Agenda Liburan Akhir Tahun Penulis

Oleh: Yosua Setyo Yudo

Liburan Natal dan Tahun Baru sudah menanti di ambang pintu. Sudah terbayang saat-saat berkumpul dengan keluarga besar, sanak saudara, dan teman-teman yang lama tak bersua. Terbayang pula kehangatan di sekitar meja makan dengan orang-orang terkasih, pergi ke gereja bersama keluarga besar, menyanyikan kidung-kidung Natal yang indah, dan menikmati renyahnya seruan "Selamat Natal dan Tahun Baru!" yang meluncur dari bibir rekan-rekan yang ditemui. Lebih dari itu, kelap-kelip lampu hias di pohon Natal, langit yang selalu mendung, embusan angin dingin, dan aroma tanah yang basah oleh hujan juga menambah syahdunya Hari Raya dan perayaan tahun baru ini. Bagi sebagian besar orang, ini adalah saat beristirahat, saat untuk menikmati waktu dengan bersantai dan bercengkerama dengan keluarga maupun para sahabat. Memang benar, liburan memang sangat dibutuhkan oleh setiap orang, bahkan oleh seorang penulis sekalipun. Tetapi, seorang penulis memiliki agenda liburan yang sedikit berbeda....

Eugène Ionesco, seorang penggubah drama berkebangsaan Rumania dan Perancis, pernah berkata, "Seorang penulis tidak pernah berlibur, sebab kehidupan seorang penulis hanya diisi dengan menulis dan berpikir tentang menulis." Coba Anda renungkan kalimat beliau! Bagi saya, itu berarti bahwa seorang penulis tidak hanya melihat liburan dengan cara yang berbeda, tetapi juga menikmatinya dengan cara yang berbeda! Beberapa orang akan menikmati liburan mereka hanya dengan sambil lalu, beberapa dari mereka mungkin akan mengambil kamera dan akan merekam beberapa peristiwa menarik, lalu mengunggahnya ke jejaring sosial agar teman-temannya mengetahui apa yang dilakukannya sepanjang liburan itu. Tetapi, kebanyakan hanya sampai di situ. Namun Anda, seorang penulis (atau seperti saya, seseorang yang masih belajar untuk menjadi seorang penulis), tidak hanya akan menikmati liburan akhir tahun Anda dengan melakukan semua hal itu. Kita memilih untuk menjadi lebih peka.

Selain benar-benar menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga dan para sahabat, Anda mungkin juga akan mengambil beberapa foto dan mengunggahnya ke jejaring sosial. Tetapi lebih daripada itu, Anda pasti akan tergugah untuk mengolah emosi, informasi, dan imajinasi yang muncul dari pengalaman-pengalaman itu dan menuangkannya ke dalam tulisan yang bisa mewakili emosi dan imajinasi Anda. Dengan demikian, Anda merekam liburan Anda dengan lebih baik, dan tentu saja membuatnya lebih bermakna. Jika demikian, jelaslah apa yang dimaksud oleh Ionesco dalam kalimatnya tersebut; seorang penulis tetap menulis di masa liburannya karena ia tidak menganggap menulis sebagai suatu pekerjaan, tetapi karena ia memilih untuk menjadikan menulis sebagai bagian hidupnya yang tak terpisahkan.

Menurut kutipan dari Ionesco, kehidupan seorang penulis akan selalu diisi dengan menulis dan berpikir tentang menulis. Dengan kata lain, seorang penulis selalu siap untuk menulis. Dan, agar selalu siap menulis, seorang penulis harus memiliki bahan atau ide yang dapat dikembangkan dalam tulisannya. Itu berarti seorang penulis adalah seseorang yang memilih untuk peka terhadap ide-ide yang ada di sekitarnya.

Omong-omong tentang kepekaan terhadap ide, syarat utama untuk dapat menangkap ide-ide yang segar adalah kesadaran bahwa ide-ide itu bisa muncul dalam situasi apa pun dan dari mana pun. Karena itu, bukalah mata dan telinga Anda lebar-lebar karena ide dapat muncul ketika Anda sedang berbelanja untuk keperluan Natal, membaca buku, bercakap-cakap dengan seorang sahabat, membuat kue kering bersama anak Anda, menyimak khotbah Natal, menikmati operet Natal anak-anak, dan bahkan ketika Anda sedang menyantap sup nikmat buatan ibu atau istri Anda, sambil menanti pergantian tahun.

Untuk mengantisipasi ide-ide yang dapat datang sewaktu-waktu itu, Anda dapat menyiapkan alat-alat yang bisa membantu Anda memerangkap ide-ide tersebut. Bolpoin, pensil, buku catatan kecil, telepon genggam, dan alat perekam adalah alat-alat bantu yang umumnya dipakai para penulis untuk menangkap ide yang muncul. Hal ini mungkin kelihatan sepele, tetapi sangat penting karena jarang ada manusia yang dapat menyimpan ide dalam jumlah yang banyak untuk jangka waktu yang lama (apalagi ketika ia harus terlibat dengan banyak kegiatan perayaan Natal di gerejanya). Lagi pula, dengan mencatat ide-ide itu di buku atau merekamnya di telepon genggam (atau alat perekam yang lain), Anda bisa mengaksesnya kembali saat Anda berada di waktu dan tempat yang nyaman untuk mengembangkan ide itu ke dalam tulisan.

Liburan akhir tahun umumnya juga menjadi momen untuk merenungkan hidup yang telah Anda jalani selama 1 tahun terakhir. Dari perenungan itu, ide-ide untuk menulis juga pasti akan muncul ke permukaan. Tetapi, jangan hanya merenung! Pada momen seperti ini, Anda juga harus mengevaluasi diri Anda sebagai seorang penulis. Apa yang telah Anda hasilkan selama satu tahun belakangan? Seperti apa kualitas tulisan Anda? Usaha-usaha apa yang sudah Anda lakukan untuk mengangkat kualitas itu? Jujurlah pada diri Anda, jangan terlalu lunak ataupun terlalu keras saat menilai diri Anda sendiri. Jika perlu, mintalah orang lain untuk menilai diri Anda dan karya-karya yang sudah Anda hasilkan secara objektif, agar Anda dapat mengukur sejauh apa pencapaian Anda sebagai seorang penulis.

Setelah mengevaluasi diri dan karya-karya yang telah Anda hasilkan, Anda bisa melihat letak kelemahan-kelemahan Anda sendiri, sekaligus melihat perkembangan Anda dan kekuatan serta gaya tulisan Anda. Hal ini sangat baik, terutama agar Anda bisa merencanakan apa saja yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki kelemahan Anda dan meningkatkan kelebihan yang Anda miliki. Dari evaluasi ini pula, Anda bisa mengenali jenis tulisan seperti apakah yang akan menjadi keunikan Anda, atau merencanakan untuk lebih banyak bereksperimen dengan jenis tulisan yang belum pernah Anda hasilkan sebelumnya. Intinya, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk membuat resolusi tahun baru Anda dalam hal kepenulisan (yang tentunya akan sangat baik jika Anda catat dan atur sedemikian rupa, agar Anda dapat memodifikasi target-target tidak realistis yang mungkin Anda temukan di kemudian hari).

Selamat berlibur, penulis! Selamat menikmati waktu yang penuh dengan kehangatan dan ide-ide yang gemerlapan!

Bahan bacaan:

  1. Smith, Heather. 2012. "A Writer’s Vacation". Dalam http://blog.bookmasters.com/2012/07/30/a-writers-vacation/

  2. Ross, J. Thomas. 2012. "To Write, Or Not To Write...On Vacation". Dalam http://authorchronicles.wordpress.com/2012/07/24/to-write-or-not-to-writ...

  3. Bunting, Joe. 2012. "Three Reasons to Write During the Holidays". Dalam http://thewritepractice.com/three-reasons-to-write-during-the-holidays/