih baik jika Anda menggunakan kalimat aktif.

  6. Buatlah Kalimat Positif

    Terkadang, kata "tidak" berguna untuk menekankan sesuatu. Namun sering kali, sebuah kalimat akan jauh lebih kuat jika kalimat itu adalah kalimat positif; gunakan komputer untuk mencari kata "tidak" dan tulis kembali kalimat tersebut dengan menggunakan deskripsi lain.

  7. Hilangkan Tanda Koma

    Tanda koma yang diikuti kata "tetapi" bukanlah masalah. Tanda koma untuk memisahkan daftar rincian sesuatu juga tak menjadi masalah. Tanda koma untuk menjelaskan kalimat dalam tanda kurung boleh dipakai. Namun, penggunaan tanda koma untuk hal lain membutuhkan kecermatan khusus -- apakah seharusnya memakai tanda titik koma, titik dua, tanda hubung, atau tanda kurung?

  8. Tenggelamkan Kesokpintaran Anda.

    Jika ada tulisan yang kesannya "sok pintar", Anda harus menyingkirkannya.

  9. Susunlah Kembali Kata-kata dan Kalimat Anda

    Usahakan kata-kata Anda tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. Kata-kata penting terletak di akhir kalimat; kalimat utama terletak di akhir paragraf.

  10. Kata-kata Memiliki Intonasi

    Kadang membaca bisa menjadi aneh karena tekanan setiap suku katanya begitu "datar". Tandailah tulisan Anda dengan suku kata yang memiliki penekanan dan susunlah kembali kata-kata yang datar nadanya jika dibaca atau bagian-bagian yang memiliki terlalu banyak suku kata yang ditekan yang ada di tempat yang berdekatan.

  11. Periksa Ejaan dan Tata Bahasa

    Terakhir, gunakan pemeriksa ejaan (spell checker) yang ada di program Microsoft Word. Program ini dapat menemukan beberapa kesalahan dalam tulisan Anda. Meskipun begitu, gunakan hikmat Anda sendiri untuk tidak mengikuti beberapa aturan tata bahasa jika memang dirasa diperlukan. Percayalah pada pendengaran Anda. (t/Setyo)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Nama situs : Jeff Chapman"s Web Site!
Judul asli artikel : How To Edit Your Own Writing (Self-Editing)
Penulis : Jeff Chapman
Alamat URL : http://home.earthlink.net/~jdc24/selfEdit.htm