Skip to main content

Menulis Sebagai Terapi

Apakah sahabat masih ingat sajian e-Penulis edisi 101 lalu? Redaksi berharap sahabat penulis bukan saja ingat, tetapi sudah benar-benar memahami salah satu manfaat menulis, yaitu sebagai terapi psikologis dan sudah mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nah, sekarang e-Penulis akan memberikan tip untuk terapi menulis yang pasti sangat bermanfaat untuk sahabat. Selain itu, baca juga kisah seorang penulis dunia, Virginia Woolf, seorang novelis yang karyanya ditelaah sebagai karya-karya bernilai sastra tinggi. Jangan lewatkan pula bagi sahabat yang mengalami kebingungan untuk mencari informasi buku-buku Teologi Reformed, kami menyajikan ulasan situs Litindo yang dapat membantu sahabat. Selamat membaca, Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi e-Penulis,

Santi Titik Lestari
santi(at)in-christ.net >

"Kamu akan bisa menemukan ceritamu sendiri ketika kamu sedang menulis."

Kolom Publikasi
Edisi Publikasi

Budaya Menulis (HUT e-Penulis)

Di tengah banjirnya informasi di seantero dunia, banyak cendekiawan, mahasiswa, pelajar, bahkan redaktur Indonesia masih mengeluhkan sulitnya menulis. Kebanyakan menganggap diri tidak berbakat sehingga mundurlah niat menuangkan ide dan informasi ke dalam tulisan. Padahal seorang penulis tidak lahir dengan sendirinya, penulis adalah manusia biasa yang berjuang untuk menulis dari hari ke hari. Lantas setelah menempuh proses belajar dan berlatih barulah dia menjadi penulis yang tangguh dan berbakat.

Enam tahun yang lalu, edisi perdana e-Penulis terbit untuk menjadi pegangan para Sahabat yang rindu belajar dan berlatih menulis. Setiap bulannya hingga hari ini e-Penulis mengajak Sahabat Penulis menyimak artikel-artikel seputar literatur Kristen dan keterampilan tulis-menulis. Tidak hanya itu, e-Penulis juga hadir dengan tip-tip, artikel kebahasaan, biografi tokoh penulis, dan ulasan situs kepenulisan. Publikasi e-Penulis rindu mendorong Sahabat untuk berbudaya menulis: berkarya untuk memberkati lewat tulisan.

Humor Bahasa (HUT e-Penulis)

Pelajaran Bahasa Inggris

Dalam sebuah pelajaran bahasa Inggris, seorang guru menguji kemampuan bahasa Inggris muridnya.

Guru: Billy, buatlah kalimat bahasa Inggris yang diawali dengan "I".
Billy: "I is..." (belum selesai kalimatnya sudah disela)

Guru: Bukan Billy. Kalau "I" itu tidak diikuti "is", tapi diikuti "am". "I am" titik-titik.
Billy: Baik, Guru. "I am the ninth letter of the alphabet".