Skip to main content

Kerangka Dasar Artikel Untuk Majalah

Sebelum menulis artikel, kita perlu memiliki sebuah perencanaan yang tepat. Setiap artikel membutuhkan tema utama yang akan mempengaruhi seluruh aspek lainnya. Setelah menentukan tema, buatlah struktur dan susunan artikel tersebut. Gunakan tema yang Anda pilih tersebut untuk membuat kerangka dasar. Kita perlu menyusun suatu kerangka tulisan karena hal tersebut akan mengatur semua komponen artikel dalam suatu susunan yang logis. Selain itu, kerangka tulisan menjaga penulis agar tetap fokus pada tema artikel dan juga membimbing proses penulisan itu sendiri.

Menulis Sebuah Artikel Majalah

Empat hal penting dari sebuah artikel yang baik adalah sebuah subjek yang dapat menarik perhatian pembaca, ide-ide yang menarik dan informatif, fakta-fakta yang dapat dipercaya dan baru, serta sebuah gaya penulisan yang dapat mendorong orang untuk membaca.

Sumber-Sumber Tulisan

Ide ada di mana-mana. Penulis yang sukses memerlukan pikiran yang selalu bertanya, mata yang awas memerhatikan, penciuman yang "tajam" terhadap berita, dan imajinasi yang hidup. Ia melatih diri untuk melihat hal yang tidak diperhatikan orang lain dan selalu berusaha untuk mencari topik tulisan yang baru.

Waktunya Unjuk Diri

Shalom,

Ketika Yesus bangkit, Dia berulang kali menampakkan diri-Nya kepada para murid. Ya, Dia memberikan bukti bahwa Dia telah hidup, dan Dia benar-benar hidup seperti yang telah dinubuatkan para nabi. Kiranya Paskah yang telah kita peringati pada awal bulan ini terus menyemangati kita untuk juga mewartakan kemenangan Kristus ini.

Disiplin Sebagai Kewajiban Penulis

"Menulis itu seperti berenang", demikian kata salah seorang budayawan senior Indonesia, Wilson Nadeak. Maksudnya, kegiatan menulis mengisyaratkan adanya latihan dan praktik yang tiada henti. Anda akan senantiasa belajar dan kembali berlatih berenang -- entah Anda seorang juara renang atau seorang telah sekian lama tidak berenang. Pernyataan ini perlu dicermati oleh para penulis pemula. Wilson Nadeak sendiri seorang yang dikenal amat disiplin dalam hal menulis. Beliau menulis beberapa lembar draf setiap hari sebelum berangkat ke tempat kerja. Kebiasaan ini tetap dilakukan setiap hari secara konsisten, dengan maksud mengasah naluri kepenulisan beliau.

Penulis Dituntut Untuk Disiplin

Pada mulanya, Anda perlu banyak mendisiplinkan diri -- sampai Anda menyadari bahwa Anda ingin terus menulis, ketagihan menulis, dan menganggap kerja menulis jauh lebih mudah dibanding pekerjaan lain yang tidak melibatkan kegiatan tulis-menulis.

"Apakah Anda tidak menganggap ini sedikit berlebihan?"

Sama sekali tidak.

Ketika menulis, Anda memegang kendalinya; tidak seorang pun yang berhak mengatur (artikel ini pun tidak) apakah yang Anda akan tulis atau bagaimana Anda mengekspresikannya. Anda seorang diri di dalam ruang kerja Anda; merakit bukan dengan kayu dan paku, tetapi dengan kata-kata dan gagasan -- menciptakan puisi, cerita, dan dialog yang diucapkan serta dilakukan oleh tokoh cerita sesuai keinginan Anda.

William Blake (1757 -- 1827)

William Blake terlahir di London sebagai putra seorang Irlandia. Semasa muda ia bekerja sambil belajar memperoleh keahlian sebagai seorang pemahat di Royal Academy, dan membiayai hidupnya sebagai pembuat ilustrasi untuk penerbit London. Ia sering merasa lemah dan nyaris tidak pernah dihargai sepenuhnya oleh penulis lainnya pada zamannya. Namun kini, Blake dihormati sebagai salah seorang tokoh paling masyhur sepanjang sejarah puisi dan kesenian.

Seperti penyair lain dari era Romantik, Blake melihat ke alam dengan penuh rasa ingin tahu yang menyegarkan. Ia menemukan misteri dan keindahan dalam kehidupannya sendiri. Tulisan dan karya seninya serupa dengan penyair Romantik lain, yang masih menyisakan sifat individualis. Satu ciri khas penting dari kepenulisannya ialah kebergantungannya pada simbol yang begitu rumit. Simbol-simbol itu kini telah menjadi jelas dan dipahami sepenuhnya oleh beberapa pembacanya.

Jiwa Sebuah Tulisan

Shalom,

Pernahkah Anda membaca sebuah tulisan dan merasa bahwa tulisan tersebut tidak "berinteraksi" dengan Anda? Ada banyak penjelasan dalam tulisan tersebut, namun tidak dapat Anda bayangkan dengan jelas, bahkan tidak terbayang sama sekali mengenai suasana, keadaan, waktu, emosi, ekspresi, dan sebagainya yang dapat membawa jiwa Anda menyatu dengan bacaan tersebut. Boleh dikatakan, tulisan tersebut tidak memiliki jiwa. Salah satu alasan mengapa tulisan menjadi tidak "berjiwa" adalah masalah detail tulisan. Banyak tulisan yang berisi pemaparan yang panjang lebar, namun tidak menuliskan dengan detail "rasa, bentuk, suasana, atau ekspresi" yang merupakan jiwa tulisan tersebut. Akibatnya, tujuan penulis pun bisa tidak tercapai, bahkan pembaca akan dengan cepat melupakan apa yang baru saja mereka baca. Tentu kita tidak ingin kita menulis dengan sia-sia, bukan?