Skip to main content

Dua Belas Pertanyaan Untuk Editor

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini akan membantu editor memperkuat pesan dari sebuah buku. Pertanyaan-pertanyaan ini juga membantu editor untuk menyampaikan cara meningkatkan sebuah tulisan kepada penulis secara objektif.

1. Apakah naskah menuturkan satu cerita atau apakah naskah menyampaikan satu gagasan utama?

Sebuah ide utama atau tema tidak perlu disampaikan dengan berlebihan karena akan membuat para pembaca merasa dijejali gagasan tepat di wajah mereka. Akan tetapi, naskah tersebut perlu memiliki gagasan-gagasan yang jelas. Jika terdapat lebih dari satu gagasan, hapuslah dan simpanlah gagasan-gagasan lainnya untuk artikel atau buku lain.

Masalah Peribahasa dan Pelesetan Bahasa

Saudari Thresnawati, siswi sebuah SMU di Jakarta, menyampaikan hal-hal berikut.

(1) Apa relevansi dan kegunaan mempelajari peribahasa yang sudah usang dan kuno itu?
(2) Mengapa peribahasa tidak berkembang, tetapi sepertinya juga tidak lenyap?
(3) Mengapa kata-kata dalam peribahasa tidak disesuaikan dengan perkembangan zamannya?
(4) Apa definisi idiom, jargon, dan slang? Mohon penjelasan!

Sdr. Murbandana, pemerhati bahasa, merasa jengkel dan kesal dengan pemakaian bahasa pelesetan. Alasannya, si lawan bicara harus sering kali terbengong-bengong sementara si pembicara merasa demikian bangga dengan pelesetannya yang menyulitkan lawan bicara. Artinya, dengan pelesetan bahasa, komunikasi tidak berjalan lancar. Mohon tanggapan?

Mengenali Tujuh Kebuntuan Menulis

Artikel berikut ini akan memaparkan kepada Anda hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika menulis karena membuat Anda menemukan jalan buntu ketika melakukannya. Artikel ini sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi tembok-tembok yang menjebak penulis untuk tidak berkembang. Jangan lakukan hal-hal yang disebutkan di bawah ini.

Kebuntuan 1 -- Berpikir Sebelum Menulis

Pikirkanlah apa yang hendak Anda katakan. Pikirkanlah tentang bagaimana sebaiknya Anda menulis sebuah karya dengan benar; sebaiknya tulisan itu bagus dan orisinil; paling tidak, tata bahasanya tersusun dengan tepat. Pikirkan setiap orang yang akan membacanya -- terutama ibu Anda. Ambillah satu cangkir kopi dan berpikirlah lagi.

Søren Aabye Kierkegaard

Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu

Søren Aabye Kierkegaard lahir pada tanggal 5 Mei 1813 di Kopenhagen, Denmark. Ayah Kierkegaard berperan besar dalam perkembangan dirinya saat masih kanak-kanak dan membantu mengembangkan imajinasinya Ayahnya sering mengundang sejumlah teman untuk makan malam dan berdiskusi tentang filsafat.

Masa kanak-kanak Kierkegaard yang dilewatkan dalam kesepian. Kierkegaard menjadi bahan ejekan teman-temannya di sekolah karena dia selalu kelihatan paling aneh dan karena fisiknya yang lemah. Pada tahun 1830, saat berusia 17 tahun, dia diterima di Universitas Kopenhagen. Ia berusaha keras, khususnya pada tahun pertama kuliah, menikmati eksplorasi berbagai ide dan banyak membaca. Dia terlihat bahagia dan sangat menikmati kehidupan kampus, menyukai film, dan diskusi. Kierkegaard menjadi populer, meskipun orang-orang kurang menyukainya karena pemikirannya yang terkadang kejam.

Christianwriters.Com: Situs Penulis Kristen Berskala Internasional

Situs penulis Kristen yang menawarkan berbagai fasilitas bagi penulis pasti sangat digemari oleh Sahabat Penulis. Apalagi situs tersebut membantu penulis menemukan tempat yang tepat untuk menelurkan karya-karyanya, mengasah kemampuan dengan penulis lain, dan mendapatkan banyak informasi tentang penerbit yang dapat membantu menerbitkan karya.

Jika Anda mencari situs dengan kriteria tersebut di atas, cobalah mengunjungi situs ChristianWriters.com. Banyak sekali fasilitas yang ditawarkan dalam situs ini. Selain forum diskusi, blog untuk anggota, tulisan pengguna, direktori bahan dan situs yang terkait dengan kepenulisan, dan berita terbaru seputar situs, situs ini juga menyediakan tempat bagi pengguna untuk bercakap-cakap secara online dengan pengguna lain dalam ruang obrolan.

Simsalabim Untuk Berkarya!

Pada suatu lokakarya penulisan, seorang penulis mendatangi pemateri untuk meminta sentuhan "simsalabim" agar dia sukses dalam menulis. Pemateri itu pun mewejang "Penulis tidak memerlukan mantra untuk menulis. Ramuan terampuh saat menulis adalah menulis dan mencintai proses itu. Percayalah Anda akan mendapat kesenangan dan kepuasan dari dunia itu."

Sahabat penulis, saya juga sependapat dengan pemateri tersebut. Saya percaya bahwa bakat menulis adalah bibit yang dimiliki setiap orang. Tentu saja, kita memerlukan ketekunan dan motivasi dalam merawat bibit ini agar kita dapat menikmati buah yang manis pada akhirnya. Nah, e-Penulis edisi Agustus rindu memotivasi penulis dengan artikel "Mengapa Menulis itu Menyenangkan?" Tersedia pula pemaparan yang menggelitik untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan menulis dalam artikel, "Mengenali 7 Kebuntuan Penulis". Jangan lewatkan tokoh penulis Kristen yang memunyai peranan penting dalam filsafat, Søren Aabye Kierkegaard. Semoga dengan sajian e-penulis ini, sahabat semakin termotivasi untuk terus menulis.

Selamat menulis, selamat bersenang-senang!

Menulis Untuk Anak: Mudah?

Sebagian besar orang dewasa masih menganggap remeh semua hal yang berbau dunia anak. Mereka berpikir anak memiliki keinginan-keinginan yang sederhana, cara berpikir sederhana, bertindak sederhana, dan memiliki gaya hidup yang sederhana pula. Urusan yang berhubungan dengan orang dewasa lainnya lebih penting daripada urusan yang menyangkut anak-anak. Tinggalkanlah cara berpikir dan cara pandang seperti itu! Anak-anak sama seperti orang dewasa. Mereka adalah manusia utuh -- bukan manusia kecil -- yang memiliki keinginan, cara berpikir, gaya hidup, atau tindakan mereka sendiri. Bukannya lebih sederhana dari orang dewasa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berhubungan untuk mereka harus dipikirkan secara total pula. Malah, harus lebih serius penanganannya dibandingkan orang dewasa karena akan sangat memengaruhi kehidupan mereka pada masa depannya.