Alexandre Dumas

Alexandre Dumas dilahirkan di Prancis, 24 Juli 1802, dan meninggal pada 5 Desember 1870. Corak romantis yang dianut Dumas membawanya menekuni novel-novel sejarah dan kisah-kisah cinta yang memikat hati hingga karyanya abadi dalam dunia sastra. Beberapa karyanya yang monumental adalah "The Three Musketeers", "The Count of Monte Cristo", dan "The Man in The Iron Mask". Karya-karya ini menjadikan Dumas dicintai oleh rakyat Prancis.

Ayahnya adalah seorang jenderal yang jatuh bersamaan dengan jatuhnya Napoleon, meninggalkan kesulitan keuangan bagi keluarganya hingga meninggalnya pada tahun 1870. Meskipun anak seorang jendral, Dumas tidak mendapatkan pendidikan yang baik karena kesulitan keuangan keluarganya. Untuk menghidupi keluarganya, ia menjadi juru tulis pada tahun 1818 dan terakhir, ia bekerja pada Duke Orleans, yang beberapa tahun kemudian menjadi Raja Louis Philip. Pada tahun 1820-an, di bawah pengaruh Shakspeare dan Sir Walter Scott, ia menulis sejumlah lakon romantic-melodramatic dengan gaya dan model kisah­kisah sejarah yang melahirkan "Henri III et Sa Cour" (1829), "Antony" (1831), dan "La Tour de Nesle" (1832).

Roman yang luar biasa, "The Three Musketeers" (1844) mengangkat nama Dumas sebagai pengarang dunia. Roman ini mencakup kisah sejarah selama lebih kurang lima puluh tahun, bermain dalam abad ketujuh belas, dan merupakan satu rangkaian dengan "Twenty Years After."

Novel dan lakon yang ditulis Dumas menunjukkan watak dasar seni romantisme yang kuat, dan meskipun ia hanya menulis cerita-cerita panjang, Dumas memberi inspirasi akan bentuk cerita pendek, meskipun dalam rentang waktu yang panjang.

Fiksi sejarah dalam sejarah sastra dunia ditandai oleh Scott, Balzak, dan Dumas yang menggali kisah-kisah sejarah secara meyakinkan; kemudian abad sesudahnya dilakukan oleh Henryk Sienkiewics (1846 -­ 1916) dari Polandia, Par Lagervist (1891 -- 1974) dari Swedia, Boris Pasternak (1890 -­ 1960) dari Uni Sovyet, dan lain-lain. Namun, Alexandre Dumas menduduki tempat khusus dari para penulis fiksi sejarah karena ia mengambil sudut pandang yang khas Prancis dari satu "setting" waktu.

Akhir hidupnya, pengarang kenamaan ini tidaklah seharum karya-karyanya. Ia berpulang secara mengejutkan dan misterius di rumah putranya, Alexandre Dumas Jr., seorang pengarang yang mengikuti jejaknya. Sayangnya, ibu putranya ini tak pernah dinikahinya sampai akhir hayatnya.

Diambil dan disesuaikan dari:

Nama situs : Kompasiana
Alamat URL : http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/08/tokoh-tokoh-sastrawan
Judul asli artikel : Tokoh-Tokoh Sastrawan Dunia
Penulis artikel : Andi Firmansyah
Tanggal akses : 16 Juni 2014