Skip to main content

Percaya Diri dalam Menulis

Sering kali, orang punya ide atau gagasan yang bagus dan ingin mengungkapkannya dengan menulis. Namun, tak jarang semua ide "brilian" itu menguap begitu saja karena kurangnya rasa percaya diri. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Apakah sekadar karena kurangnya rasa percaya diri? Berikut ini contoh kalimat-kalimat yang menggambarkan hubungan antara menulis dan rasa percaya diri.

"Duh, aku nggak bisa nulis, nih!" "Duh, aku nggak tahu mau mulai dari mana?" "Terus, aku nulis apa, dong?" "Aku nggak yakin bakalan bisa nulis. Tulisanku kan jelek, ntar diketawain orang lagi!!!"

Apa Hubungan Antara Percaya Diri Dan Menulis?

Sambil menunggu jadwal penerbangan, saya mengisi waktu luang di Bandara Sukarno Hatta dengan membaca buku yang ditulis oleh Susan Shaughnessy, "Walking on Alligator", sebuah buku yang merangsang kita untuk terus menulis. Dalam buku itu, Susan mengatakan,

"Jalan yang tidak dilalui merupakan sebuah gambaran yang menghantui. Hasilnya tidak akan pernah diketahui. Hampir semua orang memilih jalan yang dikenali, aman dan pasti. Tetapi karakter-karakter yang memilih jalan samping yang tidak terduga adalah karakter-karakter yang memikat untuk dibaca."

Meningkatkan Kepercayaan Diri dalam Menulis Kreatif

Kepercayaan diri adalah faktor yang menentukan apakah Anda menulis secara bebas, terbuka, dalam, serta jelas seperti yang Anda inginkan atau sama sekali tidak menulis.

Bila sebagai penulis Anda memiliki kepercayaan diri yang rendah, pandangan Anda tentang tulisan Anda menjadi menyimpang. Anda menjadi sangat kritis, setiap kata atau frasa yang Anda pikir tidak terungkapkan dengan sempurna, Anda buang sebagai sesuatu yang tidak berguna. Segera setelah itu, kepercayaan diri Anda dalam menulis segala sesuatu yang bernilai -- yang sudah rapuh -- menjadi serapuh vas kristal yang indah. Bergeser sedikit saja, vas itu bisa jatuh ke lantai dan berserakan menjadi ribuan keping ....

In-Christ.Net

Telah hadir bagi Anda semua, situs In-Christ.Net dengan wajah dan fasilitas yang baru! Kini, situs In-Christ.Net tampil semakin mantap dalam menjadi infrastruktur bagi komunitas bidang-bidang pelayanan Kristen dan kolaborasi antarpelayan Tuhan melalui media internet. Mengapa? Karena situs In-Christ.Net kini ...

EyD Itu Rumit?

Harus diakui, memang, kita sering kelabakan ketika berhadapan hanya dengan EyD. Bayangkan saja, kita harus mengerti mengenai penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, yang hingga sekarang saja masih sering membingungkan kita. Ada pula masalah penggunaan tanda baca yang terdiri dari tanda titik (.), tanda koma (,), titik dua (:), tanda petik ganda ("), tanda petik tunggal ('), atau tanda pisah (-–) yang sering disalahmengerti dengan tanda hubung (-). Atau ketika kita berhadapan dengan aspek morfologi. Kita masih sulit menentukan mana yang benar antara, misalnya mempercayai dan memercayai; mempengaruhi dan memengaruhi.

Sepuluh Langkah Untuk Menciptakan Kebiasaan Menulis

Ada dikatakan demikian: "Jika Anda dapat menciptakan kebiasaan menulis, Anda akan memiliki fondasi yang kuat sebagai seorang penulis."

Jika Anda kesulitan mengusahakan waktu yang cukup untuk menulis, atau terus menunda-nundanya, atau nampaknya tidak pernah mulai menulis meskipun Anda sudah merencanakannya, Anda harus berusaha menciptakan kebiasaan menulis.

Pikirkanlah hal ini sejenak -- jika Anda dapat menulis dengan konsisten selama satu jam (atau dua jam) dalam sehari:

Kebiasaan Adalah Kunci Keberhasilan

Shalom,

Salah satu cara untuk menjadi penulis yang berhasil adalah dengan memupuk kebiasaan menulis itu sendiri. Banyak penulis yang hanya berapi-api pada awalnya, namun lama-kelamaan semangat itu surut dan berhenti ditelan aktivitas sehari-sehari. Memang, bagi penulis penuh waktu, hal ini mungkin jarang terjadi. Namun, tahukah Sahabat Penulis semua, bahwa pada dasarnya mereka pun membangun karier mereka dengan fondasi yang kuat, yaitu dengan menciptakan kebiasaan menulis itu dalam hidup mereka?

Tentang Jurnal Harian

Dalam sebuah pelatihan membaca dan menulis, saya menggambarkan tingkat terendah menulis itu ada pada bentuk kegiatan menulis untuk mengisi buku/jurnal harian. Lantas, karena yang bertanya adalah seorang sarjana, saya menganggap penulisan karya ilmiah -- skripsi, contohnya -- sebagai bentuk kegiatan menulis yang sangat tinggi. Tentu, di tengah spektrum penulisan catatan harian di paling bawah dan penulisan karya ilmiah di paling atas, ada bentuk-bentuk kegiatan menulis yang sangat beragam dan banyak sekali coraknya.