Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PELITAKU

Artikel

Pelayanan Literatur: Mau Dibawa Ke Mana?

Kalau misalnya Anda pernah melihat pertandingan atletik estafet 4 x 100 meter, di sana Anda dapat melihat empat pelari akan beradu cepat sambil memberikan tongkat estafet dari pelari pertama ke pelari kedua sampai kepada pelari yang keempat. Saya ingin menggambarkan tongkat kepemimpinan pelayanan seperti itu juga. selengkapnya... about Pelayanan Literatur: Mau Dibawa Ke Mana?

Sumber Gagasan yang Tak Pernah Kering

Penulis: Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D. selengkapnya... about Sumber Gagasan yang Tak Pernah Kering

Kolom Publikasi: 
Edisi Publikasi: 

Ah, Puisi?

Penulis: Ary Cahya Utomo selengkapnya... about Ah, Puisi?

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Proses Kreatif Menulis Novel

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Proses menulis novel sama seperti dengan proses memasak. Juru masak bermain-main dengan bahan pokok dan bumbu makanan yang terbaik untuk menjadikannya santapan lezat. Sedangkan dalam menulis novel, seorang penulis belajar membaurkan "bahan" dan "bumbu", agar tulisan enak dibaca. Jika koki belajar memadukan daging sapi, wortel, saus, kentang, garam, sup, lada hitam, dll., penulis belajar mencampur bahan pilihannya seperti filsafat, mitologi, sejarah, dan cerita-cerita rakyat. Penulis novel perlu mempersiapkan bahan-bahan pokoknya untuk menghasilkan karya yang melekat di hati pembacanya. Berikut ini beberapa ramuan dasar yang perlu penulis novel perhatikan. selengkapnya... about Proses Kreatif Menulis Novel

Meneliti Sebelum Menulis

Pada saat seseorang ingin menulis tentang sebuah fenomena budaya, dia akan melakukan pengamatan sekilas. Meskipun tanpa perangkat penelitian yang lengkap, seseorang ini telah dianggap meneliti. Cara seseorang mempelajari sesuatu atau mempelajari budaya tertentu, baik secara langsung maupun melalui tulisan orang lain sebelumnya, selalu terkait dengan penelitian (research), studi (study), atau kajian (analysis). Beberapa orang membedakan istilah penelitian, studi, dan kajian menurut gradasi kedalaman pembahasan, kelengkapan perangkat pembahasan, aspek wilayah, dan kegunaan (Endraswara, 2006:2). Meneliti adalah langkah menjelaskan fenomena yang menggunakan kelengkapan dan langkah-langkah strategis sebelum melakukan kegiatan menulis. selengkapnya... about Meneliti Sebelum Menulis

Bagaimana Internet Mengubah Cara Kita Menulis?

Sembilan tahun yang lalu, saya ingat bahwa saya adalah salah satu dari sekitar seratus jurnalis yang berkumpul dalam sebuah pertemuan untuk mendengar ceramah dari seorang jurnalis veteran. Saya tidak ingat topik pembicaraan itu, tetapi saya ingat tentang bagaimana jurnalis veteran itu bertanya kepada kami semua apakah kami menikmati proses menulis. Saat itu, saya terkejut karena hanya ada beberapa orang saja yang mengangkat tangan. selengkapnya... about Bagaimana Internet Mengubah Cara Kita Menulis?

Menulis Esai Kristiani

Ditulis oleh: Santi T.

Esai secara Umum

Gambar: Menulis esai kristiani

Esai mulai dikenal dalam dunia penulisan pada tahun 1500-an ketika Montaigne, filsuf Perancis, menulis sebuah buku "Essais", yang berarti "attempts" atau usaha. Buku tersebut mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya mengenai esai. selengkapnya... about Menulis Esai Kristiani

Menulis Membutuhkan Membaca dan Membaca Membutuhkan Menulis

Oleh: Hernowo

HASIL-HASIL MENCENGANGKAN DARI RISET DR. KRASHEN

Dr. Stephen D. Krashen yang meraih gelar doktor di bidang linguistik pada 1972 di University of California Los Angeles (UCLA), mengawali bukunya dengan judul yang menggigit, "Benarkah Ada Krisis Melek Huruf?" Pertanyaan ini dilontarkannya di tengah masyarakat Amerika Serikat yang maju. selengkapnya... about Menulis Membutuhkan Membaca dan Membaca Membutuhkan Menulis

Kolom Publikasi: 
Edisi Publikasi: 

Apakah Esai Itu?

Penulis : Lucile Vaughan Payne

Esai bukanlah sekadar rekaman fakta-fakta atau hasil imajinasi murni. Tulisan yang Anda buat dalam pelajaran sejarah yang dipenuhi dengan fakta-fakta yang dikumpulkan dari berbagai referensi mungkin nampak seperti sebuah esai. Namun, seberapa pun cermatnya Anda dalam menulis ulang semua fakta tersebut, meskipun dengan bahasa Anda sendiri, tulisan itu bukanlah esai. Esai juga bukan kejadian atau pengalaman yang Anda tuliskan dalam pelajaran bahasa, tak peduli betapa nyata, cerdas, menyentuh, berurutan, jelas, rinci, dan lengkapnya tulisan Anda itu. selengkapnya... about Apakah Esai Itu?

Edisi Publikasi: 
Kolom Publikasi: 

Dua Bahasa Saja Tidak Cukup

Banyak orang mengira menguasai dua bahasa adalah cukup untuk menjadi penerjemah. Padahal kenyataannya tidak demikian. Untuk menjadi penerjemah, ada beberapa modal yang perlu dimiliki -- penguasaan dua bahasa hanyalah beberapa di antaranya.

Penguasaan bahasa asing menjadi syarat utama menjadi penerjemah. Penguasaan ini bukan hanya berupa kemampuan untuk menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari saja. Seorang penerjemah juga harus menguasai aturan tata bahasa dan konvensi yang ada. Ini penting karena untuk memahami arti sebuah teks, tidak cukup hanya dengan mengetahui arti kata dalam teks tersebut. Penerjemah yang tidak menguasai tata bahasa dan konvensi bahasa asing yang menjadi bahasa sumber, biasanya menghasilkan terjemahan yang keliru, karena tanpa sengaja menghilangkan makna tertentu pada teks sumber atau menambah makna baru pada teks terjemahannya. selengkapnya... about Dua Bahasa Saja Tidak Cukup

Pages

Komentar

Subscribe to Artikel